Konfusianisme: Cara Kekaisaran Mengenyangkan Rakyat Lapar

grandma adimasPenulis             :  James Kai-Sing Kung dan Chicheng Ma

Tahun              : 2014

Jurnal              : Journal of Development Economics 111 (2014) pp. 132- 149

Publisher         : Elsevier

Latar Belakang

  1. Kejutan Ekonomi dan Pemberontakan Rakyat di Sejarah Cina

Pemberontakan rakyat sangat mempengaruhi Kekaisaran Cina dari tahun 221 sebelum masehi sampai tahun 1911. Cina dahulu adalah negara yang sangat bergantung pada pertanian, sehingga kerusakan akibat perubahan cuaca ekstrim, kekurangan makanan, dan pemberontakan rakyat merupakan hal yang lumrah di kehidupan sosial dan perekonomian Cina. Kekurangan makanan akibat perubahan cuaca sudah sering menimbulkan penjarahan oleh rakyat-rakyat Cina, hal ini disebut James Scott(1976) sebagai “subsistence ethic”, yaitu ideologi yang menjustifikasi perampokan dan penjarahan secara berkala untuk bertahan hidup. Secara umum, waktu kelaparan di Cina adalah saat yang paling tepat untuk para penjarah/bandit ini bermunculan bahkan sampai ke titik pemberontakan. Pemberontakan rakyat ini sudah mengakibatkan banyak dinasti di Cina runtuh. Untuk mengurangi dampak dari subsistence ethic ini, Kaisar Cina selalu mencoba untuk menyebarkan norma konfusius ke seluruh negara, salah satu ajaran pentingnya adalah mengenai “kehambaan”. Langkah lebih lanjutnya adalah dengan membangun kuil.

  1. Konfusianisme

Salah satu ajaran konfusius yang penting di bahasan ini adalah tentang bagaimana seorang bawahan harus patuh kepada atasan, dalam hal ini kesetiaan pada kaisar(Putra Langit), anak kepada ayah, dan istri kepada suami. Ajaran lain yaitu wuchang yang berisi lima norma yaitu kebenaran, kebijaksanan, kesetiaan, kesopanan, dan belas kasihan. Pelanggaran ajaran konfusius dapat berakibat hukuman yang berupa mendapat aib dan dikucilkan. Ketakutan ini diharapkan dapat membatasi konflik dan kekerasan.

  1. Penyebaran Konfusianisme

Dari era dinasti han barat, otoritas kekaisaran sudah melakukan penyebaran ajaran konfusius melalui pembuatan kuil dan memuji tindakan yang sesuai dengan ajaran konfusius. Cara penyebaran lain yaitu melalui Chaste Woman, wanita yang bersumpah untuk tidak menikah lagi, atau bunuh diri setelah suaminya mati untuk menunjukkan kesetiaannya kepada suami sampai mati. Di jaman dinasti ming, semua kota memiliki kuil untuk menghormati konfusius dan pengikutnya.

Data

  1. Sampel

Data yang digunakan adalah 107 kabupaten di Provinsi Shandong selama 267 tahun dinasti Qing (1644-1911). Shandong dipilih untuk melihat efek konfusianisme terhadap pemberontakan rakyat karena beberapa alasan. Alasan pertama provinsi Shandong merupakan tempat kelahiran Konfusius itu sendiri (Kabupaten Qufu). Di luar kabupaten Qufu, terdapat daerah di mana ajaran konfusius cukup lemah sehingga dapat dibandingkan seberapa besar ajaran konfusius akan berpengaruh. Alasan berikutnya adalah bagian barat Shandong cukup sering terkena bencana alam, sedangkan bagian timur terhindar dari area banjir Sungai Kuning dan sering mendapat hujan. Pada tahun 1852-1887 sungai kuning berganti arus beberapa kali dan menyebabkan banjir di Shandong dan menyebabkan kelaparan besar di Shandong dan bagian utara cina. Dinasti Qing dipilih karena pada tahun itu ajaran konfusius sudah menyebar dengan luas di Cina, data hanya sampai tahun 1910 karena tahun 1911 terdapat revolusi yang mengakhiri pemerintahan dinasti Qing.

  1. Tolak ukur pemberontakan rakyat dan kejutan ekonomi

Pemberontakan rakyat diukur dari jumlah pemberontakan di kabupaten secara tahunan, data ini ada secara detail di Qing Shilu, sumber paling akurat mengenai ketidakstabilan sosial yang terjadi di dinasti Qing. Bergantung pada hujan, Cina sangat rawan mengalami kejutan ekonomi, salah satunya adalah gagal panen. Untuk mengukur shock tersebut, digunakan dummy variable untuk mengindikasi apakah negara menalami gagal panen, variabel ini berbasis satu tahun, karena panen di Cina utara umumnya saat musim panas dan musim gugur. Pemberontakan akibat gagal panen umumnya terjadi setahun setelah gagal panen terjadi. Gagal panen ini diakibatkan oleh kekeringan, banjir, belalang, dan gempa bumi. Alternatif lain untuk mengukur shock ini adalah dengan menggunakan data curah hujan, skala 0-2 di mana 0 mencermikan normal, 1 mencermikan kekeringan atau tergenang air kecil, sedangkan 2 mencerminkan kekeringan atau tergenang air dengan tingkat yang parah.

  1. Tolak ukur ajaran konfusius

Tolak ukur pertama untuk mengukur ajaran konfusius adalah banyaknya kuil konfusius yang dibangun di setiap kabupaten. Tolak ukur kedua adalah banyaknya “chaste woman” yang diakui secara resmi oleh pemerintah, karena perempuan tersebut merupakan lambang ajaran konfusius mengenai kesetiaan dan penghambaan.

  1. Bukti Deskriptif

Saat gagal panen sedikit, hanya ada sedikit pemberontakan dan sebaliknya

 

Hasil dan Kesimpulan

  1. Pengaruh kejutan ekonomi ke pemberontakan rakyat

 

Rebellionit= β1Shockit-1+countyi+yeart+ɛit

 

01

 

 

Berdasarkan tabel, dapat dilihat kejutan ekonomi di tahun sebelumnya dan pemberontakan memmiliki efek yang positif dan signifikan. Kabupaten dengan gagal panen memiliki jumlah pemberontakan yang lebih tinggi sebesar 0.00973 dibandingkan yang tidak gagal panen. Jika dibandingkan, gagal panen di tahun sebelumnya dan dua tahun sebelumnya tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberontakan rakyat. Lalu, untuk menguji hasil ini ditambahkan variabel kekeringan dan penggenangan air. Kekeringan memiliki efek yang positif terhadap pemberontakan rakyat tetapi tidak dengan penggenangan air (Tabel 2).

 

  1. Pengaruh norma Konfusianisme ke pemberontakan rakyat

 

Rebellionit = β2 shockit-1 + β3 shockit−1 – Confucianismi + countyi

+ yeart + εit

 

02

Sebelum melihat efek konfusianisme dan gagal panen terhadap pemberontakan rakyat, kita ingin mencoba untuk melihat pengaruh langsung dari konfusianisme tehradap pemberontakan rakyat. Hasilnya adalah konfusianisme memiliki pengaruh langsung yang signifikan dalam mengurangi pemberontakan rakyat(Tabel A2).

Sekarang lihat Tabel 3. Kita mencoba melihat apakah konfusianisme dapat mengurangi efek positif gagal panen terhadap pemberontakan rakyat, di kolom 1 dan 2 parameter yang digunakan adalah kuil di kolom 3 dan 4 yang digunakan adalah “chaste woman”. Hasilnya adalah interaksi dari gagal panen dan konfusianisme (diukur menggunakan banyaknya kuil) memiliki efek yang negatif dan signifikan terhadap pemberontakan rakyat, hal yang sama juga terjadi jika konfusianisme diukur menggunakan banyaknya kuil.

 

  1. Kontrol Tambahan
  • Kesejahteraan ekonomi diukur dari kemampuan tanah kabupaten untuk menanam tanaman utama di daerah itu. Dengan menambahkan variabel kontrol ini, efek negatif dari konfusianisme ke pemberontakan rakyat tetap signifikan
  • Edukasi diukur dari banyaknya sekolah di setiap kabupaten. Dengan menambahkan variabel kontrol ini, efek negatif dari konfusianisme ke pemberontakan rakyat tetap signifikan
  • Mobilitas sosial diukur dari pemegang Shengyuan yang lolos test kerajaan di tingkat prefektur dan kabupaten. Dengan menambahkan variabel kontrol ini, efek negatif dari konfusianisme ke pemberontakan rakyat tetap signifikan.
  • Kapasitas negara diukur dari kekuatan militer (banyaknya tentara kekaisaran per seribu meter persegi), kemampuan negara mengatasi kelaparan, dan kemampuan negara untuk mengurangi pajak. Dengan menambahkan semua variabel kontrol ini, efek negative dari konfusianisme ke pemberontakan rakyat tetap signifikan.
  • Pengaruh barat diukur dari berapa tahun misionaris Kristen ada di suatu kabupaten, Pengaruh Budha diukur dari banyaknya kuil budha, pengaruh geografis diukur dari kekasaran tanah, dan pengaruh dari pemberontakan sebelumnya. Dengan menambahkan semua variabel kontrol ini, efek negative dari konfusianisme ke pemberontakan rakyat tetap signifikan.

Kesimpulan yang dapat diambil dari ulasan jurnal ini adalah konfusianisme memang mengurangi pemberontakan rakyat yang terjadi akibat dari gagal panen di Provinsi Shandong. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan  normal sosial di masyarakat dapat mengurangi konflik yang terjadi. Namun hal ini kurang dapat mencerminkaan keadaan China secara keseluruhan mengingat pada penelitian ini hanya dilakukan penarikan sample pada provinsi Shandong.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in