Less Money or Better Health? Evaluating Individual’s Willingness To Make Trade-offs Using Life Satisfaction Data

GRANDMA TEST 19 JULII

 

Pengarang: Peter Howley

Tahun: 2017

Nama Jurnal: Journal of Economic Behavior & Organization, Vol. 135 (March 2017), pp. 53–65

Diulas oleh Lovina Aisha Malika Putri dan Ilustrasi oleh Firli Wulansari

 

Tujuan Penelitian

Biaya kesehatan yang terus meningkat setiap waktunya menyebabkan para pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan harus memikirkan dan memutuskan jenis perawatan kesehatan apa yang harus diprioritaskan untuk masyarakatnya. Selain harus mempertimbangkan biaya tersebut, pengambilan keputusan tentang alokasi sumber daya dalam bidang kesehatan juga memerlukan informasi terkait dengan nilai-nilai subjective well-being dan kepribadian individu dalam peningkatan kesehatan (seperti kepuasan hidup dan kepuasan hubungan sosial dengan teman / pasangan) serta bagaimana hal tersebut memberi manfaat kepada kesejahteraan individu.

Penelitian ini dilakukan di Inggris dan ingin membuktikan apakah kondisi kesehatan akan memengaruhi kualitas hidup seseorang secara signifikan, menghitung kesejahteraan yang hilang akibat menderita suatu penyakit serta bagaimana trade-off yang dilakukan antara pendapatan dan kesehatan, dihitung dari berapa pendapatan ekuivalen (total pendapatan rumah tangga dibagi dengan akar dari anggota keluarga) tambahan yang dibutuhkan individu untuk mengkompensasi kondisi kesehatan yang memburuk dan diukur menggunakan Compensating Income Variation/CIV), serta mengetahui pengaruh “5 besar kepribadian” terhadap kesehatan dan komponen kepuasan hidup.

Metodologi

Penelitian ini menggunakan kumpulan data Understanding Society: the UK Household Longitudinal Study (UKLS) yang bersumber dari survei rumah tangga skala nasional komprehrensif yang dimulai sejak tahun 2009 menggunakan teknik clustered sampling method dengan berbagai lapisan masyarakat. Jumlah sampel terdiri dari 50.000 orang dewasa (berumur 16 tahun ke atas) yang tinggal di Inggris. Sampel dalam survei ini diwawancarai secara langsung oleh pewawancara yang terlatih.

Pengukuran untuk kepuasan hidup berdasarkan pada jawaban responden untuk pertanyaan berikut ini: Pilihlah angka yang mendeskripsikan seberapa puas Anda dengan hidup Anda secara keseluruhan dengan menggunakan skala 1-7 (1 untuk sangat tidak puas dan 7 untuk sangat puas). Variabel yang berkepentingan (Variable of Interest) utama berasal dari tanggapan responden terhadap pertanyaan apakah mereka pernah didiagnosis dengan kondisi kesehatan tertentu yang disebutkan dalam survei gelombang 1 (2009-2011). Responden diberikan kartu yang berisi 17 daftar penyakit dan ditanyakan apakah dokter/tenaga medis profesional lain pernah mendiagnosis mereka dengan daftar penyakit tersebut, kemudian mereka ditanyakan apakah sudah sembuh atau belum sembuh dari penyakit tersebut. Dengan menggunakan informasi ini, kita bisa menurunkan dummy variable (bertujuan untuk mengkuantitatifkan variabel yang bersifat kualitatif) yang mengindikasikan apakah responden menderita suatu penyakit atau tidak. Hal ini dikarenakan efek kondisi kesehatan terhadap kepuasan hidup cenderung akan berkurang jika ukuran yang digunakan mencakup jumlah responden yang masih menderita penyakit dan mereka yang menderita penyakit di masa lalu, namun sekarang sudah sembuh dari kondisi itu untuk menghindari bias perhitungan. Sebanyak 2 dari 17 penyakit dikeluarkan dari pengolahan data, yaitu penyakit serangan jantung (heart attack) dan depresi. Serangan jantung tidak dimasukkan karena tidak ada responden yang terkena penyakit tersebut dan depresi tidak diikutsertakan karena dapat dijadikan metrik alternatif untuk menghitung kesejahteraan. Daftar jenis penyakit:

satisfaction1

Kita dapat menilai kondisi kesehatan dengan memperkirakan fungsi kepuasan mikro-ekonometrik yang berisi kondisi kesehatan yang diinginkan (health condition of interest) dan pendapatan sebagai variabel penjelas. Hal ini tidak hanya memberikan ukuran langsung hubungan antara kondisi kesehatan dan kesejahteraan individu yang dilaporkan, namun dengan menggunakan point estimate untuk kondisi pendapatan dan kesehatan kita dapat menghitung rasio trade-off yang konstan.

Data utama yang diolah ialah kepuasan hidup (life satisfaction), yang dipengaruhi oleh pendapatan ekuivalen (Y), kondisi kesehatan yang diinginkan (h), kondisi kesehatan lainnya (H), dan karakteristik lain individu (X).

satisfaction2

Persamaan regresi linier:

satisfaction3

Compensating Income Variation dapat diukur dengan persamaan (1):

satisfaction4

Dalam penelitian ini, untuk melihat utilitas marjinal yang menurun dari pendapatan, kepuasan hidup dapat diasumsikan sebagai fungsi log dari pendapatan ekuivalen. CIV dapat diturunkan dengan persamaan (2) berikut:

satisfaction5

(Yi = rata-rata tahunan pendapatan ekuivalen dari responden)

Hasil Penelitian

a. Spesifikasi Dasar

(Lihat Table 2)

Pada tabel tersebut, kita dapat mengamati hubungan dan bagaimana efek dari variabel-variabel kontrol terhadap tingkat kepuasan hidup seperti pendapatan ekuivalen, umur, jenis penyakit, status pernikahan, status pendidikan, status pekerjaan, dan kondisi sosial mereka. Log dari pendapatan, status pernikahan (menikah), status pendidikan dan pekerjaan (bekerja) memberikan hubungan yang positif kepada tingkat kepuasan hidup. Penyakit dan umur (secara linear) memiliki hubungan yang negatif terhadap kepuasan hidup. Kondisi sosial seperti sering mengikuti aktivitas ibadah keagamaan dan menyapa tetangga juga memberikan tambahan kepuasan hidup. Lima besar kepribadian (kecuali keterbukaan) juga memiliki pengaruh signifikan kepada kepuasan hidup, seperti mudah bersepakat, ekstraversi, dan kehati-hatian yang memberi pengaruh positif serta neurotisme yang dapat memberikan pengaruh negatif. Studi ini juga menemukan pengaruh pendapatan ekuivalen pada kepuasan hidup yang meningkat hampir 3 kali lipat jika data diolah dengan metode two stage least squares (2SLS), dibandingkan dengan perkiraan ordinary least square (OLS). Peneliti juga melakukan uji Anderson dan uji Sargan untuk melakukan estimasi variabel instrumental (digunakan untuk memperkirakan hubungan kausalitas ketika treatment tidak berhasil diterima pada setiap unit dalam eksperimen acak) yang mengindikasikan bahwa log pendapatan ekuivalen memberi pengaruh yang kuat kepada tingkat kepuasan hidup.

b. Compensating Income Variation

(Lihat Table 3)

Kita dapat melihat berapa tambahan pendapatan ekuivalen (CIV) yang dibutuhkan ketika seseorang menderita suatu penyakit atau berapa nilai dari kepuasan hidup jika seseorang tidak mengidap penyakit tersebut. Contohnya seperti pada penyakit gagal jantung kongestif, pendapatan yang dibutuhkan (atau berkurang) ketika mengidap penyakit tersebut ialah £33,502 per tahun. Angka tersebut juga merupakan nilai kepuasan hidup yang diraih seseorang apabila ia tidak mengidap penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit kronis yang menyerang organ penting dan kanker merupakan jenis penyakit yang membutuhkan kompensasi pendapatan terbesar.

Hal penting dari perhitungan CIV ialah kita harus mengontrol endogenitas pada pendapatan. Jika tidak, maka hasilnya akan overstated dimana CIV untuk penyakit akan cenderung lebih banyak dari perhitungan yang sebenarnya (oleh karena itu, pada bagian sebelumnya peneliti menggunakan regresi 2SLS yang merupakan pengembangan dari OLS pada bagian pendapatan ekuivalen).

Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi penyakit menyebabkan berkurangnya kepuasan hidup dan berkurangnya pendapatan ekuivalen lebih banyak daripada faktor non-penyakit lainnya seperti bercerai (£3,641), menjanda (£6,971), atau merawat orang tua / orang sakit di rumah (£17,089). Namun, faktor seperti menganggur juga dianggap penting dalam menyebabkan kerugian non-uang yang akan mengurangi nilai kepuasan hidup (dilihat dari CIV yang tinggi yaitu £29,367). Selanjutnya, faktor kondisi sosial seperti pensiun, pernikahan, rutin mengikuti kegiatan ibadah, dan sering berinteraksi dengan tetangga memberi manfaat bagi individu (secara berurutan) sebesar £9,246, £9,275, £2,049 dan £9,474.

c. Sensitivitas Kontrol Kepribadian

Penelitian ini menguji sensitivitas hasil yang berkaitan dengan efek kondisi kesehatan pada kepuasan hidup terhadap masuknya 5 besar kepribadian seperti keterbukaan, mudah bersepakat, ekstraversi, kehati-hatian, dan neurotisme. Jenis kepribadian tersebut dianggap sebagai keseluruhan cara dimana seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan ataupun individu lainnya, yang diteliti oleh psikolog Lewis Goldman. Seperti yang telah disebutkan pada poin (a), semua kepribadian kecuali keterbukaan mempunyai pengaruh signifikan kepada kepuasan hidup.

Koefisien yang berkaitan dengan variabel of interest utama, yaitu pendapatan rumah tangga ekuivalen dan kondisi kesehatan (dengan beberapa pengecualian) sebagian besar tidak terpengaruh oleh masuknya Lima Besar Kepribadian ke dalam perhitungan. Pengecualian ada pada responden yang menderita penyakit hati atau stroke, karena variabel-variabel tersebut tidak lagi signifikan secara statistik dan ukuran koefisiennya jauh lebih kecil. Hal ini terjadi karena pengambilan data penyakit dilakukan ketika survei gelombang pertama (2009-2011) sedangkan perhitungan dengan Lima Besar Kepribadian diakukan saat survei gelombang ketiga (2011-2013). Keterbatasan ini menyebabkan hasil yang berkaitan dengan hubungan antara kondisi kesehatan dan kepuasan hidup yang dilaporkan dalam spesifikasi ini (memasukkan lima besar kepribadian) dapat dipengaruhi oleh attrition bias (yaitu perbedaan sistematis antar kelompok penarikan data penelitian). Penarikan dari studi akan mengarah pada data hasil yang tidak lengkap dan kurang relevan untuk dibandingkan.

Kesimpulan

Compensating Income Variation atau tambahan pendapatan ekuivalen yang dibutuhkan individu untuk mengkompensasi kondisi kesehatan yang memburuk merupakan trade-off yang harus dilakukan oleh individu ketika menghadapi masalah kesehatan. Terdapat beberapa hal penting yang mengurangi tingkat kepuasan hidup seperti terserang penyakit dan kondisi sosial (seperti perceraian, menjanda, menganggur, dan merawat orang sakit di rumah) dilihat dari CIV yang bertanda negatif. Sedangkan hal-hal positif seperti tingkat pendapatan ekuivalen, menikah, rutin mengikuti kegiatan keagamaan, berinteraksi dengan tetangga, dan pensiun dapat menambah tingkat kepuasan hidup. Lima besar kepribadian (kecuali keterbukaan) memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan hidup. Akan tetapi, koefisien yang berkaitan dengan variable of interest sebagian besar tidak terpengaruh oleh penambahan kontrol kepribadian.

satisfaction6

satisfaction7

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in