Does Legalized Prostitution Increase Human Trafficking?

gtestt

Penulis             : Seo-Young Cho, Axel Dreher, and Eric Neumayer

Tahun              : 2013

Jurnal               : World Development Vol. 41, pp. 67–82

Publisher         : SciVers Science Direct

Diulas oleh Utomo Noor R. dan Ilustrasi oleh Calista E. Dewi

 

Tujuan Penelitian

Jurnal ini mengkaji dampak legalisasi prostitusi terhadap arus perdagangan manusia. Berdasarkan teori ekonomi, terdapat dua efek yang berlawanan. Pertama, efek skala dari legalisasi prostitusi menyebabkan semakin maraknya pasar prostitusi dan meningkatkan perdagangan manusia. Sementara, efek substitusinya mengurangi permintaan untuk perempuan yang diperdagangkan karena legalisasi prostitusi menghasilkan penawaran yang berlebih. Analisis empiris yang digunakan berasal lebih dari 150 negara menunjukkan bahwa efek skala lebih mendominasi daripada efek substitusi. Penelitian ini ingin mengetahui, apakah Negara yang pernah melegalkan prostitusi mempunyai arus perdagangan manusia yang lebih tinggi?

Teori

Pada dasarnya, tidak semua prostitusi itu sama. Prostitusi jalanan berbeda dengan prostitusi di bar, klub, dan lainnya. Karena itu, untuk menyederhanakan, jurnal ini akan berasumsi bahwa hanya ada satu pasar tunggal untuk prostitusi. Kemudian, peneliti berasumsi bahwa prostitusi sepenuhnya illegal dalam suatu negara dan mereka yang terlibat dalam prostitusi akan dituntut. Namun seperti pasar illegal lainnya, ilegalitas tidak diberantas pasar mengingat adanya demand yang kuat oleh klien di satu sisi dan adanya willingness to supply prostitusi di sisi lain. Jadi, ekulibrium pasar prostitusi akan menjadi fungsi demand dan supply seperti pasar lainnya.

Lalu, apa yang akan menjadi efek dari legalisasi prostitusi terhadap demand, supply, dan ekuilibrium prostitusi? Dimulai dengan efek terhadap demand, legalisasi prostitusi akan meningkatkan demand karena klien akan menjadi lebih bebas untuk mengonsumsi layanan prostitusi dibandingkan saat prostitusi masih illegal. Sama seperti demand, legalisasi prostitusi akan meningkatkan supply. Kebanyakan orang mungkin mengira supply akan berkurang karena legalisasi prostitusi akan berakibat pada tingginya pajak. Akan tetapi, masih banyak produsen yang tidak mau membayar pajak yang tinggi sehingga legalisasi prostitusi akan tetap menjadi illegal karena terjadinya penggelapan pajak. Jadi, dengan demand dan supply yang meningkat, legalisasi prostitusi akan meningkatkan kuantitas prostitusi.

Research Design

1. Data tentang perdagangan manusia dan undang-undang prostitusi

Salah satu tantangan terbesar dalam melakukan penelitian tentang perdagangan manusia adalah kelangkaan data yang dapat dipercaya dan dapat dibandingkan. Saat ini data yang tersedia di seluruh dunia untuk memprediksi besarnya perdagangan manusia dibagi menjadi tiga kategori: karakteristik korban, rute perdagangan, dan laporan negara yang bersangkutan. Laporan dari UNODC memberikan informasi antar lintas negara tentang insiden perdagangan manusia yang dilaporkan di 161 Negara. Laporan ini adalah satu-satunya sumber yang terpercaya dengan data yang sebanding dengan sebagian besar negara di dunia.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perdagangan manusia, sedangkan variable independennya adalah legalisasi prostitusi. Selain itu, peneliti membangun dua variable dummy. Pertama, apakah prostitusi diperbolehkan secara legal atau tidak, 1 diperbolehkan dan 0 sebaliknya. Kedua, apakah keterlibatan pihak ketiga seperti rumah bordil diizinkan secara hukum atau tidak, 1 rumah bordil adalah legal dan 0 sebaliknya. Dalam analisis ini, peneliti fokus pada efek dari legalisasi prostitusi, sementara legalitas rumah bordil digunakan untuk menciptakan adanya efek tambahan.

2. Strategi Estimasi

Peneliti mengacu regresi berdasarkan data cross-section, dengan laporan arus perdagangan manusia pada periode 1996-2003. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah data yang hilang. Secara khusus, peneliti memasukkan variable kontrol menggunakan multivariate normal regression, sementara variable dummy dengan logistic regression. Sementara itu, karena perdagangan manusia mengharuskan klien memiliki cukup daya beli untuk membayar layanan seperti itu, negara-negara berkembang bisa dibilang berada di luar sampel yang relevan. Perkiraan perhitungan peneliti sebagai berikut:

1

yi adalah tingkat perdagangan manusia yang terjadi di negara i, Xi adalah vector dari explanatory variables, dan ƹi  adalah istilah idiosyncratic error.

Peneliti memasukkan umat katolik yang tinggal di suatu negara untuk mengontrol adanya efek budaya. Hasil menunjukkan bahwa negara dengan umat katolik yang lebih banyak memiliki arus perdagangan manusia yang lebih kecil. Religiusitas menurunkan toleransi seksual, sehingga demand terhadap pelayanan prostitusi akan berkurang.

2

Hasil

3

Sekarang, peneliti menganalisis efek mana yang mendominasi dalam sample di setiap negara. Kolom 1 di tabel 1 menunjukkan hasil yang dasar dari penelitian ini dengan sample yang mengecualikan negara berkembang. Negara-negara maju menunjukkan hasil yang significant 5%. Kolom 2 memasukkan dummy variable yang mengindikasikan pihak ketiga legal atau tidak. Kolom 4 memasukkan negara-negara berkembang, sedangkan kolom 5 fokus terhadap negara-negara maju. Kolom 6-8 mengilustrasikan perubahan metode dari perkiraan tes robustness. Kolom 6 menggunakan data OLS sebagai pengganti dari ordered probit. Peneliti melaporkan hasilnya tanpa memasukkan data di kolom 7 (dengan ordered probit) dan kolom 8 (dengan OLS).

Kesimpulan

Jurnal ini menginvestigasi dampak dari legalisasi prostitusi terhadap arus perdagangan manusia. Efek skala dari legalisasi prostitusi menyebabkan perluasan dari pasar prostitusi dan kemudian menyebabkan meningkatnya perdagangan manusia. Sementara efek substitusinya mengurangi permintaan dari perdagangan manusia karena orang-orang di negara tersebut akan mencari prostitutes di negaranya sendiri, sehingga akan menurunkan perdagangan manusia. Dalam analisis kuantitatif yang ditunjukkan dari cross-section dari lebih dari 150 negara menunjukkan bahwa efek skala mendominasi efek substitusi. Sehingga legalisasi prostitusi mempunyai korelasi yang positif dengan perdagangan manusia.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in