Utang Online: Bak Rentenir Gaya Baru Berwajah Digital

kajiecBisnis startup semakin menjamur di Indonesia, tak terkecuali perusahaan di bidang financial technology (Fintech). Berbagai kemudahan layanan keuangan yang disediakan menyebabkan bisnis ini semakin berkembang. Layanan Fintech dapat berupa pembayaran, peminjaman, perencanaan keuangan, remitansi, dan investasi.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah perusahaan Fintech bernama RupiahPlus heboh di dunia maya. RupiahPlus merupakan bisnis yang bergerak di bidang peminjaman uang secara online tanpa agunan yang didirikan oleh PT Digital Synergy Technology dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa orang mengeluhkan dirinya dihubungi oleh RupiahPlus untuk diminta menyampaikan kepada temannya agar melunasi utang. Bahkan ada yang mengaku dihubungi setiap hari secara terus menerus. Tentu hal ini mengejutkan karena RupiahPlus ternyata dapat “menyadap” daftar kontak nasabah. Bimo Adhiprabowo, direktur RupiahPlus mengungkapkan cara penagihan dengan menghubungi daftar kontak nasabah merupakan upaya terakhir jika nasabah tidak dapat membayar utang setelah 30 hari jatuh tempo.

Bukan hanya RupiahPlus saja, tetapi perusahaan Fintech sejenis juga dapat mengakses data di ponsel nasabah. Hal ini perlu diperhatikan oleh pengguna saat mengunduh aplikasi, ada notifikasi perizinan mengakses data berupa daftar kontak, isi SMS, daftar panggilan, dan lainnya. Ini dianggap sebagai verifikasi berlapis, mengingat bahwa utang online tidak memerlukan agunan.

Walaupun pengajuan utang online sangat cepat dan mudah karena hanya menyertakan foto KTP dan pemrosesan paling lama 3 hari, ada resiko yang cukup besar. Bunga yang ditetapkan relatif lebih besar dibanding bunga perbankan pada umumnya. Contohnya penetapan bunga Koinworks 18% per tahun, Modalku 9% – 24% per tahun, dan Investree 11% – 20% per tahun. Sedangkan bank konvensional menetapkan bunga hanya sekitar 13% per tahun. Sebagian besar perusahaan juga menetapkan tenor yang relatif lebih singkat dibanding perbankan. Sebelumnya, OJK pernah mengungkapkan kasus perusahaan Fintech dengan tingkat bunga yang tidak jelas dan mengaku terdaftar di OJK, padahal tidak demikian. Dalam hal ini, perusahaan Fintech dapat menjelma menjadi rentenir online. Selain itu, jika terlambat membayar, daftar kontak di ponsel akan dihubungi oleh pihak penyedia pinjaman. Berdasarkan forum online pengalaman nasabah, teman – teman dan keluarga akan dikabari secara terus menerus tentang utang nasabah yang gagal bayar. Keterlambatan akan dikenakan denda bunga per hari. Alih – alih mendorong inklusi keuangan, utang online malah akan semakin mencekik nasabah.

Pada akhirnya, segala keputusan untuk menggunakan utang online ada di tangan nasabah. Disarankan menggunakan jasa tersebut hanya dalam keadaan terdesak, bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Pahamilah sistem peminjamannya, dimulai dari tingkat bunga, tenor, akses data nasabah, dan sanksi jika terlambat atau gagal bayar.

Oleh Cindy Pregita (Ilmu Ekonomi 2018)

 

SUMBER REFERENSI

Ardela, Fransiska. 2017. Perkembangan Fintech di Indonesia.

(https://www.finansialku.com/perkembangan-fintech-di-indonesia/ , diakses 13 Juli 2018)

Smart, Money. 2017. Pinjam Uang Online dengan Jaminan KTP. (https://www.moneysmart.id/pinjam-uang-online-jaminan-ktp-doang-gampang-ajuinnya-tekor-bayarnya/, diakses 13 Juli 2018)

Sugianto, Danang. 2018. Penjelasan Operator Soal Aplikasi Utang Online Bisa Intip SMS. (https://finance.detik.com/moneter/d-4105827/penjelasan-operator-soal-aplikasi-utang-online-bisa-intip-sms, diakses 13 Juli 2018)

Sugianto, Danang. 2018. Ingin Aman Ajukan Utang Online? Baca Dulu Aturan Mainnya. (https://finance.detik.com/moneter/d-4107918/ingin-aman-ajukan-utang-online-baca-dulu-aturan-mainnya, diakses 13 Juli 2018)

Syafina, Dea Chadiza. 2018. Kasus RupiahPlus, Saat Urusan Utang Meneror Data Pribadi. (https://tirto.id/kasus-rupiahplus-saat-urusan-utang-meneror-data-pribadi-cNVl, diakses 13 Juli 2018)

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in