Variation in Women’s Success Across PhD Programs in Economics

Percobaan Fix

Pengarang              : Leah Boustan and Andrew Langan

Tahun                      :  2019

Nama Jurnal         :  Journal of Economic Perspectives—Volume 33, Number 1—Winter
2019—Pages 23–42

Diulas oleh            : Utomo Noor Rachmanto

Ilustrasi oleh        : Norman Hasudungan

Tujuan Penelitian

Pada tahun 2017, jumlah wanita yang menjadi mahasiswa PhD di Departemen Ekonomi masih menunjukkan angka yang konstan sejak tahun 1990-an, yakni sekitar 32 persen. Jika dibandingkan dengan bidang lain seperti sains, teknik, teknologi, hingga matematika, persentase tersebut masih jauh di bawahnya. Oleh karena itu, jurnal ini memberikan beberapa saran untuk ketua departemen, komite penerimaan PhD, dan petinggi lainnya agar jumlah wanita di bidang ekonomi dapat meningkat dengan cara memberikan data baru—baik kuantitatif maupun kualitatif—tentang program PhD di bidang ekonomi untuk memahami variasi yang lebih luas dan tepat demi keberhasilan wanita di berbagai departemen.

Data

Data kuantitatif didapatkan dari dua sumber, yaitu yang pertama dari survei tahunan terbaru yang tersedia untuk departemen pascasarjana yang dilakukan oleh the Committee on the Status of Women in the Economics Profession (CSWEP). Survei yang dilakukan oleh CSWEP tersebut berisi informasi tentang jumlah pria dan wanita yang lulus dari setiap program setiap tahunnya dan jumlah penempatan pasar kerja berdasarkan jenis pekerjaan dan gender. Kedua, daftar nama yang dikumpulkan dari Departemen Ekonomi untuk tingkat PhD di Amerika Serikat dari 1994-2017. Dari kedua data tersebut, peneliti mengaitkan data mahasiswa dari berbagai departemen dan almamater untuk memeriksa jenjang karir pertamanya setelah lulus, seperti penempatan, promosi, dan publikasi yang telah dihasilkan.

Sedangkan, data kualitatif diperoleh dengan cara mengadakan serangkaian wawancara yang dirancang untuk mempelajari lebih lanjut tentang variasi dalam dinamika dan kultur mengenai pengajaran di pascasarjana Departemen Ekonomi. Peneliti melakukan 31 wawancara dengan mahasiswa di beberapa fakultas dan alumni dari 5 departemen, dengan rincian dua alumni mendapatkan kesuksesan yang relatif baik untuk wanita, dua mendapatkan kesuksesan yang relatif buruk untuk wanita, dan satu alumni yang berada di tengah-tengahnya. Semua wawancara dilakukan oleh Leyla Mocan, seorang mahasiswa Magister Kebijakan Publik di Woodrow Wilson School di Princeton.

Pembahasan

Jurnal ini dibagi menjadi 2 bahasan utama: bagian pertama membahas 4 aspek berdasarkan data kuantitatif dan bagian kedua membahas lebih mendalam mengenai variasi dalam dinamika dan kultur pengajaran berdasarkan data kualitatif yang didapatkan dari hasil wawancara.

1. Proporsi wanita yang lulus dari PhD Departemen Ekonomi

Bagian ini memberikan fakta baru mengenai variasi proporsi wanita yang lulus dari program PhD Departemen Ekonomi dengan menganalisis jumlah mahasiswa yang masuk dan lulus dari program PhD di 88 dari 127 Departemen Ekonomi yang merespon survei dari CSWEP. Peneliti membagi data menjadi dua bagian: mahasiswa yang lulus antara tahun 1994-2005 dan tahun 2006-2017. Berdasarkan data tersebut, hasil menunjukkan bahwa terdapat variasi yang luas dalam proporsi wanita yang lulus dari PhD Ekonomi selama 30 tahun terakhir, mulai dari 10 persen hingga lebih dari 50 persen per tahunnya. Variasi ini dapat dijelaskan karena adanya perbedaan dalam jalur penerimaan di awal PhD daripada perbedaan tingkat kesulitan dari Departemen Ekonomi. Dari tahun 1990 hingga 2010, banyak departemen yang telah meningkatkan jumlah mahasiswa wanitanya. Namun, proporsi wanita di program PhD cenderung menjadi karakteristik yang kuat, sehingga komposisi gender di suatu departemen cenderung turun dari waktu ke waktu.

2. Korelasi dengan beberapa karakteristik dari departemen

Perbedaan dalam proporsi wanita yang berada di PhD Departemen Ekonomi berkorelasi dengan beberapa karakteristik dari departemen tersebut, diantaranya: ranking departemen yang berasal dari US News & World Report, proporsi pengajar wanita, bidang penjurusan yang ada di fakultas tersebut, ukuran rata-rata saat memasuki kelas, proporsi dari mahasiswa non-Amerika Serikat, dan lokasi institusi di kota dengan area kecil, sedang, dan besar.

1

Tabel 1 di atas menjelaskan hasil regresi dari proporsi wanita yang lulus di program PhD Departemen Ekonomi dengan beberapa karakteristik. 6 kolom pertama menggambarkan setiap karakteristik secara terpisah dan berurutan, sementara kolom ketujuh memasukkan seluruh variabel kontrol. Kolom ketujuh membuktikan bahwa kenaikan 10 persen dari proposi pengajar wanita berdampak pada kenaikan 2.5 persen dari mahasiswa wanita di program PhD. Selain itu, karakteristik lain seperti letak institusi di 15 area metro terbesar di Amerika Serikat juga berdampak positif terhadap proporsi mahasiswa wanita. Sementara itu, semakin rendah ranking dari US News & World Report, proporsi mahasiswa wanita justru semakin bertambah. Di sisi lain, bidang penjurusan yang ada di fakultas, jumlah mahasiswa per angkatan di program studi, dan proporsi dari mahasiswa non-Amerika Serikat tidak berdampak terhadap keseimbangan gender

3. Keberhasilan awal karir berdasarkan gender

24 5 3
Pada bagian ini, peneliti ingin menguji perbedaan di keberhasilan awal karir dari program PhD Ekonomi berdasarkan gender. Peneliti mengestimasi data pria dan wanita yang lulus dari program yang sama untuk tingkat keberhasilan seperti penempatan akademik, peringkat penempatan, dan lainnya. Gambar 3 di atas adalah grafik mengenai tingkat penempatan kerja berdasarkan gender untuk lulusan dari 88 program PhD dari tahun 1994-2017. Terdapat 5 kategori penempatan kerja, yaitu pekerjaan di Departemen Ekonomi program doktoral di AS, pekerjaan akademik lainnya di AS, pekerjaan sektor swasta di AS, pekerjaan sektor publik di AS, serta pekerjaan di luar AS. P-value dari setiap grafik mengindikasikan bukti yang kuat untuk menolak null hypothesis (H0). Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita yang bekerja di departemen doktoral di AS (grafik 3A). Dengan kata lain, wanita dan pria yang lulus dari departemen yang sama kemungkinan besar akan ditempatkan di departemen doktoral di AS. Sementara itu, wanita cenderung untuk diterima di pekerjaan akademik lainnya di AS (grafik 3B) dan pria cenderung untuk diterima di pekerjaan di luar AS (grafik 3E).

Selain itu, peneliti juga membandingkan peringkat publikasi dan promosi dari setiap gender yang difokuskan pada lulusan PhD dari 22 Departemen Ekonomi terbesar di AS dari tahun 1987-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketimpangan dalam peringkat penempatan antara lulusan pria dan wanita dari program yang sama ialah 4.8 poin. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa pria menerbitkan lebih banyak jurnal ekonomi di Top 5 jurnal ekonomi (American Economic Review (kecuali Papers and Proceedings), Quarterly Journal of Economics, Econometrica, Journal of Political Economy, and Review of Economic Studies) dan Top 55 jurnal ekonomi dalam 7 tahun setelah kelulusannya. Rata-rata ketimpangan dalam publikasi jurnal di Top 55 antara lulusan pria dan wanita dari program yang sama ialah 0.58. Terakhir, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita—relatif terhadap pria dari almamater mereka—cenderung lebih sedikit untuk dipromosikan menjadi associate atau profesor di bidang ekonomi dalam sepuluh tahun setelah kelulusan PhD.

4. Rangkuman perbedaan dalam kesuksesan relatif untuk wanita

6

Peneliti merangkum seluruh variasi di berbagai departemen mengenai kesuksesan relatif untuk wanita, seperti tingkat kelulusan, penempatan ke pekerjaan akademik, dan kinerja penelitian. Tabel 2 memberi peringkat kepada 22 program PhD secara anonim dari label “A” yang merupakan best outcomes untuk mahasiswi pascasarjana hingga label “V” yang merupakan worst outcomes untuk mahasiswi pascasarjana—relatif terhadap pria dalam program mereka. Peneliti membagi program pascasarjana menjadi 5 kategori: best, better, neutral, worse, dan worst. Rata-rata outcomes untuk setiap kategori dirangkum menjadi tiga bagian (best & better, neutral, serta worse & worst) pada tiga baris terakhir di tabel 2.

Sementara itu, Checkmarks (✓) mengindikasikan departemen yang berasal dari top 10 persen (✓✓) atau top 25 persen (✓) dari 22 departemen. Sementara simbol (×) berarti departemen tersebut berada pada bottom 10 persen (××) atau bottom 25 persen (×). Namun, label dengan best atau better departemen tidak menjamin bahwa departemen tersebut memiliki peringkat yang bagus untuk semua kategori, seperti Departemen B yang mempunyai tingkat penempatan yang rendah atau bahkan Departemen A yang mempunyai tingkat retention yang rendah. Begitu pula label dengan worse atau worst dapat memiliki hasil yang baik untuk beberapa kategori, seperti Departemen V yang memiliki peringkat penempatan yang sangat tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan variasi yang cukup luas untuk kesuksesan relatif bagi wanita di program PhD. Sebagai contoh, wanita yang lulus dari departemen dengan better relative outcomes mempunyai peringkat penempatan yang lebih tinggi 9 persen dari pria. Sebaliknya, wanita yang lulus dari departemen dengan worse relative outcomes mempunyai peringkat penempatan yang lebih rendah 8 persen dari pria. Akan tetapi dari semua variasi yang dianalisis, pria lebih cenderung untuk menerbitkan jurnalnya di Top Journals daripada wanita tujuh tahun setelah kelulusan. Dengan kata lain, hasil tersebut menunjukkan bahwa wanita menghadapi serangkaian hambatan yang sama dalam awal karir mereka terlepas dari institusi mana mereka berasal.

Kesimpulan

Peneliti menganalisis dan merangkum variasi substansial dalam representasi wanita dan keberhasilan dalam karir awal wanita di seluruh program PhD Departemen Ekonomi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa terdapat perbedaan besar dalam kultur dan praktik dalam program PhD Ekonomi, perbedaan tersebut membagi institusi dengan better relative outcomes atau worst relative outcomes bagi wanita. Indikator penting agar institusi tersebut dapat disebut better atau worst adalah jumlah dosen wanita, kemudahan dalam menghubungi advisor, kultur seminar, dan kesadaran akan ketimpangan gender.

Studi yang membahas tentang ketimpangan gender di bidang ilmiah dan teknis biasanya hanya berfokus pada tingkat pendidikan awal, seperti perbedaan perlakuan berdasarkan gender di Sekolah Menengah Atas atau bahkan di tempat kerja. Hal tersebut menekankan bahwa lingkungan belajar di universitas menjadi peran yang potensial dalam mendukung budaya dan praktik yang bermakna dalam mendukung dan mendorong wanita untuk terjun ke bidang ekonomi. Peneliti juga berharap bahwa penelitian ini akan membantu untuk menginformasikan diskusi yang akan dan sedang berlangsung di Departemen Ekonomi agar setiap lulusannya dapat meraih hasil yang terbaik.

 

 

 

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in