Grandma Test: Money For A Harmony

Music EJR

Public School Music: Notes on the Public Provision of a Quasi-Private

 

Pengarang                  : Laura Langbein

Tahun                           : 2004

Nama Jurnal              :  Public Choice, Vol. 121, No. 1/2 (Jul., 2004), pp. 83-98

Tujuan Penelitian

Sekolah merupakan salah satu instansi manusia terpenting, tempat proses belajar-mengajar berlangsung. Sekolah menambah pengetahuan anak didik tentang dunia, serta membantu anak didik menyesuaikan diri dengan derap kemajuan dan perubahan cepat yang terjadi dalam kehidupan modern. Sekolah juga membantu manusia dalam menikmati seni dan mengembangkan minat serta bakat lain yang membuat waktu senggang lebih berharga terlebih pada sekolah musik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada aspek publicness. terhadap sekolah musik. Publicness dimaksud adalah  tingkat kepemilikan masyarakat terhadap sebuah barang dan seberapa besar barang tersebut memberikan manfaat semua lapisan masyarakat.  Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah  kebijakan Public school of music, bisa dirasakan manfaat keberadaannya oleh para siswa yang tidak bersekolah di sekolah tersebut.

Metodologi

            Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari School and Staffing Survey (SASS) tahun 1987-1988 di Amerika Serikat. Data ini diperoleh dengan melakukan survei guru di sekolah musik untuk memperoleh data jumlah siswa dan tipe dari kelas musik. Terdapat juga data dari survei sekolah yang terdiri dari data demografi dan karakteristik lain dari sekolah. Selain itu, terdapat data demografi distrik dari survei distrik. Terdapat 4334 distrik dengan data yang lengkap untuk penelitian ini.

Dalam penelitian ini menggunakan variable dependent yaitu jumlah kelas yang disediakan oleh setiap distrik. Dua variable independent utamanya adalah jumlah murid di kelas musik (Mn) dan jumlah murid non-musik yang mau ataupun tidak mau membayar biaya untuk kelas musik(Nn). Variable independent lainnya terdiri dari tiga varibel yang menunjukan biaya kelas musik per distrik dan karateristik lainnya. Pertama,  ukuran/size dari distrik yang dapat dilihat dari jumlah pengajar penuh yang ada distrik. Variable ini dapat menjelaskan skala ekonomis (economies of scale) yang merupakan faktor dari harga. Kedua, rasio dari jumlah pengajar penuh relative terhadap jumlah murid yang mendaftar. pengajar dimasukan dalam persamaan. Rasio ini mencermikan konsekuensi dari perbedaan harga dikarenakan biaya faktor input. Semakin mahal biaya, semakin sedikit jumlah guru yang diperkerjakan. Rasio ini juga merefleksikan pendapatan distik. Semua variabel yang digunakan pada penelitian ini ditunjukan pada tabel 1.

1

            Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Bergstorm dan Goodman’s (1973) yakni median voter model of demand.  Diberikan:

Keterangan:

qi= Permintaan kelas musik oleh para orang tua murid

A= Konstanta

p= Harga dari kelas musik tersebut

y= Pendapatan dan karakteristik lain dari orang tua murid di sekolah itu

Pada model ini permintaaan individu tidak dimasukkan dalam perhitungan. Namun yang diobservasi adalah total dari kelas musik yang di sediakan oleh sekolah musik. Namun, untuk mengetahui total kelas yang di berikan oleh sekolah music(M), maka diperlukan total dari permintaan oleh orang tua dari murid sekolah musik () dan total dari permintaan orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah music . Sehingga menghasilkan model persamaan:

234

Model diatas memberikan dua ekspektasi terhadap dua variable yang mempengaruhinya. Pertama, jumlah kelas hanya dipengaruhi oleh jumlah permintaan dari siswa yang mengikuti kelas musik sehingga sekolah tersebut hanya menjadi Private School. Kedua, model ini mencoba memperlihatkan Publicness dari Public School of Music  bagi siswa yang tidak mengikuti kelas musik. Untuk melihat apakah ada penuruanan dan kenaikan pada jumlah kelas musik yang tersedia akibat adanya perubahan pada faktor-faktor diatas. Model dalam persamaan ini akan diestimasi menggunakan least squares dummy variable(LSDV).

Hasil Penelitian

5

Tabel 2 menunjukan hasil dari model logaritma normative demand model. Setiap kenaikan satu persen dari jumlah murid dalam kelas musik, jumlah kelas akan bertambah sebesar 0.45 persen. Ini konisten dengan espektasi awal yang mengisyaratkan bahwa sekolah musik dikonsumsi sebagai private good. Sementara untuk koefisien dari siswa kelas non-musik tidak bermusik tidak signifikan mempengaruhi jumlah kelas musik. Hal ini berarti siswa non-musik menganggap kelas musik sebagai public goods yang berarti peningkatan jumlah siswa kelas non-musik tidak akan berdampak pada pengingkatan jumlah kelas musik. Siswa non-musik akan mendapatkan eksternalitas sebagai penikmat music dari siswa kelas musik.  Dengan seperti itu, mengindikasikan kalau orang tua  siswa kelas non-musik tidak mengkategorikan kelas musik sebagai sebagai quasi-private “bad’, atau quasi private “good”. Hal ini disebabkan oleh koefisien yang tidak signfikan.

Di sisi lain control variabelnya signifikan. Peningkatan ukuran/size dari sekolah (diukur dari jumlah pengajar tetap) satu persen akan meningkatkan jumlah kelas musik sebesar 0.015 persen. Pemberian kelas musik di distrik yang besar akan lebih murah daripada pada distrik yang kecil karena scale economies yang lebih sempit. Rasio jumlah guru tetap terhadap jumlah murid yang mendaftar kelas musik positif yang mengindikasikan bahwa kelas musik merupakan normal good. Indikator kemiskinan juga positif dan signifikan yang berarti masyarakat dengan pendapatan rendah ingin mendapatkan “luxury” goods, yaitu kelas musik, dari public expernse.

6

Hasil dari tabel 3 diatas merupakan hasil regresi untuk test positive theory, an additive interest group model. Hasil diatas sesuai dengan espektasi namun sangat kecil pengaruhnya. Untuk membuka 1 kelas musik baru, dibutuhkan tambahan 50 siswa kelas musik. Hasil pada tabel 3 berbeda dengan normative model, semakin banyak siswa non-musik akan meningkatkan tambahan jumlah kelas musik. Setiap peningkatan 1000 siswa non-musik di sebuah disrik, akan meningkatkan 2 tambahan kelas untuk mendukung school sports program dan annual Memorial day parade. Seperti pada normative model, model ini juga menunjukkan hasil yang signifikan dan positive pada variabel size, rasio jumlah guru tetap terhadap jumlah murid yang mendaftar kelas musik dan indikator kemiskinan. Normative model lebih dapat menggambarkan daripada additive interest group model yang dapat dilihat dari R2 yang lebih besar. Namun, model additive ini juga baik karena R2 yang cukup tinggi 0.77.

Kesimpulan

            Semakin banyak siswa kelas musik dan non-musik maka semakin banyak kelas musik. Hal ini mengindikasikan adanya unsur publicness pada program musik di sekolah. Unsur publicness ini signifikan dengan menggunakan additive interest group model namun tidak signifikan menggunakan normative model. Signifikansi ini terjadi karena semakin banyaknya sumber daya dan anggota kelompok yang mau membayarkan barang tersebut atau biaya kelas musik yang merupakan pure public good.  Penelitian ini juga membuktikan jika orang tua siswa kelas non musik mendukung adanya sekolah musik sebagai public good. Namun, ketika sekolah tersebut berubah menjadi private school orang tua para murid tersebut tidak merasakan keuntungan dari hadirnya sekolah tersebut seperti saat menjadi public school. Para orang tua pun enggan untuk mengganti pelajaran yang anak mereka sedang tempuh menjadi pelajaran musik.

Penelitian ini juga menganalisis mengapa ada beberapa daerah yang membuka banyak edukasi musik dan sada sekolah yang tidak membuka  edukasi terhadapa musik. Alasan pertama adalah  ada sejumlah orang tua murid yang ingin mendengar penampilan dari sekolah musik seperti vocal grup dan paduan suara. Alasan kedua adalah karena orang tua dari siswa non sekolah musik menikmati prestise dan menganggap pertunjukan musik dari sekolah musik sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati semua orang.

Diulas oleh: Fachry Abdul Razak, Staff Biro Internal (KI Penelitian) Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Giani Raras, Kepala Biro Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in