Google and Suicides: What Can We Learn About the Use of Internet to Prevent Suicides?

A

Penulis: Vincent Chandler

Tahun: 2017

Nama Jurnal: The Royal Society of Public Health 154 (2018) 144-150

Dulas oleh Utomo Noor dan Gilbert, Ilustrasi oleh Rizki Fajar

Tujuan Penelitian

Pada tahun 2014, bunuh diri pernah menjadi penyebab kematian ke-9 bagi masyarakat di Amerika, bahkan menjadi penyebab kematian ke-2 bagi pemuda usia 20-24 tahun. Internet telah menjadi salah satu sarana yang penting untuk mencegah bunuh diri mengingat orang-orang menghabiskan rata-rata waktunya lebih dari 20 jam per minggunya secara online. Selain itu, internet juga menjadi platform yang sangat baik untuk membahas topik tabu seperti itu karena bersifat anonim.

Jurnal ini meneliti hubungan statistik antara kecenderungan untuk mencari istilah yang terkait dengan bunuh diri di Google dengan jumlah kasus bunuh diri. Total sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 5388 observasi yang berasal dari 50 Negara Bagian Amerika Serikat dengan rentang waktu Januari 2006 hingga November 2014.

Data

Data pencarian di Google disediakan oleh Google Trends. Website ini menyediakan data untuk mencari kata kunci tertentu dari pengguna Google. Selama bulan desember 2016, data berhasil dikumpulkan dari beberapa kata kunci berikut: suicide + kill myself + kill maself + kill me + want to die + wanna die + suicidal – squad. Tanda ‘+’ berarti ‘or’ dan tanda ‘-‘ berarti ‘not’. Lucunya, istilah squad dihilangkan untuk menghindari kekeliruan dengan film ‘Suicide Squad’ yang rilis tahun 2016. Sebenarnya, data dari Google Trends tersedia mulai 2004-2016, tetapi penulis membatasi data dengan interval 2006-2014 karena tiga alasan. Pertama, observasi pada tahun 2004 sudah tidak relevan. Kedua, Google belum terlalu banyak penggunanya di bagian awal. Terakhir, data bunuh diri dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak tersedia lagi setelah 2014. Oleh karena itu, data yang digunakan hanya dari tahun 2006 hingga 2014.

Metodologi

Masalah utama dari penelitian ini adalah menyensor data karena CDC tidak melaporkan datanya ketika angka bunuh diri di bawah 10 per bulan di suatu negara. Dua metode dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pertama, dengan menggunakan tobit regression. Metode ini memungkinkan untuk menggunakan seluruh sampel yang ada, tetapi tidak dapat mengetahui efek tetap di setiap negara dan tidak bisa mengklaster standard error dengan tepat. Kedua, penulis melakukan regresi hanya untuk negara yang angka kasus bunuh dirinya di atas 10 per bulan. Metode ini dapat mengetahui efek tetap di setiap negara dan dapat mengklaster standard error meskipun tidak dapat menggunakan seluruh sampel yang ada. Walaupun kedua metode tersebut menghasilkan estimasi yang sangat mirip, penulis cenderung lebih memilih metode tobit karena menggunakan seluruh sampel yang ada. Berikut adalah persamaan regresinya:

google1

Rasio bunuh diri di suatu negara didefinisikan sebagai berikut:

google2

Di mana ‘k’ adalah bulan di suatu negara ‘i’yang memiliki rasio bunuh diri tertinggi pada periode 2006-2010.

Variabel dependen kontemporer, lagged, dan forward menunjukkan hubungan tentang waktu pencarian di Google dengan jumlah kasus bunuh diri. Variabel kontemporer mengindikasikan efek jangka pendek, di mana kecenderungan untuk mencari di Google dengan jumlah kasus bunuh diri terjadi pada bulan yang sama. Variabel lagged menunjukkan efek jangka panjang, di mana hubungan antara dua hal tersebut terjadi pada bulan sebelum bulan yang bersangkutan. Contohnya, kecenderungan pencarian di Google pada Mei 2010 dapat menjelaskan kecenderungan bunuh diri pada bulan Juli 2010. Dengan kata lain, variabel ini membantu kita memahami sejauh mana orang berpikir tentang bunuh diri. Terakhir, variabel forward mengungkapkan hubungan antara kecenderungan pencarian pada bulan Agustus 2010 dan kecenderungan bunuh diri pada bulan Juli 2010, misalnya. Jika korelasinya positif, teman dan kerabat yang tinggal di negara tempat bunuh diri pada suatu bulan melakukan pencarian terkait dengan bunuh diri berbulan-bulan berikutnya. Selain itu, untuk lebih memperkuat hasilnya, variabel kontrol seperti tingkat pengangguran dan tingkat perceraian juga ditambahkan ke analisi regresi.

Penulis membagi hasil penelitiannya menjadi empat dependent variable yang berbeda. Pertama, peneliti mempelajari jumlah kasus bunuh diri secara keseluruhan populasi (tobit result) dan sebagian populasi. Kedua, peneliti membedakan antara bunuh diri yang dilakukan oleh pemuda (usia 16-35 tahun) dan dewasa (usia >35 tahun). Ketiga, peran gender mengambil alih untuk membedakan bunuh diri yang dilakukan oleh pria dan wanita. Terakhir, penulis memilah sampel dalam dua periode, yaitu sebelum 2010 dan sesudah 2010.

Hasil

google3

Tabel 1 menunjukkan bukti bahwa kecenderungan pencarian di Google berkorelasi positif dan signifikan dengan total bunuh diri pada suatu bulan dan di negara yang sama. Baik metode yang memakai sebagian negara maupun metode tobit menunjukkan hasil yang sangat mirip. Kenaikan 1 persen pada kecenderungan untuk mencari kata kunci yang berkaitan dengan bunuh diri di Google berkaitan dengan kenaikan kecenderungan untuk bunuh diri di bulan itu (tabel 1, kolom 6). Dengan memasukkan beberapa perhitungan lain, peningkatan satu persen pada kecenderungan untuk mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri berkorelasi dengan peningkatan 54 kematian per tahun di Amerika Serikat. Uniknya, meskipun lags hanya signifikan pada lags 2 dan lags 4, semua lags menunjukkan hasil yang negatif. Hal ini berarti bahwa pencarian yang berkaitan dengan bunuh diri di bulan terkait mencegah jumlah kasus bunuh diri di bulan-bulan berikutnya. Dengan kata lain, hasil ini membuktikan bahwa adanya kelompok yang bertujuan untuk mencegah bunuh diri secara online tidak berhasil mencapai tujuannya dalam jangka pendek, tetapi berhasil dalam jangka panjang. Sementara itu, korelasi negatif pada forward 1 mencerminkan fakta bahwa angka yang tinggi pada bunuh diri dapat mengurangi jumlah orang yang mencari hal terkait dengan bunuh diri.

google4

Tabel 2 bertujuan untuk memisahkan antara periode sebelum 2010 dan sesudah 2010. Pada kolom 3 menunjukkan hasil signifikansi yang sangat berbeda, di mana kecenderungan untuk mencari istilah di Google setelah 2010 menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Sedangkan, kecenderungan untuk mencari hal yang berkaitan dengan bunuh diri sebelum 2010 tidak signifikan. Dengan memasukkan variabel yang sama untuk perhitungan di tabel sebelumnya, peningkatan satu persen pada kecenderungan untuk mencari istilah yang berkaitan dengan 94 kematian per tahun di Amerika Serikat setelah periode 2010. Koefisien yang tidak signifikan sebelum periode 2010 dapat menjelaskan mengapa banyak penelitian sebelumnya yang tidak menemukan hubungan antara kecenderungan untuk mencari secara online dan bunuh diri.

google5

Tabel 3 bermaksud untuk membedakan antara rasio bunuh diri untuk pemuda dan orang dewasa. Meskipun keduanya menunjukkan hasil yang signifikan, pada orang dewasa hanya menunjukkan signifikansi sebesar 10%. Hasil ini mungkin menjelaskan fakta bahwa remaja menghabiskan waktu 7 jam per minggu secara online lebih banyak daripada orang dewasa.

google6

Terakhir, tabel 4 ingin membandingan perbedaan antara kedua gender, yaitu pria dan wanita. Kedua gender menunjukkan hasil yang sangat berbeda, di mana signifikansi hanya terjadi pada pria, sedangkan untuk wanita tidak signifikan. Temuan ini menguatkan gagasan bahwa internet dapat menjadi cara untuk mengatasi kesulitan pria dalam mengekspresikan emosinya ketika menghadapi masalah. Pria diketahui lebih susah untuk mencari bantuan profesional ketika mengalami depresi. Sementara itu, ketika menghadapi masalah wanita justru lebih mengandalkan dukungan emosional secara langsung, seperti melalui teman dan kerabat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan beberapa pedoman bagi para praktisi bahwa terdapat bukti yang jelas antara pencarian secara online dan bunuh diri. Hubungan positif antara kedua hal tersebut harusnya menjadi acuan terhadap organisasi yang memberikan bantuan untuk mencegah bunuh diri secara online agar lebih mengembangkan usahanya lagi. Selain itu, mengingat hasil yang sangat signifikan bagi pria dan remaja, website yang memberikan fasilitas untuk mencegah bunuh diri seharusnya lebih dirancang khusus untuk mereka.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in