Grandma Test: Learning From Katara: Is Water That Powerful?

KANOPI_GTestAir

GLOBAL ECONOMICS OF WATER: IS WATER A SOURCE OF COMPARATIVE ADVANTAGE?

 

Penulis             : Peter Debaere

Tahun              : 2014

Jurnal               : American Economic Journal: Applied Economics Vol. 6 No. 2

Publisher         : American Economic Association

Tujuan Penelitian

Air merupakan kebutuhan esensial bagi manusia dan semua proses produksi barang membutuhkan air. Terdapat sebuah istilah yaitu virtual water atau water footprint yaitu jumlah air yang dibutuhkan dalam memproduksi sebuah barang. Contohnya untuk memproduksi satu buah kemeja membutuhkan 2000 liter air dan untuk memproduksi 1 kg coklat membutuhkan 17000 liter air. Walaupun air memiliki kontribusi yang tidak sebanyak faktor produksi tenaga kerja dan modal, air tetap dapat mempengaruhi pola produksi dalam sebuah negara. Penelitian ini ingin membuktikan apakah air adalah sebuah keunggulan komparatif yang dapat mempengaruhi pola perdagangan internasional. Seberapa jauh air dapat menimbulkan spesialisasi produksi, dan seberapa jauh persediaan air yang tidak merata di dunia membentuk pola ekspor di dunia

Data dan Metodologi

1

Figure 1 menunjukkan data dari negara-negara yang berkelimpahan air. Dari 134 negara dan 206 sektor industri, produk dibagi per desil. Desil pertama adalah produk yang membutuhkan paling sedikit air dalam produksinya, dan desil ke 100 menunjukkan produk yang paling banyak membutuhkan air dalam proses produksi. Grafik menunjukkan adanya hubungan positif antara water-intensive product dan proporsi terhadap ekspor dunia. Barang yang semakin water-intensive maka proporsinya terhadap ekspor dunia semakin besar. Fakta unik lainnya adalah virtual water/ water footprint yang terkandung dalam seluruh barang impor dan ekspor adalah 20% dari penggunaan air dunia. Selanjutnya peneliti ingin mengestimasi apakah air adalah keunggulan komparatif yang dapat menimbulkan pola perdagangan internasional.

Peneliti menggunakan dua model dalam estimasi yaitu:

2

Model pertama adalah model yang digunakan untuk menginvestigasi apakah benar negara yang berkelimpahan air akan memproduksi lebih banyak water-intensive goods. Xic adalah variabel independen yang mengukur ekspor negara c di sektor i kepada masyarakat dunia. Ai dan Ac adalah efek dari negara dan sektor yang harus dipertimbangkan seperti faktor intensitas dari sektor, ukuran relatif dan sumber daya negara, GDP, kebijakan negara, geografi, rata-rata perbedaan teknologi. Variable lain menunjukkan interaksi antara sumber daya produksi.

Xic      : ekspor negara c di sektor i kepada masyarakat dunia

ai         : faktor yang mempengaruhi ekspor

ac         : faktor yang mempengaruhi sektor

wi           : intensitas air

Wc       : sumber air perkapita

ki            : intensitas modal

Kc          : capital-labour ratio

si             : intensitas high skilled labor

Sc           : skilled labor ratio

3

Penulis juga mengestimasi variasi dari model 1 dalam model 2. Ic menunjukkan dummy variable apakah negara tersebut adalah negara krisis air dan variabel fji.Fjc merangkap semua interaksi faktor produksi bukan air.

  • Water resourcesà menghitung dari volume air terbarukan per kapita yang terdiri dari rata-rata aliran air di permukaan (tahunan) dan pengisian ulang air tanah. Variabel ini hanya memperhitungkan blue water dan tidak memasukkan green water pada perhitungan (blue water adalah air yang terdapat di atas dan bawah permukaan tanah sedangkan green water adalah air yang dihasilkan dari proses presipitasi). Berikut merupakan data dan pengelompokkan negara-negara berdasarkan jumlah air terbarukannya dalam satuan kubik meter per kapita
  • Sectoral Water Useà peneliti mengumpul data penggunaan air dalam sektor industri baik blue water dan green water. Green water digunakan untuk sektor power generation karena dalam memproduksi semua barang membutuhkan tenaga listrik. Peneliti menggunakan variabel interaksi antara kelimpahan air dan intensitas air dalam sektor untuk menejelaskan variabel independen yaitu ekspor sebuah negara
  • Water and International Tradeà hubungan antara air dan perdagangan internasional yang ditunjukkan oleh Figure 1. Terdapat korelasi sebesar 0.12 antara water endowment per kapita sebuah negara dan intensitas air dalam ekspor. Rata-rata proporsi sektor agrikultur meningkat dari 8-8.4% hingga 20% ketika sumber air per kapita meningkat

4

Hasil Penelitian

5

Hasil regresi menunjukkan bahwa air adalah keunggulan komparatif selain modal dan tenaga kerja. Kenaikan standar deviasi dari air akan meningkatkan ekspor senilai 0.05 standar deviasi. Pengaruh tersebut sebesar setengah dari pengaruh modal dan seperlima dari pengaruh tenaga kerja. Air adalah input dari semua kegiatan produksi dan harga dari air seringkali tidak mencerminkan opportunity cost yang sebenarnya. Pemerintah melakukan intervensi dan regulasi karena air merupakan kebutuhan yang esensial dan terdapat skala ekonomi dalam menjadikan air sebagai input. Dalam hal lain, air juga merupakan sumber daya dengan akses terbuka. Hal ini menyebabkan tragedy of commons yaitu penggunaan air yang masif khususnya pada sektor agrikultur. Peneliti menemukan bahwa air dapat mengubah pola perdagangan, konsisten dengan teori perdagangan internasional. Negara yang berkelimpahan air akan memproduksi water-intensive goods yang lebih banyak daripada negara yang memiliki kelimpahan yang lebih sedikit. Negara yang mengalami kelangkaan air dapat beralih dalam memproduksi barang yang less water-intensive dan mereka dapat mengimpor water-intensive goods dari negara yang tidak menghadapi masalah ketersediaan air. Bukti menunjukkan bahwa negara yang mengalami kelangkaan air melindungi sumber daya air mereka dengan mengekspor lebih sedikit water-intensive goods.

Diulas oleh: Daniera Nanda Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2017

Illustrasi oleh: Oktaviani Charra Staff Biro Penerbitan dan Informasi

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in