The Effect of Access to Information and Communication Technology on Household Labor Income: Evidence from One Laptop Per Child in Uruguay

Penulis: Joaquin Marandino & Phanindra V. Wunnava

Tahun: 2014

Nama Jurnal:

Diulas Oleh: Fabian M. Ghiffari

Ilustrasi Oleh: Agung Dermawan

Pendahuluan:

 Sejak tahun 2007, pemerintah Uruguay telah menjalankan program bernama Plan Ceibal, dimana setiap siswa dan guru di sekolah dasar negeri berhak menerima laptop XO bersama dengan koneksi internet. Tujuan utama program ini adalah untuk menutup celah ketimpangan tingkat pendapatan (income inequality) dari masyarakat Uruguay. Walaupun yang menerima laptop adalah pihak anak, anggota keluarga lain seperti orang tua secara aktif menggunakan teknologi ini dengan tujuan mendapatkan keterampilan penggunaan komputer, mencari informasi, dan sekadar surfing di internet (Plan Ceibal, 2012). Oleh karena itu, para peneliti menyelidiki dampak perluasan akses informasi dan komunikasi di beberapa tahun terakhir terhadap tingkat pendapatan pekerja rumah tangga (household labor) di Uruguay.

Topik penelitian ini dianggap layak untuk digarap oleh peneliti dengan beberapa alasan. Pertama, hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi mengenai dampak akses ke teknologi dan informasi di lingkup rumah tangga saja dimana literatur sebelumnya mengenai topik ini terbatas. Kedua, penelitian ini adalah yang pertama yang membahas dampak dari program One Laptop per Child (OLPC) terhadap pendapatan pekerja rumah tangga di Uruguay. Ketiga, program ini dianggap sebagai “eksperimen alami” karena peningkatan akses informasi dan komunikasi tidak sering terjadi dalam skala sebesar ini. Keempat, penelitian ini menguji perubahan seiring waktu, berlawanan dengan studi-studi lain yang hanya menggunakan data cross-sectional.

Penelitian ini bermaksud untuk menangkap manfaat dari “berinvestasi” ke sumber daya manusia dengan kasus adanya akses informasi dan komunikasi yang lebih luas di lingkup rumah. Bukti menunjukkan bahwa sekitar 50% orang tua dari anak yang menerima laptop menggunakan perangkat tersebut untuk aktivitas mencari informasi dan mendapatkan keterampilan komputer. Jadi, hipotesis para peneliti adalah terdapat peningkatan pendapatan pekerja rumah tangga sebagai bentuk dari berinvestasi ke sumber daya manusia.

Metodologi:

Berdasarkan pelaksanaan program yang menunjukkan adanya eksperimen alami, para peneliti mengestimasikan sebuah model double difference. Program ini dimulai di daerah Florida pada tahun 2007 dan mencapai daerah Canelones pada tahun 2009. Oleh karena itu, kelompok treatment dalam penelitian ini adalah rumah tangga di daerah Florida yang memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut, dan kelompok control adalah rumah tangga di daerah Canelones yang memiliki persyaratan kelayakan yang sama.

Model dasar yang dihasilkan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

Model tersebut lalu dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:

  1. Variabel 𝐹𝑖 menunjukkan bahwa sebuah rumah tangga terletak di Florida dan variabel 𝐴𝑡 menunjukkan bahwa rumah tangga tersebut diobservasi pada tahun 2009. Koefisien 𝛽3 dari interaksi dari kedua variabel tersebut (𝑭𝒊 ∗ 𝑨𝒕) adalah estimator double difference, yang dimana model ini menangkap efek akses teknologi dan informasi kepada pendapatan pekerja rumah tangga.
  2. Faktor pendidikan (𝑒𝑑𝑢𝑐𝑖) dan pengalaman (𝑒𝑥𝑝𝑖 & 𝑒𝑥𝑝𝑖2) masing-masing merujuk kepada rata-rata tingkat pendidikan di rumah tangga dan “potensial pengalaman” yang berupa rata-rata umur dikurangi dengan 6 dan rata-rata lama mengenyam pendidikan.
  3. Vektor 𝑯𝑯𝒉𝒆𝒂𝒅 berisi dummy mengenai karakteristik kepala keluarga (putih, laki-laki, dan menikah), sedangkan vektor 𝑯𝑯𝑰𝑪𝑻 berisi dummy yang menunjukkan kepemilikan perangkat teknologi lain seperti komputer non-XO, telepon seluler, TV kabel, dan radio. Kegunaan vektor ini adalah untuk mengisolasikan efek dari perangkat lain yang dapat memberikan informasi ke rumah tangga.
  4. Variabel kontrol lain dalam model ini adalah jumlah laptop XO yang dimiliki oleh suatu rumah tangga dan variabel dummy yang menunjukkan apakah sebuah rumah tangga terletak di daerah rural/pedesaan.

 

Data:

Penelitian ini berfokus kepada dampak dari program terhadap rumah tangga yang berpenghasilan rendah. Para peneliti memutuskan untuk membagi sampel ke rumah tangga yang berada dibawah log natural dari median pendapatan. Pembagian ini dilakukan secara terpisah untuk keempat sub-grup (grup treatment dan control di tahun 2006 dan 2009) untuk menjaga proporsionalitas sampel.

Data berasal dari Survei Rumah Tangga Keberlanjutan (Continuous Household Surveys) tahun 2006 dan 2009 dari Institut Statistik Nasional Uruguay (National Institute of Statistics in Uruguay). Perlu diketahui bahwa karena survei-survei yang diteliti tidak memiliki jumlah rumah tangga yang sama, grup treatment dan control mempunyai jumlah observasi yang berbeda untuk setiap tahun. Untuk grup treatment, daerah Florida mempunyai 245 dan 275 rumah tangga untuk tahun 2006 dan 2009, sedangkan daerah Canelones sebagai grup control mempunyai 687 dan 677 rumah tangga untuk tahun 2006 dan 2009.

Tabel 1 mengandung ringkasan statistik dari rumah tangga yang berada di bawah median tingkat pendapatan.

 

Hasil:


Hasil regresi dari sampel yang berada di bawah median pendapatan dapat dilihat di Table 2. Untuk sampel yang berada di bawah median pendapatan, estimator double difference menunjukkan bahwa program Ceibal Plan mempunyai efek positif yang signifikan terhadap pendapatan pekerja, baik pendapatan secara keseluruhan maupun pendapatan per jam kerja. Signifikan di tingkat 1%, keluarga di Florida yang menerima laptop pada tahun 2007 mendapatkan pendapatan keseluruhan 37,4% lebih besar dibandingkan keluarga yang menerima laptop di Canelones.

Selanjutnya, variabel pendidikan dan potensi pengalaman menunjukkan hasil positif yang signifikan juga di tingkat 1%; setiap satu tahun pendidikan menambah pendapatan pekerja sebesar 4% dan setiap pertambahan satu tahun pengalaman meningkatkan pendapatan pekerja sebesar 4%, walaupun dengan catatan bahwa berdasarkan rata-rata pada sampel, kenaikan satu tahun pengalaman akan menurunkan kenaikan pendapatan marginal sebesar 11%. Lalu, dummy laki-laki sebagai kepala keluarga mempunyai efek positif yang signifikan, dengan perbedaan tingkat pendapatan sebesar 10,2%. Dummy etnis dan status pernikahan kepala keluarga tidak mempunyai efek yang signifikan terhadap tingkat pendapatan. Untuk perangkat teknologi, kepemilikan TV kabel dan radio masing-masing mempunyai efek positif signifikan sebesar 9,8% dan 21%. Telepon seluler, jumlah laptop XO yang dimiliki, beserta bertempat tinggal di daerah pedesaan tidak mempunyai efek yang signifikan.

Untuk pendapatan per jam kerja, dengan tingkat signifikan 5%, rumah tangga di Florida secara rata-rata mendapatkan pendapatan per jam 32,6% lebih banyak dibandingkan oleh rumah tangga di Canelones. Selanjutnya, dengan tingkat signifikan 1%, pertambahan satu tahun pendidikan menambah pendapatan per jam sebesar 6,4% dan setiap pertambahan satu tahun pengalaman meningkatkan pendapatan pekerja sebesar 2,7%, dengan catatan bahwa berdasarkan rata-rata pada sampel, kenaikan satu tahun pengalaman akan menurunkan kenaikan pendapatan marginal sebesar 5%. Tidak ada dummy karakteristik kepala rumah tangga yang mempunyai efek yang signifikan dalam model ini. Untuk perangkat teknologi lainnya, hanya TV yang mempunyai efek yang signifikan, yaitu kepemilikan terhadap TV kabel meningkatkan pendapatan per jam sebesar 8,5%. Lokasi rumah tangga di daerah pedesaan juga tidak mempunyai efek yang signifikan.

Walaupun efek yang didapatkan dari mendapatkan akses informasi dan komunikasi di atas kertas terlihat tidak realistis (peningkatan sebesar 37,4% dan 32,6%), sampel penelitian yang berupa rumah tangga kelas bawah dapat menjadi petunjuk. Pertama, kenaikan pendapatan diatas 30% tidak memiliki jumlah yang signifikan jika melihat angka pendapatan yang diraup. Kedua, Uruguay dianggap sebagai negara berkembang sehingga efek yang didapat dari akses kepada informasi dan teknologi bisa lebih besar daripada di negara-negara yang maju (catch-up effect).

Kesimpulan dan Rekomendasi Kebijakan:

Melihat gambaran umum hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, akses informasi dan komunikasi tidak mempunyai efek yang signifikan terhadap tingkat pendapatan dalam sampel keseluruhan, tetapi teknologi dan informasi mempunyai efek yang signifikan terhadap sampel yang berada di bawah median pendapatan. Hal ini dapat dijelaskan oleh berapa banyak penduduk yang memiliki akses kepada teknologi dan informasi sebelum Ceibal Plan diluncurkan. Data dari Ceibal Center menunjukkan bahwa persentase dari 25% penduduk terkaya dan 25% penduduk termiskin yang memiliki akses ke teknologi dan informasi di rumah masing-masing adalah 47% dan 5% di tahun 2006. 7 tahun kemudian, persentase-persentase tersebut berubah menjadi 79% dan 66%. Hal ini mendukung pernyataan bahwa program Ceibal Plan tidak menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap rumah tangga yang sudah mempunyai komputer di rumah sebelum program tersebut dilaksanakan.

Walaupun rumah tangga kelas bawah lebih diuntungkan dari program ini, tetapi potensi dari program yang berusaha mengurangi ketimpangan dianggap belum dimaksimalkan. Ceibal Plan menyediakan pelatihan mengenai komputer dan penggunaan internet kepada orang tua, tetapi sekitar 82% orang tua belum menerima pelatihan tersebut pada tahun 2011. Berdasarkan data Ceibal Plan 2012, hanya 21% ibu dan 9% bapak dari tingkat sosio ekonomi terendah yang sudah menggunakan komputer di rumah, dan hanya 44% dari penduduk di tingkat sosio ekonomi terendah yang tahu cara menggunakan laptop.

Kedua peneliti merekomendasikan dua rekomendasi kebijakan. Yang pertama adalah mengurangi pengeluaran Ceibal Plan dengan menargetkan hanya rumah tangga kelas menengah ke bawah, dan yang kedua adalah meningkatkan anggaran Ceibal Plan secara keseluruhan. Untuk rekomendasi pertama, kebijakan ini dianggap dapat meningkatkan efisiensi dari program karena dapat memindahkan sejumlah sumber daya dari program ini ke program pemerintah lainnya yang bisa memberikan manfaat yang lebih. Tetapi, permasalahan yang akan dihadapi jika memilih kebijakan ini adalah median pendapatan mungkin bukan threshold pendapatan yang optimal, kurangnya dukungan publik apabila hanya memilih keluarga berdasarkan pendapatan pekerja rumah tangga, dan kemungkinan mengabaikan potensi keuntungan lainnya.

Rekomendasi kebijakan yang kedua diprediksi akan mendapatkan dukungan publik yang lebih banyak daripada kebijakan yang pertama karena program masih menargetkan seluruh rumah tangga di Uruguay. Permasalahan dari kebijakan ini terletak pada ketidakmampuan pemerintah Uruguay saat itu dalam meningkatkan pengeluaran dalam anggarannya. Ekonomi di Uruguay di dekade ini tidak diprediksi untuk berkembang pesat seperti dekade sebelumnya, yang berdampak terhadap anggaran pemerintah dan kemana pemerintah akan mengalokasikan anggarannya. Oleh karena itu, menargetkan kelompok rumah tangga tertentu dan meningkatkan anggaran Ceibal Plan mempunyai keterbatasan masing-masing.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in