Love and Other Grades: A Study of the Effects of Romantic Relationship Status on the Academic Performance of University Students

Nama Jurnal: Journal of College Student Retention

Pengarang: Julia Schmidt dan Brian Lockwood 

Tahun: 2017

Diulas oleh: Pricilia Meidy Winengko

Ilustrasi oleh: Gayatri Wulansari

Pendahuluan

Banyak hal yang dapat memengaruhi kesuksesan seorang pelajar dalam kehidupan akademisnya, seperti dukungan keluarga, dukungan teman dekat (peer), intensitas belajar mereka sendiri, faktor ekonomi, ataupun peran guru di sekolahnya. Misalnya, penelitian dari Fass dan Tubman (2002) menemukan bahwa semakin besar kehadiran orangtua di sisi anaknya akan memberikan dukungan mental yang berdampak positif untuk pencapaian akademis anaknya. Tidak hanya itu, Carrell, dkk (2008) menemukan bahwa sekelompok dengan pelajar lain yang mendapat nilai rendah juga akan menurunkan nilai sekolah dari pelajar itu sendiri. Bahkan, Ullah dan Wilson (2007) menemukan bahwa kelompok belajar bisa meningkatkan pencapaian akademis untuk siswi relatif lebih tinggi dibandingkan untuk siswa. Sementara dari aspek ekonomi, Walpole (2003) menemukan bahwa murid dengan kondisi finansial lebih baik akan memiliki pencapaian akademis yang lebih baik.

Namun, terdapat satu faktor lain yang diyakini juga dapat memengaruhi kesuksesan pelajar dalam pencapaian akademis, yaitu hubungan romansa yang dijalin oleh pelajar itu sendiri. Beberapa penelitian, seperti Neemann, dkk (1995) menemukan bahwa remaja yang berpacaran di masa sekolahnya akan mendapat nilai yang relatif lebih rendah. Namun, dampak negatif ini akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia pelajar. Furman dan Shaffer (2003) juga menemukan bahwa hubungan romansa dapat menjadi hubungan mutualisme yang meningkatkan performa akademis jikalau pasangan pelajar tersebut pintar. Sayangnya, secara keseluruhan belum banyak penelitian yang mengungkap dampak hubungan romansa terhadap pencapaian akademis pelajar, apalagi selama ini pencapaian akademis yang dimaksud hanya berfokus pada tolak ukur kuantitatif, seperti nilai pelajaran siswa di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini membawa udara segar terkait topik ini dengan menambahkan variabel baru, yaitu dampak hubungan romansa mahasiswa terhadap jumlah kehadiran mahasiswa di kampus dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa.

DATA DAN METODOLOGI

Data dari penelitian ini diperoleh dari survei daring terhadap 333 mahasiswa program S1 di Universitas Monmouth, Amerika Serikat pada November 2013. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pencapaian akademis mahasiswa yang diukur berdasarkan 2 indikator, yaitu rata-rata IPK mahasiswa selama 2 semester dan jumlah ketidakhadiran mahasiswa selama tahun akademik 2012-2013. Sementara untuk variabel bebasnya diperoleh dengan menanyakan apakah mahasiswa bersangkutan sedang menjalin hubungan asmara selama periode tersebut. Untuk variabel kontrolnya, penelitian ini juga mendata karakteristik demografi mahasiswa, seperti etnis (ras kulit putih atau hitam), jenis kelamin, umur, dan status ekonomi (dengan menggunakan skala 1-6). Karakteristik kehidupan kampus mahasiswa juga didata, seperti angkatan, tempat tinggal, dan apakah mahasiswa tersebut merokok selama di kampus. Karena aktivitas mahasiswa di luar kampus juga memengaruhi, jumlah jam kerja part-time mahasiswa dan partisipasi pada aktivitas ekstrakurikuler, serta tingkat konsumsi alkohol juga didata.

Metode penelitian yang digunakan adalah ordinary least squares regression models. Lebih spesifiknya, untuk meneliti dampak hubungan romansa yang dijalin terhadap IPK mahasiswa, metode regresi yang digunakan adalah multivariate regression models. Sementara untuk meneliti dampaknya terhadap jumlah ketidakhadiran mahasiswa, metode yang digunakan adalah binary logistic regression models. Kemudian, dalam setiap uji regresi terdapat 3 kolom, yaitu data demografi, data karakteristik kampus, dan status hubungan romansa yang dijalin oleh mahasiswa.

HASIL PENELITIAN

Tabel 1. Hasil Multivariate Regression Models dari Pengujian Dampaknya terhadap IPK Mahasiswa

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa ternyata hubungan romansa yang dijalin oleh mahasiswa cenderung menurunkan IPKnya sebesar 8% namun tidak signifikan. Sementara itu, dari sekian variabel kontrol yang juga di data, seperti jenis kelamin, etnis, umur, status ekonomi, angkatan, tempat tinggal, dan variabel kontrol lainnya, hanya variabel merokok yang berpengaruh negatif-signifikan. Hal ini menandakan jika mahasiswa bersangkutan merokok selama di kampus, IPKnya dapat menurun hingga 20%.

Tabel 2. Hasil Binary Logistic Regression Model dalam Menguji Dampaknya terhadap Jumlah Ketidakhadiran Mahasiswa di Kelas

Khusus untuk metode ini, dalam menguji dampak variabel bebas dan kontrol terhadap variabel terikat, interpretasinya akan berbeda dengan metode sebelumnya, yaitu rasio probabilitas di atas 1 menandakan variabel bersangkutan meningkatkan kemungkinan variabel terikat terjadi (dalam kasus ini artinya meningkatkan kemungkinan mahasiswa absen dari kelas), sementara rasio probabilitas di bawah 1 menandakan variabel bersangkutan akan menurunkan kemungkinan mahasiswa absen dari kelas. Berdasarkan hasil tabel 2, ternyata variabel seperti status ekonomi, IPK, waktu kerja, dan merokok menurunkan kemungkinan mahasiswa absen dari kelas. Sementara jika mahasiswa sedang menjalin hubungan asmara, hal tersebut meningkatkan kemungkinan mereka absen dari kelas hingga 124% (parameter yang tertera di tabel dikurangi 1 sebagai benchmark).

REKOMENDASI KEBIJAKAN

Dari kedua hasil uji regresi yang telah didapatkan dapat ditarik kesimpulan yaitu, menjalin hubungan asmara di masa kuliah tidak menurunkan IPK secara signifikan, namun dapat meningkatkan kemungkinan untuk absen dari kelas hingga lebih dari 3 kali. Selain itu, hasil penelitian ini juga terbilang unik karena meskipun merokok di kampus dapat menurunkan IPK namun terbukti tidak signifikan meningkatkan jumlah ketidakhadiran mahasiswa di kelas. Meskipun terbukti tidak memengaruhi performa akademis mahasiswa secara kuantitatif (IPK), penulis jurnal ini merekomendasikan pihak universitas untuk sadar dan berperan meminimalisir moral hazard mahasiswa dengan menyediakan departemen psikologi untuk mahasiswa yang sedang menjalin hubungan asmara dan pengawasan terkait absensi mahasiswa. Meskipun masalah absensi terkesan tidak sekrusial itu, namun perilaku ini tetap berpotensi membawa masalah dan dapat menurunkan pencapaian akademis mahasiswa di masa depan (Chen & Lin, 2008; Crede´ et al., 2010).

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in