HOUSEHOLD SAVING AND MARRIAGE PAYMENTS: EVIDENCE FROM DOWRY IN INDIA

Samlekum

Penulis             : S. Anukriti, Sungoh Kwon, dan Nishith Prakash

Tahun              : 2018

Jurnal              : Department of Economics Working Paper Series, University of Connecticut

Publisher         : University of Connecticut

Diulas oleh: Daniera Nanda (Ilmu Ekonomi 2016)

Ilustrasi oleh: Stevannie Gunawan (Ilmu Ekonomi 2017)

 

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini menjelaskan bagaimana pasar pernikahan tradisional mempengaruhi keputusan keuangan rumah tangga. Lebih spesifiknya adalah meneliti bagaimana pembayaran pernikahan mempengaruhi perilaku menabung di pedesaan India. Pembayaran pernikahan tersebut lebih kita kenal sebagai mahar atau mas kawin. Walaupun telah dinyatakan ilegal pada 1961, mahar tetap dibayarkan pada 95% pernikahan yang terjadi dari tahun 1960 sampai 2008 (berdasarkan data REDS 2016). Di India, mahar biasanya diberikan dari pihak perempuan ke pihak laki-laki. Oleh karena itu biaya mahar akan lebih tinggi untuk keluarga dari anak perempuan dibanding keluarga dari anak laki-laki. Salah satu cara membiayai mahar adalah dengan meminjam uang. Namun, hambatan kredit dan yang paling utama, mahar yang dianggap ilegal, membuat sektor formal tidak dapat memberikan pendanaan dengan tujuan untuk membayar mahar. Cara alternatif untuk meningkatkan likuiditas demi membayar mahar di masa depan adalah dengan menabung.

DATA DAN LATAR BELAKANG

Peneliti menggunakan data Rural Economic and Demographic Survey (REDS) tahun 2006. REDS berisi informasi yang detail mengenai tabungan, pembayaran mahar, labor supply, serta variabel ekonomi dan demografi lainnya. Sedangkan untuk data fertilitas, sex-selection, dan investasi pada anak di pedesaan, peneliti menggunakan Demographic Health Survey of India, atau lebih dikenal sebagai National Family Health Survey (NFSH)

  1. Expected Dowry (Mahar)

REDS melaporkan nilai dari hadiah yang diterima pada 17.401 pernikahan yang terjadi dari tahun 1986 sampai 2007. Peneliti menghitung net dowry sebagai selisih dari pembayaran yang dilakukan oleh pihak perempuan dengan pembayaran yang dilakukan oleh pihak laki-laki dan dideflasikan menggunakan Consumer Price Index (CPI) tahun 2005. Mayoritas populasi menujukkan pembayaram net dowry yang positif terhadap pihak laki-laki.

Peneliti membangun sebuah asumsi untuk menciptakan data ekspektasi. Peneliti berasumsi bahwa rumah tangga akan menggunakan informasi dari actual dowries untuk membentuk ekspektasi. Setelah seorang anak lahir, orang tua akan membentuk ekspektasi mengenai mahar yang akan mereka bayar atau terima dengan mengamati pernikahan yang terjadi di lingkungan sekitar atau kelompok sosial mereka.

Peneliti mendefinisikan expected dowry sebagai rata-rata net dowry yang dibayar atau diterima dari kasta dan daerah yang sama. Hal ini didukung oleh data yang menunjukkan bahwa hanya 4,4% wanitia di India yang menikah dengan pasangan berbeda kasta. Faktanya, praktek endogamy (preferensi horizontal untuk menikah dengan orang yang sama kasta) telah berlangsung selama ribuan tahun lamanya di India. Walaupun kasta adalah sebuah fenomena dari agama Hindu, agama lain di India juga menjaga budaya hierarki tersebut. Pernikahan beda agama bahkan lebih tidak umum dibanding pernikahan beda kasta. Selain itu, kurang dari 4% populasi telah pindah daerah.

Peneliti memiliki sampel data yang terdiri dari 4 grup kasta (upper castes, SCs, Scheduled tribes (STs), dan Other Backward Classes (OBC)), 17 daerah, dan 22 tahun. Sampel-sampel tersebut menghasilkan 1285 grup yang diklasifikasikan berdasarkan kasta, daerah, dan tahun.

  1. Savings

Menggunakan informasi yang detail dari REDS peneliti menentukan pengukuran dari tingkat tabungan rumah tangga yaitu jumlah tabungan, tabungan pada institusi finansial, tabungan pada perhiasan, tabungan pada ternak, investasi pasar, dan tabungan pada barang tahan lama. Variabel aliran tabungan (flow of savings) ditentukan berdasarkan nilai dari setiap barang yang dibeli (deposit) dan dijual (withdrawals) selama tahun-tahun sebelum survey dilakukan. Informasi mengenai berbagai bentuk tabungan digunakan untuk membantu peneliti menangkap substitusi diantara bentuk tabungan yang berbeda-beda.

  1. Variabel Lain

Peneliti menggunakan variabel lain seperti jumlah hari kerja orang tua, fertilitas, dan rasio jenis kelamin dari anak. REDS 2016 menyediakan data jumlah hari bekerja dari tahun 1986 dan data tersebut peneliti gunakan untuk membangun panel data dari parent’s labor supply. Menurut data, rata-rata tahun sekolah untuk Ayah adalah 7 tahun sedangkan untuk Ibu adalah 4 tahun. OBC adalah kasta paling banyak dalam survey yaitu sebanyak 45%, diikuti dengan upper castes (29%), SC (17%), dan ST (9%). Untuk agama, Hindu merupakan agama mayoritas sebanyak 89%, diikuti dengan Muslim (6%), dan Sikhs (4%). Selain itu, data menunjukkan bahwa 43% dari sample adalah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

  1. Sample-selection Criteria

Pertama, peneliti membatasi sampel rumah tangga dimana semua anak-anaknya memiliki ibu yang sama. Hal tersebut mengurangi sampel sebanyak 17,74%. Alasannya adalah ketika sebuah rumah tangga memiliki ibu lebih dari satu maka keluarga tersebut akan memiliki lebih dari satu anak pertama. Kedua, peneliti membatasi sampel rumah tangga dimana anak pertama mereka masih hidup. Ketiga, peneliti membatasi sampel rumah tangga dimana anak pertama mereka belum menikah dan tinggal bersama dengan keluarga untuk meneliti bagaimana tabungan terpengaruh sebelum anak menikah.

MODEL PENELITIAN

Peneliti memanfaatkan fakta bahwa orang tua dengan perempuan sebagai anak pertama cenderung memiliki anak perempuan yang lebih banyak secara rata-rata daripada orang tua dengan laki-laki sebagai anak pertama. Hal ini disebabkan oleh son-biased stopping rule yaitu sebuah perilaku dimana orang tua cenderung berhenti untuk memiliki anak setelah anak laki-laki dilahirkan dibandingkan anak perempuan. Selain itu, generasi pendahulu memiliki kebiasaan untuk melakukan praktek aborsi untuk menyeleksi jenis kelamin anak. Anak laki-laki dianggap bisa untuk mewarisi harta kekayaan dan memberikan keuntungan secara ekonomi di masa depan dibanding anak perempuan yang justru memberikan beban kepada orang tua untuk membayar mahar ketika menikah nanti. Daripada membandingkan antara keluarga anak laki-laki dengan keluarga anak perempuan, peneliti lebih memilih membandingkan antara keluarga yang memiliki perempuan sebagai anak pertama (FG) dan keluarga yang memiliki laki-laki sebagai anak pertama (FB).

  1. Model Savings

Untuk meneliti apakah FG menabung lebih banyak daripada FB, peneliti membangun sebuah model berikut:

1

Dimana:

Saving icst 2008         : berbagai pengukuran aliran tabungan per kapita tahunan dari rumah tangga i, kasta c, dan daerah s yang anak pertamanya lahir di tahun t.

FirstGirl I                    : mengindikasikan bahwa anak pertama pada rumah tangga i adalah perempuan

Dowry cst                   : expected dowry yang didefinisikan sebagai rata-rata mahar yang dibayar oleh pihak perempuan dari kasta c di daerah s yang menikah pada saat anak pertama dilahirkan

B1                               : menangkap perbedaan respon dari keluarga FG terhadap expected dowry relatif terhadap respon dari keluarga FB

B2                               : menangkap bagaimana tabungan pada keluarga FB merespon terhadap penerimaan mahar

Xi                                : vektor kovariat yang terdiri dari lama tahun sekolah orang tua, agama, dan bulan survei

Untuk mengeluarkan efek yang campur aduk dari kasta, daerah, dan tahun, peneliti mencoba mengontrol interaksi fixed effects untuk faktor-faktor tersebut. Misalnya:

  • Jika satu kasta lebih kaya dan menabung lebih banyak dari kasta yang lain maka efek tersebut akan ditangkap oleh variabel caste fixed effects (Wc)
  • Jika terdapat variasi daerah atau waktu pada status kekayaan dari kasta-kasta, peneliti menangkap efek tersebut pada variabel state-caste fixed effects dan caste-year fixed effects
  • State-year fixed effects akan menangkap perbedaan tren dari daerah dalam hal kemakmuran ekonomi
  • Jika respon fertilitas terhadap perempuan sebagai anak pertama berbeda antar kasta, daerah, atau tahun disebabkan oleh perbedaan preferensi memiliki anak laki-laki, maka hal tersebut akan ditangkap di variabel nc Firstgirl i, ns Firstgirl i, dan nt Firstgirl i

Untuk menghapus main effect dari dowry cst maka spesifikasi dimodifikasi sebagai berikut: (menghilangkan variabel dowry cst)

2          2. Model Fertility dan Sex Selection

Sangat mungkin bila fertilitas secara langsung dipengaruhi oleh expected dowry jika keluarga FG merespon dengan meningkatkan seleksi jenis kelamin dari kelahiran selanjutnya (untuk mendapatkan kompensasi dari memiliki anak laki-laki yang akan menerima mahar). Hal tersebut dapat menurunkan tingkat fertilitas dan ukuran keluarga (household size/ jumlah anggota keluarga). Model adalah sebagai berikut:

3

Dimana Y icst adalah variabel yang menunjukkan jumlah anak pada keluarga i, kasta c, daerah s, dan tahun t.

       3. Model Labor Supply

Jenis kelamin anak pertama dapat mempengaruhi waktu kerja orang tua. Menurut hipotesis peneliti, orang tua dari FB akan meningkatkan waktu istirahat (leisure) dan orang tua dari FG akan meningkatkan jam kerja (labor supply) karena expected dowry mempengaruhi keputusan mereka dalam mengalokasikan waktu. Peneliti fokus pada jam kerja dari ayah karena faktanya 89% ibu melaporkan ibu rumah tangga sebagai pekerjaan utama mereka. Model adalah sebagai berikut:

4

Dimana Lit’ adalah jumlah jam bekerja dalam tahun t’

Hasil dan Analisis

  1. Savings

56

Dari tabel hasil regresi, peneliti mendapatkan temuan yang sangat penting yaitu: prospek dari biaya mahar yang tinggi menyebabkan terjadinya peningkatkan tabungan. Jika expected dowry meningkat, keluarga FG secara signifikan meningkatkan tabungan per kapita tahunan relatif terhadap keluarga FB. Peningkatan tabungan yang terjadi berbentuk tabungan formal pada institusi finansial dan bukan dalam bentuk perhiasan atau logam mulia yang biasa diberikan sebagai mahar. Pola perilaku menabung ini konsisten dengan fakta bahwa akses institusi dan instrumen finansial di pedesaan India dan sifat dari perhiasan yang kurang likuid dibandingkan tabungan pada bank. Perlu digarisbawahi, penemuan ini tidak mengemukakan bahwa perhiasan bukan lagi menjadi bagian yang penting dari mahar. Namun, penemuan menunjukkan bahwa orang tua tidak menabung untuk mahar dalam bentuk perhiasan terlebih dahulu. Mereka cenderung memanfaatkan tabungan pada institusi finansial untuk membeli perhiasan pada saat menjelang pernikahan.

        2. Fertility dan Sex Selection

7

Penemuan kedua menyatakan bahwa expected dowry adalah faktor yang tidak signifikan menjelaskan perbedaan fertilitas dan seleksi jenis kelamin. Penemuan ini dianggap penting karena masyarakat menganggap bahwa mahar adalah penyebab yang mendasari perilaku menginginkan anak laki-laki di India. Ternyata secara statistik pernyataan tersebut dapat dibantah.

       3, Labor Supply

8

Peneliti menemukan bahwa peningkatan tabungan dari keluarga FG disebabkan oleh peningkatan pendapatan. Peningkatan pendapatan tersebut ternyata dihasilkan dari bertambahnya jumlah jam kerja ayah dari keluarga FG. Hal tersebut berhasil dibuktikan secara statistik. Peneliti juga menemukan bahwa saudara laki-laki dalam keluarga FG menurunkan jumlah tahun sekolah ketika expected dowry meningkat. Hal ini karena mereka harus bekerja lebih banyak untuk ikut serta membiayai mahar saudara perempuan mereka.

Kesimpulan

Banyak sekali literatur ilmiah yang menunjukkan bahwa budaya sangat mempengaruhi hasil ekonomi (economic outcome). Secara spesifiknya, telah banyak penelitian yang mempelajari mengenai pentingnya pengaruh norma budaya pernikahan terhadap keputusan ekonomi rumah tangga. Walaupun penelitian mengenai pembayaran pernikahan (dari pihak wanita ke pihak laki-laki) telah banyak dilaksanakan di beberapa negara berkembang, ekonom belum juga menginvestigasi secara langsung pengaruhnya terhadap keputusan keuangan, child-bearing, dan investasi human capital pada anak. Hal ini karena data yang terbatas dan strategi identifikasi yang kurang kredibel. Untuk itu lah penelitian ini hadir untuk menunjukkan hubungan antara mahar dan hal-hal tersebut. Saran bagi pemerintah berdasarkan penelitian ini adalah mencoba untuk memperhatikan konteks budaya ketika sedang membuat sebuah kebijakan.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in