The Dark Side of Us: The Dark Triad and Student’s Career Expectation

Introduction

Manusia begitu kompleks dalam setiap aspek dari dirinya, baik itu fisiologi, morfologi, bahkan psikologi. Kompleksitas tersebutlah yang kemudian memicu manusia untuk melakukan berbagai penelitian untuk dapat memahami tentang dirinya sendiri dan manusia lainnya. Psikologi manusia berkaitan dengan sifat, karakter, dan perilakunya dalam hal-hal sehari-hari. Pada tahun 2002, Paulhus & Williams memperkenalkan teori baru untuk memahami aspek psikologis dari manusia. Keduanya memperkenalkan teori ‘The Dark triad personality’ yang menjelaskan 3 sifat dasar manusia yang menjelaskan perilaku abnormal dan immoral. Ketiga sifat tersebut antara lain adalah psikopati, narsisisme, dan machiavellianisme (manipulator).

Tidak terbantahkan lagi bahwa personality merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses berpikir manusia. Jian-zhong Hong (2019) menyatakan bahwa The Dark triad personality memiliki pengaruh terhadap pilihan karir seseorang. Berangkat dari hasil temuan tersebut, kami dari Divisi Penelitian KANOPI FEB UI ingin mencari tahu bagaimanakah pengaruh The Dark triad personality yang sebenarnya terhadap ekspektasi karir dari mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Mari simak dalam Primera kali ini!

Data

Dalam penelitian kali ini, digunakan data 179 responden yang terdiri dari 89 laki-laki dan 88 perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada mahasiswa/i aktif dari 5 jurusan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, yaitu Ilmu Ekonomi (38 orang), Akuntansi (37 orang), Manajemen (34 orang), Ilmu Ekonomi Islam (38 orang), dan Bisnis Islam (32 orang) yang tersebar dari angkatan 2016-2019. Kami juga membedakan asal daerah mahasiswa menjadi 2 kategori, yaitu daerah Jabodetabek dan Non-Jabodetabek. Hasil analisis data akan kami uraikan berdasarkan 4 faktor, yaitu jurusan, angkatan, asal daerah, dan gender.

Ringkasan Deskriptif Sampel

Bagian I menunjukkan skor dark triad rata-rata berdasarkan jurusan, angkatan, asal daerah, dan gender. Skor tersebut kemudian akan diurutkan dari skor tertinggi hingga skor terendah.

Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Jurusan dan Persebarannya

Grafik 1.1 Rata-Rata Skor Dark Triad  dan Persebarannya Berdasarkan Jurusan

Hasil perhitungan skor dark triad rata-rata antar jurusan di FEB UI menghasilkan nilai 73.1 untuk jurusan Akuntansi, 74.1 untuk jurusan Bisnis Islam, 72.6 untuk jurusan Ilmu Ekonomi, 75.2 untuk jurusan Ilmu Ekonomi Islam, dan 75 untuk jurusan Manajemen. Dari grafik di atas terlihat bahwa Ilmu Ekonomi Islam memiliki skor dark triad tertinggi diantara 5 jurusan lainnya, diikuti Manajemen, Bisnis Islam, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi. Selisih skor antara peringkat pertama dan peringkat terakhir adalah sebesar 2.6 (1.9%). Sementara dari segi persebarannya yang disajikan dalam 5 interval, yaitu 0-25, 26-50, 51-75, 76-100, dan >100, tidak ada satupun responden yang masuk ke dalam interval pertama. Terdapat 1 orang jurusan Manajemen, 2 orang jurusan Akuntansi, dan 2 orang jurusan Ilmu Ekonomi yang masuk ke dalam interval kedua.

Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Angkatan

Grafik 1.2 Rata-Rata Skor Dark Triad Berdasarkan Angkatan dan Persebarannya

Perhitungan nilai rata-rata dark triad berdasarkan angkatan mahasiswa di FEB UI menghasilkan skor 74 untuk angkatan 2016, 72.225 untuk angkatan 2017, 74.10 untuk angkatan 2018, dan 75.35 untuk angkatan 2019. Apabila skor tersebut diurutkan dari terbesar dan terkecil, maka angkatan 2019 akan menempati urutan pertama, disusul angkatan 2018, kemudian angkatan 2016, dan terakhir angkatan 2017. Selisih skor antara peringkat pertama dan peringkat terakhir adalah sebesar 3.125 (2.31%).  Sementara berdasarkan persebarannya, tidak ada satupun responden yang masuk ke dalam interval pertama. Terdapat 1 orang angkatan 2016, 3 orang angkatan 2017, dan 1 orang angkatan 2018 yang masuk ke dalam interval kedua, dan 1 orang pada interval kelima. Mayoritas berada pada interval ketiga dan keempat.

Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Gender dan Persebarannya

Grafik 1.3 Rata-rata Skor Dark Triad Berdasarkan Gender dan Persebarannya

Hasil perhitungan skor dark triad rata-rata antar gender di FEB UI menghasilkan skor 75.3 untuk pria dan 72.7 untuk wanita. Dapat ditarik kesimpulan bahwa skor dark triad laki-laki lebih tinggi sebesar 2.6 (1.93%) dibandingkan perempuan. Sementara berdasarkan persebarannya, tidak ada satupun mahasiswa/i yang masuk ke dalam interval pertama. Interval kedua terdiri dari orang wanita dan 2 orang laki-laki. Kemudian interval ketiga terdiri dari 54 orang perempuan dan 48 orang laki-laki. 32 orang wanita dan 38 laki-laki masuk ke dalam interval keempat. Terdapat 1 orang pria yang skor dark triad nya berada di interval kelima.

Skor Dark Triad Rata-Rata Berdasarkan Asal Daerah

Grafik 1.4 Rata-Rata Skor Dark Triad Berdasarkan Asal Daerah dan Persebarannya

Hasil perhitungan skor dark triad rata-rata antar daerah asal mahasiswa/i di FEB UI menghasilkan skor 74.3 untuk Jabodetabek dan 72.9 untuk Non-Jabodetabek yang berarti skor dark triad mahasiswa berasal dari Jabodetabek lebih tinggi sebesar 1.4 (1.037%) dibandingkan Non-Jabodetabek. Sementara berdasarkan persebarannya, tidak ada satupun responden yang masuk ke dalam interval pertama. Di dalam interval kedua, terdapat 4 orang yang berasal dari daerah Jabodetabek dan 1 orang yang berasal dari daerah non Jabodetabek dan hanya 1 responden yang termasuk interval kelima. Mayoritas responden masuk ke dalam interval ketiga dan keempat.

Dark Triads Score among Economics Faculty in University of Indonesia: Do They Truly Differ?

Bagian II menunjukkan hasil uji signifikansi dari perbedaan skor dark triad rata-rata dari populasi di dalam penelitian (jurusan, angkatan, gender, dan asal daerah). Metode uji signifikansi yang dipilih adalah metode ANOVA one way. Metode ini dipilih karena mampu menguji 3 atau lebih populasi sekaligus, tanpa harus menyeragamkan jumlah sampel datanya. Kesimpulan dari hasil uji diperoleh dengan ketentuan jika dalam pengujian diperoleh nilai p-value lebih kecil dibandingkan dengan nilai significance level, maka dapat dikatakan perbedaan skor dark triad rata-rata adalah signifikan. Dalam pengujian kali ini, digunakan confidence level sebesar 90% (0.90), sehingga diperoleh nilai significance level sebesar 10% (1-0,9). Jumlah sampel yang digunakan dalam analisis ANOVA menjadi 175 orang setelah diadakan pengecekan outlier di dalam data.

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Jurusan

Tabel 2.1 Uji ANOVA Rata-rata Skor Dark Triad Berdasarkan Jurusan

Hasil uji ANOVA skor dark triad rata-rata berdasarkan jurusan menghasilkan nilai p-value (0.74) yang lebih besar daripada nilai significance level (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad rata-rata antar jurusan tidaklah signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Karena tidak terbukti perbedaan yang signifikan, maka tidak diperlukan untuk melakukan pengujian ulang terhadap masing-masing komponen dark triad (psikopati, machiavellianisme, dan narsisme).

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Gender

Tabel 2.2 Uji ANOVA Rata-Rata Skor Dark Triad Berdasarkan Gender

Hasil uji ANOVA skor dark triad rata-rata berdasarkan gender menghasilkan nilai p-value (0.0908) yang lebih kecil daripada nilai significance level-nya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad rata-rata antar gender signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Oleh karena itu, pengujian akan dilanjutkan dengan menguji signifikansi perbedaan skor tiap komponen dark triad.

Uji signifikansi perbedaan skor narsisme berdasarkan gender

Tabel 2.3 Uji ANOVA Skor Narsisme Berdasarkan Gender

Hasil uji ANOVA skor narsisme berdasarkan gender menghasilkan nilai p-value (0.56) yang lebih besar daripada nilai significance level (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor narsisme antar gender tidaklah signifikan dalam confidence level 90%.

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Psikopati Berdasarkan Gender

Tabel 2.4 Uji ANOVA Skor Psikopati Berdasarkan Gender

Hasil uji ANOVA skor psikopati berdasarkan gender menghasilkan nilai p-value (0.0036) yang lebih kecil daripada nilai significance level (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor psikopati antar gender signifikan dalam confidence level 90%. Dari tabel summary diatas, diketahui bahwa skor psikopati rata-rata laki-laki adalah 20.19, lebih tinggi daripada perempuan yang hanya 18.12. Dapat disimpulkan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan untuk relatif lebih bersifat psikopati jika dibandingkan dengan perempuan dalam sampel yang kami kumpulkan.

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Machiavellianisme Berdasarkan Gender

Tabel 2.5 Uji ANOVA Skor Machiavellianisme Berdasarkan Gender

Hasil uji ANOVA skor machiavellianisme berdasarkan gender menghasilkan nilai p-value (0.1618) yang lebih besar daripada nilai significance level (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor machiavellianisme antar gender tidaklah signifikan pada confidence level 90%.

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Dark Triad Rata-rata Berdasarkan Angkatan

Tabel 2.6 Uji ANOVA Rata-Rata Skor Dark Triad Berdasarkan Angkatan

Hasil uji ANOVA skor dark triad rata-rata berdasarkan angkatan menghasilkan nilai p-value (0.69) yang lebih besar daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad rata-rata berdasarkan angkatan tidaklah signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan, tidak diperlukan untuk melakukan pengujian ulang terhadap masing-masing komponen dark triad.

Uji Signifikansi Perbedaan Skor Dark Triad Rata-Rata Berdasarkan Asal Daerah

Tabel 2.7 Uji ANOVA Rata-Rata Skor Dark Triad Berdasarkan Asal Daerah

Hasil uji ANOVA skor dark triad rata-rata antar asal daerah menghasilkan nilai p-value (0.30) yang lebih besar daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad rata-rata berdasarkan asal daerah tidaklah signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Karena perbedaannya tidak signifikan, tidak diperlukan untuk melakukan pengujian ulang terhadap masing-masing komponen dark triad.

Dark Triads Test: Do They Determine the Career Expectation?

Bagian III dari Primera ini menunjukkan hubungan antara skor dark triad dengan indikator-indikator ekspektasi karir. Pertama-tama, analisis dilakukan dengan menggunakan metode ANOVA one-way dengan confidence level 90% (0.90) untuk mengetahui apakah perbedaan skor dark triad terhadap indikator ekspektasi karir signifikan. Kemudian, kami akan menginterpretasikan hubungan keduanya secara deskriptif.

Pengujian 1: Perbedaan Skor Dark Triad Total Terhadap Ekspektasi Lama Mendapatkan Pekerjaan

Tabel 3.1 Uji ANOVA Skor Dark Triad Total Berdasarkan Ekspektasi Lama Mendapatkan Pekerjaan

Hasil uji ANOVA perbedaan skor dark triad total berdasarkan ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan menghasilkan p-value (0.0827) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total antara kategori ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Bar Chart diatas menunjukkan bahwa semakin tinggi skor dark triad mahasiswa, semakin cepat ekspektasi lama mendapatkan pekerjaannya yang menandakan hubungan positif di antara keduanya. Selanjutnya, pengujian dilakukan dengan menguji signifikansi perbedaan skor total narsisme. Untuk mengecek apakah sifat narsisme memiliki pengaruh signifikan terhadap ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan.

Pengujian 2: Perbedaan Skor Narsisme Terhadap Ekspektasi Lama Mendapatkan Pekerjaan

Tabel 3.3 Uji ANOVA Skor Narsisme Berdasarkan Ekspektasi Lama Mendapatkan Pekerjaan

Hasil uji ANOVA perbedaan skor narsisme terhadap ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan menghasilkan p-value (0.0012) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total terhadap ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Bahkan apabila pengujian dilakukan dengan confidence level sebesar 95%, hasil yang diperoleh akan tetap sama.

Grafik 3.4 Rata-Rata Skor Narsisme Berdasarkan Ekspektasi Lama Mendapatkan Pekerjaan

Setelah menggunakan analisis bar chart untuk menentukan kategori mana yang memiliki skor narsisme paling tinggi, ternyata kategori <1 bulan memiliki skor narsisme paling tinggi diikuti berurutan oleh kategori lainnya.. Sehingga dapat dikatakan bahwa skor dark triad dan ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan berhubungan positif.

Pengujian 3: Perbedaan Skor Dark Triad Total di antara Kategori  Ekspektasi Gaji

Tabel 3.5 Uji ANOVA Skor Dark Triad Total Berdasarkan Ekspektasi Gaji

Hasil uji ANOVA perbedaan skor dark triad total berdasarkan ekspektasi gaji menghasilkan p-value (0.6947) yang lebih besar daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total terhadap ekspektasi gaji  tidak signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Pengujian 4: Perbedaan Skor Dark Triad Total Terhadap Cita-Cita Pekerjaan

Tabel 3.6 Uji ANOVA Skor Dark triad Berdasarkan Cita-cita Pekerjaan

Hasil uji ANOVA perbedaan skor dark triad berdasarkan cita-cita pekerjaan menghasilkan p-value (0.6015) yang lebih besar daripada nilai significance value (0.10). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total terhadap cita-cita pekerjaan tidak signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Pengujian 5: Perbedaan Skor Dark Triad Total Terhadap Persepsi Pekerjaan Ideal

Tabel 3.7 Uji ANOVA Skor Dark Triad Total Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Hasil uji ANOVA perbedaan skor dark triad total berdasarkan persepsi pekerjaan yang ideal menghasilkan p-value (0.1677) yang lebih besar daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total di antara kategori persepsi pekerjaan ideal tidak signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Grafik 3.8  Rata-Rata Skor Dark Triad Total Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Kendati pengujian ANOVA menghasilkan kesimpulan tidak signifikan, dalam Grafik 3.8 tergambarkan bahwa skor dark triad yang semakin tinggi menyebabkan mahasiswa semakin memiliki persepsi pekerjaan ideal adalah pekerja yang dapat memenuhi kebutuhan pribadi.

Perbedaan yang relatif kecil antara p-value dan significance level dalam pengujian ANOVA sebelumnya, memungkinkan untuk dilakukannya pengujian ulang terhadap skor machiavellianism dan psikopati.

Pengujian 6: Perbedaan Skor Machiavellianism Terhadap Persepsi Pekerjaan Ideal

Tabel 3.9 Uji ANOVA Skor Machiavellianism Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Hasil uji ANOVA skor machiavellianism berdasarkan persepsi pekerjaan yang ideal menghasilkan p-value (0.0054) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor machiavellianism berdasarkan persepsi pekerjaan yang ideal signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Grafik 3.10 Rata-Rata Skor Machiavellianism Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Setelah menggunakan analisis barchart untuk menentukan kategori manakah dengan skor rata-rata dark triad yang lebih tinggi, seperti tertampil pada grafik, responden yang memiliki persepsi pekerjaan yang ideal adalah yang dapat memenuhi kebutuhan pribadi relatif memiliki rata-rata skor dark triad lebih tinggi.

Pengujian 7: Perbedaan Skor Psikopati Terhadap Persepsi Pekerjaan Ideal

Tabel 3.11 Uji ANOVA Skor Psikopati Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Hasil uji ANOVA skor psikopati berdasarkan persepsi pekerjaan yang ideal menghasilkan p-value (0.0404) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor psikopati berdasarkan persepsi pekerjaan yang ideal signifikan dalam confidence level sebesar 90%. Bahkan apabila pengujian dilakukan dengan confidence level sebesar 95%, hasil yang diperoleh akan tetap sama.

Grafik 3.12 Rata-Rata Skor Psikopati Berdasarkan Persepsi Pekerjaan Ideal

Dalam rangka menentukan kategori mana yang memiliki rata-rata skor dark triad lebih tinggi, digunakan analisis bar chart seperti tertampil di atas. Kesimpulannya, responden yang memiliki persepsi bahwa pekerjaan yang ideal adalah yang dapat memenuhi kebutuhan pribadi cenderung memiliki rata-rata psikopati yang lebih tinggi.

Pengujian 8: Perbedaan Skor Dark Triad Total Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Tabel 3.13 Uji ANOVA Skor Dark Triad Total Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Hasil uji ANOVA perbedaan skor dark triad total berdasarkan bidang pekerjaan yang diminati menghasilkan p-value (0.0703) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor dark triad total terhadap bidang pekerjaan yang diminati signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Grafik 3.14 Rata-Rata Skor Dark Triad Total Berdasarkan Bidang Kerja yang Diminati

Setelah menggunakan analisis bar chart, terlihat bahwa rata-rata skor dark triad terendah berada pada mereka yang berminat untuk bekerja di NGO. Sementara, rata-rata skor dark triad tertinggi justru berada pada mereka yang berminat untuk bekerja di pemerintahan. Selanjutnya, analisis dilakukan dengan menguji skor narsisme dan machiavellianism berdasarkan bidang kerja yang diminati.

Pengujian 9: Perbedaan Skor Narsisme Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Tabel 3.15 Uji ANOVA Skor Narsisme Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Hasil uji ANOVA perbedaan skor narsisme berdasarkan bidang pekerjaan yang diminati menghasilkan p-value (0.0649) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor narsisme berdasarkan bidang pekerjaan yang diminati mendapatkan pekerjaan signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Grafik 3.16 Rata-Rata Skor Narsisme Berdasarkan Bidang Kerja yang Diminati

Grafik 3.16 menunjukkan bahwa rata-rata skor narsisme terendah berada pada mereka yang berminat untuk bekerja di NGO, sementara tertinggi berada pada mereka yang berminat untuk bekerja di pemerintahan.

Pengujian 10: Perbedaan Skor Machiavellianism Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Tabel 3.17 Uji ANOVA Skor Machiavellianism Berdasarkan Bidang Pekerjaan yang Diminati

Hasil uji ANOVA perbedaan skor machiavellianism berdasarkan bidang pekerjaan yang diminati menghasilkan p-value (0.0525) yang lebih kecil daripada nilai significance value (0.10). Dapat disimpulkan bahwa perbedaan skor machiavellianism berdasarkan bidang pekerjaan yang diminati mendapatkan pekerjaan signifikan dalam confidence level sebesar 90%.

Grafik 3.18 Rata-Rata Skor Machiavellianism Berdasarkan Bidang Kerja yang Diminati

Grafik 3.18 menunjukkan bahwa rata-rata skor machiavellianism terendah berada pada mereka yang berminat untuk bekerja di NGO, sementara paling tinggi pada swasta.

Conclusion

Secara umum, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dark triads berpengaruh terhadap job expectancy dari responden. Responden dengan skor dark triads tinggi relatif lebih optimis dalam ekspektasi lama mendapatkan pekerjaan dan lebih self-focused dalam pilihan pekerjaan. Dalam penelitian ini, kami juga menemukan beberapa fakta unik, seperti skor psikopati responden laki-laki yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan responden perempuan, dan tidak adanya perbedaan skor dark triads yang signifikan antara jurusan-jurusan dan angkatan-angkatan di FEB UI.

Referensi

Paulhus, Delroy L; Williams, Kevin M (2002). “The Dark triad of personality: Narcissism. Machiavellianism, and psychopathy”. Journal of Research in Personality.

Hong, Jian-zhong; Emagnaw, Alemayehu Belay (2019). “Dark triad Personality Dimensions: A Literature Review in Career Choice” Annals of Social Sciences & Management Studies. Juniper Publisher Inc.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in