Cosmetic Consumption of Metropolitan Males in A Developing Country

Pengarang: Nezihe Figen Ersoy, Medey Yolal, Bulent Batmaz

Tahun: 2015

Nama Jurnal:  Studia UBB Negotia, LX, 3, 2015, pp.5-22

Penulis: Naura Nafisha

Ilustrasi Oleh: Kartika Putri

 

Pendahuluan

Perempuan identik dengan kelompok yang memerhatikan penampilan di mana salah satunya aspeknya berupa penggunaan kosmetik. Namun seiring berjalannya waktu, muncul perkembangan, yakni ketika laki-laki sudah mulai menggunakan produk-produk kosmetik. Penyebab dari peningkatannya konsumsi kosmetik pada laki-laki yaitu perubahan pada gender role dan peningkatan kesadaran laki-laki terhadap citra diri serta penampilannya. Sudah terdapat beberapa studi literatur terdahulu yang membahas mengenai pola konsumsi kosmetik pada kaum laki-laki di negara-negara maju. Lantas, bagaimana konsumsi kosmetik kaum laki-laki pada negara berkembang? Serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi laki-laki untuk menggunakan kosmetik?

Data dan Metodologi

Data penelitian ini didapatkan dari survey yang menggunakan kuesioner. Struktur kuesioner dibagi menjadi dua bagian dengan bagian pertama adalah scale attitude of cosmetic consumption dan bagian kedua merupakan bagian demografi. Kuesioner ini disebarkan kepada 440 responden dengan metode convenience sampling. Hanya 385 kuesioner yang akhirnya dapat digunakan untuk analisis. Responden pada penelitian ini merupakan laki-laki yang sedang berada pada tuga cosmetic department stores dan berumur diatas 18 tahun. Kekurangan dari data penelitian ini adalah respondennya merupakan laki-laki metroseksual. Peneliti mendeskripsikan laki-laki metrosexual berasal dari kata “metropolitan” dan “sexual”. Istilah ini menjelaskan seorang laki-laki kota yang berada di kota besar dan memperhatikan aspek penampilan. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Multiple Correspondence Analysis (MCA) dan Structural Equation Modelling (SEM) dengan metode Estimate Maximum Likelihood (ML)

            Peneliti memiliki 4 hipotesis pada penelitian ini. Hipotesis sebagai berikut,

H1: Self-esteem explains self-image in male consumption of cosmetic products.

H2: Self-image explains shopping behavior of males toward cosmetic products

H3: Societal beliefs explains lifestyle in male cosmetic consumption

H4: lifestyle explains shopping behavior of males in cosmetic consumption

 

Hasil dan Analisis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laki-laki yang berumur 26 hingga 40 tahun, laki-laki yang berpendapatan lebih dari 1.400 US dollar, dan laki-laki yang berpendidikan hingga sarjana akan memiliki self-image, self-esteem, gaya hidup, dan konsumsi kosmetik lebih tinggi. Sedangkan untuk laki-laki yang sudah pensiun, laki-laki yang bekerja, dan laki-laki berumur lebih dari 41 tahun cenderung memiliki self-image, self-esteem, gaya hidup, dan konsumsi kosmetik yang lebih rendah. Uniknya, penemuan lain pada penelitian ini memperlihatkan bahwa faktor kesehatan dan penuaan tidak memengaruhi konsumsi atau pembelian kosmetik. Penemuan ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Souiden dan Diagne pada tahun 2009. Namun, secara umum hasil penelitian ini masih menunjukkan adanya konsistensi dan beberapa kemiripan dengan studi-studi sebelumnya.

Untuk faktor-faktor yang memengaruhi tingkat konsumsi kosmetik pada laki-laki adalah self-esteem, lifestyle, societal beliefs, shopping, dan self-image. Penelitian ini menemukan bahwa keempat hipotesis yang telah disebutkan sebelumnya memiliki korelasi positif dan signifikan pada masing-masing hipotesisnya. Penemuan ini berarti menunjukkan bahwa self-esteem memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap self-image. Kemudian, social belief berkorelasi positif dan signifikan terhadap lifestyle. Selanjutnya, self-image memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap shopping behavior. Terakhir, lifestyle berkorelasi positif dan signifikan terhadap shopping behaviour. Berdasarkan penemuan ini maka diperoleh bagan pengaruh satu sama lain yang tertera pada tabel dibawah ini.

 

Kesimpulan

Perkembangan pola konsumsi kosmetik saat ini mulai menjangkau kelompok baru, yakni kelompok laki-laki. Perkembangan ini benar adanya pada negara Turki yang diklasifikasikan sebagai negara berkembang. Konsumsi kosmetik ini menjadi hal yang penting untuk laki-laki dalam rangka mendefinisikan self-concept, meningkatkan self-esteem, dan membuat suatu life-style baru. Penelitian ini menemukan bahwa self-esteem, self-image, social beliefs, dan lifestyle merupakan faktor-faktor penting dalam konsumsi kosmetik di kalangan laki-laki. Dari keempat faktor tersebut, dua faktor yang paling memengaruhi tingkat konsumsi kosmetik laki-laki adalah self-image dan lifestyle.

 

 

 

 

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in