Harga Sebotol Air Mineral

gtest water

 

Diambil dari: What is the value of bottled water? Empirical evidence from the Italian retail market oleh Domenico Carlucci, Bernardo De Gennaro, Luigi Roselli

Diulas oleh: David Sanotona

Ilustrasi oleh: Calista Endrina Dewi

 

1. Latar Belakang

Beberapa tahun terakhir, konsumsi global akan air botol semakin meningkat meskipun air tap tersedia dan berkualitas baik. Kenaikan ini kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pola makan. Saat ini, air botol dapat ditemukan di mana saja dan saat sudah selesai dapat dibuang dengan mudah.

Italia merupakan salah satu negara terbesar penghasil air botol di dunia. Konsumsi per kapitanya meningkat dari 47 liter di 1980 menjadi 192 liter di 2008.  Meskipun demikian, beberapa tahun terakhir konsumsi air botol italia stagnan pada 187 liter-192 liter, hal ini kemungkinan disebabkan oleh krisis ekonomi yang mengurangi daya beli masyarakat Italia. Di luar itu, terjadi peningkatan alat pemurnian air dan juga peningkatan kesadaran konsumen akan dampak lingkungan akibat mengkonsumsi botol air. Studi ini mengobservasi berbagai variasi produk dengan kriteria dan harga yang berbeda yang saat ini ada di pasaran Italia. Tujuan dari studi ini ingin menganalisis apakah harga produk tergantung pada faktor ekstrinsik(Brand, pengemasan, dan asal) dan faktor intrinsic(Komposisi mineral).

2. Metode

A. Hedonic price model

Untuk melihat hubungan antara harga dan atribut utama dari air botol, digunakan hedonic price model

P(Z)= P(Z1,Z2,…Zj…Zn)

dimana P adalah harga produk dan Z adalah karakteristik yang melambangkan kualitas produk. Model ini berdasarkan asumsi bahwa pasar berada pada keseimbangan dan berada pada persaingan sempurna. Di dalam situasi ini, konsumen memaksimumkan kepuasan dengan memilih produk yang ada dengan batasan anggaran. Produsen memaksimumkan keuntungan berdasarkan harga faktor produksi dan tingkat teknologi

B. Pengumpulan data

Data diperoleh dari observasi langsung di berbagai toko ritel di provinsi Bari, Italia. Hal ini karena 3 dari 4 penjualan air botol di Italia berada pada toko ritel. Data dikumpulkan pada Januari dan Februari 2015 di dua hypermarket, 2 supermarket, 2 minimarket, dan 2 toko diskon. Data tersebut mungkin masih cukup kecil dan reliabilitasnya bisa diperbaiki dengan memperluas area survei, tetapi sudah dirasa cukup untuk merepresentasikan Italia secara nasional.

C. Model Empiris

Hedonic Price Model diestimasikan melalui metode OLS, dari model yang ada, digunakan model berikut dan dipilih melalui Akaike Information Criteria dan Bayesian Information Criteria.

water1D. Tabel OLS dan Regresi Median (sebagai pembanding)

water23. Hasil

Ukuran botol memengaruhi harga air botol secara signifikan dan positif di setiap ukuran(efeknya semakin besar saat ukuran semakin besar), hal ini dapat dijelaskan karena semakin besar ukuran botol, biaya produksi semakin besar. Tutup push pull berpengaruh signifikan terhadap harga. Bahan botol juga berpengaruh signifikan pada harga, glass memiliki pengaruh besar sedangkan ecofriendly tidak signifikan. Besarnya mineral di air hanya berpengaruh kecil terhadap harga botol, termasuk juga sodium. Jenis toko yang menjual botol mineral memberi efek pada harga air. Terdapat perbedaan harga di jenis-jenis toko yang ada, hal ini dikarenakan adanya perbedaan biaya logistic dan transportasi. Terakhir, Branding memengaruhi harga air botol cukup signifikan dan dapat menaikkan harga.

4. Kesimpulan

Hasil utama dari studi ini adalah, air mineral dalam botol sangat terdiferensiasi dan harganya dipengaruhi berbagai faktor. Pengaruh paling utama ada pada branding dan packaging. Produsen air botol perlu meninjau ulang strategi pemasarannya karena ternyata air botol memiliki diferensiasi yang sangat besar.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in