HOUSEHOLD ASSET ALLOCATION, OFFSPRING EDUCATION, AND THE SANDWICH GENERATION

gtest sandwich

Penulis: Vicki L. Bogan

Tahun: 2015

Jurnal: The American Economic Review, Vol. 105, No. 5, Papers and Proceedings of The One Hundred Twenty-Seventh Annual Meeting of The American Economic Association) pp. 611-615

Publisher: American Economic Association

Diulas oleh Daniera Nanda A. dan Ilustrasi oleh Adimas Bagus W.

 

Tujuan Penelitian

Banyaknya jumlah anggota keluarga menjadi salah satu faktor penentu dalam membuat keputusan investasi dalam rumah tangga. Pengaruh tersebut semakin besar dengan adanya isu jutaan rumah tangga yang menjadi bagian dari “Generasi Sandwich”. Rumah tangga yang memiliki anak yang mendekati masa kuliah, di sisi lain juga harus menyediakan dukungan finansial untuk anggota keluarga lanjut usia. Ditambah lagi dengan biaya kuliah yang meningkat semakin menekan sebuah keluarga untuk memilih antara membiayai kuliah anak atau menginvestasikan uang pada portofolio investasi. Penelitian yang dilakukan oleh Parker dan Patten menunjukkan bahwa terjadi peningkatan populasi usia menengah yang memberikan dukungan finansial kepada orang tua yang sudah lanjut usia dan anak mereka. Pada 2005 populasi tersebut mencapai 12% dan naik menjadi 15% di 2012.

Paper ini bertujuan untuk mengisi kekosongan pada penelitian sebelumnya yang menjelaskan hubungan antara perilaku investasi dengan karakteristik dari keluarga. Paper ini secara empiris ingin membuktikan hubungan antara investasi keluarga dan tingkat tabungan untuk mempersiapkan biaya kuliah dengan mempertimbangkan komposisi dari keluarga. Selain itu, penelitian ini juga menginvestigasi apakah ketergantungan orang lanjut usia mempengaruhi penggunaan dari tax-advantage account (seperti obligasi pemerintah daerah, partnerships, UTIs, dan anitas) dan investasi pada aset lainnya.

Metodologi

  • Model Teori

Model teori yang digunakan penulis adalah model dari konsumsi, investasi, dan tabungan rumah tangga yang memasukkan unsur fertilitas ke dalam modelnya. Melalui proses matematika dengan menggunakan first order condition dan logaritma, peneliti menemukan hubungan yang digambarkan dengan model seperti berikut:

gtest1

dimana:

y2        = pendapatan di periode kedua

s1         = tabungan di periode pertama

r           = return pada riskfree assets

delta    = riskyassets

z          = return pada riskyassets

teta      = tax-advantaged assets (tabungan pendidikan)

v          = return pada task-advantaged assets

e          = dukungan finansial untuk biaya kuliah (per anak)

n          = jumlah anak

c~        = biaya merawat orang tua lanjut usia

p          = probabilitas merawat orang tua

persamaan berikut menunjukkan bahwa investasi pada risky-assets dan tabungan pendidikan akan menurun seiring dengan peningkataan probabilitas merawat orang tua.

  • Data

Data primer yang digunakan adalah data panel dari Survey of Consumer Finance (SCF)  dari tahun 2007 sampai 2009. Rata-rata dari umur responden adalah 50 tahun yang 40% dari mereka adalah seorang sarjana, 81% adalah orang berkulit putih, dan 66% menikah. Median pendapatan mereka adalah $70.000 dan lebih dari 75% memiliki rumah sendiri. Lebih dari 1% dari responden memiliki orang tua lanjut usia yang tinggal di rumah.  Untuk analisis, peneliti menggunakan kriteria “tinggal bersama” untuk mengidentifikasi sandwich generation. Namun pandangan ini akan secara signifikan menurunkan populasi sandwich generation karena kebanyakan orang menyediakan dukungan finansial tanpa tinggal bersama dengan orang tua lanjut usia.

Rumah tangga yang hanya memiliki anak dan rumah tangga yang memiliki anak dan orang tua lanjut usia rata-rata memiliki 2 orang anak. Walaupun terdapat kekhawatiran bahwa akan ada perbedaan karakteristik dari keluarga yang hanya memiliki anak dan yang memiliki anak dan orang tua lanjut usia, karakteristik dari keduanya tidak berbeda secara signifikan dari rata-rata umur kepala rumah tangga, jumlah anggota yang lulusan perguruan tinggi, kepemilikan rumah, dan jumlah anggota yang memiliki kondisi kesehatan yang buruk. Namun terdapat perbedaan juga meliputi perbedaan rata-rata pendapatan per tahun (sandwich generation memiliki pendapatan yang lebih tinggi) serta karakteristik portofolio dari rumah tangga sebagai berikut:

gtest2

Peneliti menggunakan model probit yang variabel dependen-nya adalah variable biner dari ketiga tipe aset yaitu safe asset (deposito, obligasi, dan transaction accounts), risky asset (saham dan reksa dana), dan tax advantage asset (529 plans dan Coverdell Educational Saving Accounts). Sedangkan variable independen-nya adalah jumlah anak serta dummy variabel yaitu antisipasi biaya pendidikan dan orang tua lanjut usia yang tinggal di rumah. Variabel kontrol-nya adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, umur responden serta variabel dummy yaitu status menikah, lulusan sarjana (pendidikan), bekerja atau tidak, posisi manajerial atau profesional, kepemilikan rumah, kondisi kesehatan anggota keluarga yang buruk, kepemilikan asuransi kesehatan, dan ras.

gtest3

Hasil dan Analisis

Peneliti menemukan pengaruh yang signifikan dari umur, pendidikan, dan kondisi kesehatan pada tabungan pendidikan. Memiliki asuransi kesehatan dan memiliki posisi manajerial dan professional akan meningkatkan probabilitas berinvestasi pada safe asset, risky asset, dan tabungan pendidikan. Tabel di bawah menunjukkan pengaruh dari variabel inti pada penelitian ini:

gtest4

Dengan tingkat signifikansi sebesar 5%, memiliki orang tua lanjut usia yang tinggal di rumah meningkatkan investasi pada safe asset sebesar 0,009 atau 0,9% dari seluruh investasi. Bertolak belakang dengan safe asset, memiliki orang tua lanjut usia yang tinggal di rumah menurunkan investasi dalam risky asset sebesar 0,114 atau 11,4% dari seluruh investasi. Angka tersebut signifikan dan memiliki proporsi yang besar dibandingkan dengan rata-rata kepemilikan risky asset yaitu 0,441 atau 44,1%. Selain itu, memiliki orang tua lanjut usia yang tinggal di rumah menurunkan investasi tabungan pendidikan sebesar 0,012 atau 1,2% dari seluruh investasi. Angka ini tergolong besar jika dibandingkan dengan rata-rata investasi pada tabungan pendidikan yaitu 0,061 atau 6,1%. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang negatif dan signifikan antara merawat orang tua lanjut usia di sebuah rumah tangga dengan kepemilikian risky asset dan tabungan pendidikan.

Kesimpulan

Hasil ini mengindikasikan terdapat potensi pengaruh yang negatif terhadap mobilitas ekonomi antar generasi melalui 2 implikasi. Alokasi dana untuk pendidikan yang terbatas akan menurunkan akumulasi human capital yang selanjutnya akan menurunkan pendapatan potensial di masa depan. Selain itu, penurunan risky asset juga akan mempengaruhi akumulasi kekayaan di jangka panjang dan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap transfer kekayaan antar generasi. Penelitian ini juga dapat menjadi konsiderasi dalam membuat kebijakan dari sistem pension, bantuan dana perguruan tinggi, dan akumulasi kekayaan. Penelitian juga berkontribusi dalam menunjukkan fenomena ketimpangan akumulasi kekayaan antara ras White, Hispanics, dan Black.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in