BPR Syariah: Seberapa Besar Keuntungan yang Diperoleh tanpa adanya Riba?

gtest shariah

 

Penulis: Irwan Trinugroho Dkk

Nama Jurnal: Competition, diversi´Čücation, and bank margins: Evidence from Indonesian (Islamic rural banks)

Diulas oleh David Sanotona, Ilustrasi oleh Cassya Diaraningtyas

 

1. Latar Belakang

Bank syariah dalam beberapa decade terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, salah satunya di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan juga merupakan anggota negara QISMUT(Qatar, Indonesia, Saudi Arabia, Malaysia, United arab emirates, dan Turkey). Aset bank syariah di negara tersebut mencakup 80% total aset Bank Syariah di seluruh dunia. Penelitian ini menggunakan 151 Bank Perkreditan Rakyat Syariah(BPR Syariah) di 21 provinsi yang ada di Indonesia. BPR Syariah di Indonesia menjadi penting karena dapat menjangkau pengusaha kecil yang tidak mau bertransaksi di bank konvensional karena kepercayaan agamanya(Riba). Jurnal ini bertujuan untuk menentukan determinan dari keuntungan BPR Syariah di Indonesia.

2. Data

Data diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia, termasuk data kenaikan GDP per provinsi, suku bunga, tingkat pengangguran, dan presentasi penduduk islam di setiap provinsi.

3. Methodology dan Penjelasan Variabel0001Diberikan model ekonometrika sebagai berikut, dimana penjelasan per variabelnya adalah:

  • Huruf i, j, dan t adalah berturut-turut bank, daerah, dan waktu
  • BM adalah Bank Margin, dependen variabel dalam artikel ini, dihitung dengan cara mengurangi pendapatan dari beban seperti pembiayaan dan pembayaran ke depositor.
  • Lerner adalah index lerner, yang menghitung kekuatan monopoli suatu perusahaan, di mana caranya adalah mengurangi harga dengan biaya marginal lalu dibagi dengan biaya marginal
  • RevDiv adalah diversifikasi pendapatan, variasi dari pendapatan yang berasal dari kegiatan financing ataupun nonfinancing
  • CIR adalah Cost to Income Ratio, digunakan untuk mengukur efisiensi Bank dan kualitas manajemen Bank
  • TLTA adalah rasio total kewajiban dibagi dengan total aset, hal ini digunakan untuk mengukur orientasi atau spesialisasi bank terkait, TLTA yang tinggi memiliki tendensi untuk bertindak seperti bank tradisional
  • CAR adalah capital asset ratio untuk mengukur risktaker atau riskaverse suatu Bank
  • Risiko kredit dilambangkan dengan LLPTL atau ratio of loan loss provision to loan
  • Logartihma dari Total Aset(LogTA) digunakan untuk mengukur besarnya suatu Bank terkait
  • GrGDP adalah pertumbuhan GDP(PDRB) setiap provinsi, sebagai variabel kontrol daerah
  • HHI(Herfindahl Index) adalah index untuk mengukur struktur pasar
  • INT adalah rata-rata suku bunga dalam 4 bulan di tiap provinsi

4. Hasil

Tabel Regresi OLS:0002

Selain digunakan Ordinary Least Squares, juga digunakan Fixed Effects dan Random Effects. Penggunaan dua metode selain OLS tersebut dapat menguntungkan karena menurut Gujarati, data panel memiliki heterogenitas individu yang tidak dapat diobservasi di OLS.

Berdasarkan tabel, didapat hasil sebagai berikut:

  • Index lerner mempengaruhi Bank Margin Secara positif dan signifikan, hal ini dapat terjadi karena di beberapa daerah BPR syariah hanya memiliki sedikit kompetitor atau bahkan tidak memiliki sama sekali
  • RevDiv memengaruhi Bank Margin secara negatif dan signifikan, artinya semakin BPR syariah mendiversifikasi sumber pendapatannya, maka Margin yang diperoleh akan semakin sedikit
  • TLTA memengaruhi Bank Margin secara negatif dan signifikan, semakin besar rasio hutang terhadap aset, maka margin yang diperoleh akan semakin kecil. Hal ini karena Bank akan memasang margin yang lebih kecil supaya dapat menarik pelanggan yang lebih banyak.
  • CIR dan CAR hanya signifikan di metode OLS dan LLRTL hanya signifikan di metode FE dan RE
  • GrGDP memengaruhi Bank Margin secara positif, pertumbuhan PDRB yang lebih tinggi dapat menyebabkan margin yang dimiliki BPR syariah menjadi lebih besar
  • HHI Index memengaruhi Bank Margin secara positif, mengindikasikan bahwa pasar yang lebih terkonsentrasi dan memiliki BPR syariah yang sedikit dapat memeroleh margin yang lebih besar
  • Interest rate juga memengaruhi Bank Margin secara positif, BPR syariah menikmati margin yang lebih besar pada daerah yang memiliki suku bunga yang lebih besar

5. Penelitian Lebih Lanjut

  • Penelitian lebih lanjut dilakukan dengan menambah faktor diversifikasi jenis kontrak di BPR syariah, semakin terdiversifikasi, maka margin yang diperoleh akan semakin tinggi
  • Penelitian lebih lanjut dilakukan dengan menambah faktor Jawa dan non Jawa serta presentase penduduk muslim, dan hasilnya pada Lerner dan RevDiv, menunjukkan perbedaan yang signifikan.

6. Kesimpulan

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Dunia, Margin Bank yang diperoleh oleh BPR Syariah di Indonesia dipengaruhi oleh faktor-faktor level Bank dan faktor-faktor regional. Variabel-Variabel tersebut memengaruhi diversifikasi dan kompetisi dari BPR Syariah di Indonesia

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in