The Determinants of Box Office Revenue for Horror Movies

gtest

Penulis              : Neil Terry, Robert King, dan Jeri J. Walker

Tahun               : 2010

Jurnal              : Journal of Global Business Management

Diulas oleh    : Aby Dwi P. (Ilmu Ekonomi 2016)

Ilustrasi oleh: Cassya D. (Ilmu Ekonomi 2017)

 

Latar Belakang

            Pada awal kemunculannya, film horor dibuat untuk memberikan rasa takut dan kaget kepada penontonnya sebagai perasaan yang jarang dijumpai di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat pada umumnya. Dahulu, film horor hanya menampilkan karakter-karakter seperti Dracula, Zombie, Frankenstein, Mummy, dan Wolfman. Baru pada tahun 1937, rilis film horor yang bersifat “kehantuan” seperti contoh The Exorcist, Amityville Horror dan Poltergeist. Selain itu, pada masa ini juga hadir kemunculan sosok-sosok serial killer seperti Michael Myers dalam film Halloween, Freddy yang membunuh dari dalam mimpi serta Jason yang berkeliaran membunuh muda-mudi dalam film Friday the 13th. Film horor terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Sama seperti genre lainnya, film ini juga memiliki pasang surut dan dapat terlihat dari seberapa banyak pendapatan dari film tersebut. Tidak banyak film horor yang berhasil menjadi film blockbuster dan berpenghasilan di atas $100 juta dan oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu faktor apa saja yang dapat mempengaruhi peningkatan penerimaan film horor.

 

Metodologi dan Data

Sampel yang digunakan dalam penelitian kali ini berasal dari 225 film yang rilis pada rentang waktu 1978 hingga 2010 dan dikategorikan sebagai film horror oleh boxofficemojo.com – sebuah website yang menyediakan data mengenai dunia box offices secara komprehensif. Selain itu, untuk mendapatkan data mengenai pendapatan sebuah film, tanggal rilis, genre, rating, dan variabel bebas lainnya, peneliti menggunakan website Movies.com, Oscars.org, WorldwideBoxoffice.com, boxofficemojo.com, imdb.com, dan the-numbers.com sebagai referensi.

Model yang digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi pendapatan dari film horror adalah sebagai berikut:

Dimana BOXOFFICE adalah pendapatan domestik dari sebuah film yang sudah disesuaikan terhadap inflasi menggunakan tahun 2010 sebagai tahun dasar. THEATRES adalah jumlah teater yang menampilkan film tersebut di minggu pertama pembukaannya. HOLIDAY adalah variabel kategori dimana 1 berarti film tersebut dirilis pada saat musim liburan saat/atau sebelum halloween atau Jumat tanggal 13; 0 sebaliknya. CRITIC adalah persentase komposit rating yang diberikan oleh sekelompok kritikus film. SEQUEL adalah variabel kategori dimana 1 berarti film tersebut memiliki sekuel sedangkan 0 sebaliknya. Sedangkan COMEDY, SLASHER, VAMPIRE, dan ZOMBIE merupakan variabel kategori yang menunjukkan genre dari sebuah film dimana 1 berarti termasuk ke dalam genre tersebut dan 0 sebaliknya. RESTRICTED adalah variabel kategori yang menunjukkan apabila film tersebut diberi rating R, 0 apabila sebaliknya. NUDITY adalah variabel kategori dimana 1 menunjukkan apabila di film tersebut terdapat ketelanjangan karakter perempuan yang dinilai frontal dan 0 sebaliknya. Terakhir, BUDGET menunjukkan estimasi biaya produksi dan promosi yang telah disesuaikan terhadap inflasi menggunakan tahun 2010 sebagai tahun dasar.

Screenshot (538)

Tabel di atas adalah deskripsi statistik setiap variabel yang digunakan di dalam model ini.  Film dengan pendapatan terbesar yang dijadikan sampel ini adalah Twilight: New Moon yang rilis pada tahun 2009. Jumlah teater yang dibuka terbanyak pada minggu pertama perilisan film jatuh kepada Twilight: Eclipse dan di posisi kedua ditempati oleh Twilight: New Moon. Dari sisi kritik, Evil Dead 2 adalah film yang paling banyak mendapatkan ulasan positif tertinggi pada tingkat 98% sedangkan yang terendah jatuh kepada One Missed Call tanpa adanya ulasan positif satu pun. Pada data variabel anggaran untuk film, Paranormal Activity menempati posisi paling minim dengan hanya menggunakan  $15.355 dan yang memiliki anggaran paling besar adalah Van Helsing dengan $198,4 juta.

 

Hasil dan Kesimpulan

002

 

Tabel di atas menunjukkan hasil OLS dari  model yang telah dibuat. Terdapat dua model yang diregresi, pertama tanpa memasukkan variabel kontrol yakni anggaran dan kedua dengan menginkorporasikan variabel anggaran (BUDGET) sebagai variabel kontrol. Dua model digunakan untuk  melihat robustness dari setiap variabel yang digunakan. Penjelasan hasil variabel akan dijelaskan pada tabel di bawah ini.

 

No Variabel Ekspektasi Hasil Regresi Penjelasan
1. Jumlah teater yang dibuka pada awal kemunculan film

THEATERS

+ +

Signifikan

Semakin banyak teater yang dibuka, semakin besar pendapatan sebuah film. Jumlah teater yang dibuka menunjukkan animo masyarakat terhadap sebuah film.
2. Waktu perilisan film

HOLIDAY

+ + Apabila film dirilis pada waktu liburan atau waktu-waktu unik seperti sebelum halloween atau pada saat Friday the 13th maka akan menarik minat masyarakat untuk menonton film horor. Namun temuan ini tidak mendukung hipotesis yang dibuat oleh peneliti.
3. Persentase komposit rating yang diberikan oleh sekelompok kritikus film

CRITIC

+ +

Signifikan

Rating positif tinggi yang diberikan oleh masyarakat meningkatkan minat dan keingintahuan seseorang untuk menyaksikan film tersebut.
4. 1= Film Sekuel

0= Bukan Film Sekuel

SEQUEL

+ +

Signifikan

Sama seperti film bergenre lain, apabila suatu film memiliki sekuel maka ceteris paribus film tersebut berkemungkinan untuk memiliki fans tetap yang akan menyaksikan lanjutan dari film-film tersebut.
5. 1= Film Horror Komedi

0= Bukan Film Horror Komedi

COMEDY

+/- Meskipun tidak signifikan, hasil negatif ini menunjukkan apabila masyarakat kurang menyukai film horor yang bergenre komedi.
6. 1= Film Horror Pembunuhan

0= Bukan Film Horror Pembunuhan

SLASHER

+/- +

Signifikan

Selain karena 81 dari 225 sampel yang digunakan merupakan film slasher. Dengan beberapa pengecualian, film horor biasanya tidak menggunakan aktor-aktor A-list dengan pengakuan nama besar. Bintang sejati dalam genre film horor adalah karakter yang familiar seperti Jason dan Jigsaw sehingga lebih mendapatkan atensi dari masyarakat.
7. 1= Film Horror Vampir

0= Bukan Film Horror Vampir

VAMPIRE

+/- + Meskipun pernah mengalami kejayaan dengan kehadiran series film Twilight, genre vampir bukanlah yang paling diminati oleh masyarakat dahulu, sehingga hasilnya tidak signifikan.
8. 1= Film Horror Zombie

0= Bukan Film Horror Zombie

ZOMBIE

+/-

Signifikan

Selain karena hanya 15% dari keseluruhan sampel, film bergenre ini bukanlah yang memberikan pendapatan di atas $100 juta pada umumnya.

 

(Opini pengulas: belum memasukkan keberhasilan film Resident Evil dan World War Z karena data hanya sampai 2010)

9. 1= Memiliki rating “R”

0= Bukan rating “R”

RESTRICTED

Signifikan

Beberapa orang beranggapan bahwa film bioskop adalah family product. Sehingga rating “R” membuat produsen kehilangan beberapa pasar orang dewasa karena larangan bagi anaknya untuk dapat menyaksikan sebuah film.
10. 1= Memiliki unsur ketelanjangan pada karakter perempuan

0= Sebaliknya

NUDITY

+ Peneliti berekspektasi apabila aspek ketelanjangan pada karakter perempuan akan meningkatkan atensi penonton laki-laki, namun justru hasilnya adalah negatif meskipun tidak signifikan.
11. Ongkos pembuatan film baik itu produksi maupun promosi

BUDGET

+ +

Signifikan

Ongkos yang besar memiliki kemampuan untuk menarik perhatian masyarakat. Film dengan ongkos yang besar menggunakan anggarannya untuk menggunakan artis yang terkenal, efek visual yang mutakhir, dan promosi yang inklusif.

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in