Grandma Test: Who Run The Loan? Girls!

gtest 79

Determinants of Women’s Success in Microcredit Programs

Pengarang      : Rushad Faridi

Tahun              : 2011

Nama Jurnal : The Journal of Developing Areas, Vol. 45 (Fall 2011), pp. 167-189

 

Tujuan Penelitian                              

Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui faktor-faktor apa saja yang mampu menjelaskan kesuksesan wanita dalam lembaga kredit mikro di Negara berkembang. Penelitian terkait sudah banyak dilakukan, namun hasil yang didapat sering kali bias dikarenakan terdapat unobserved factors yang diduga mengakibatkan perhitungan statistik menjadi tidak representatif. Pada jurnal ini, peneliti mencoba menggunakan proksi yang diduga mampu mengatasi permasalahan ini, yakni dengan memasukkan faktor yang berasal dari marriage market dari wanita-wanita yang mengikuti program lembaga kredit mikro. Ternyata, assortative mating secara statistik mampu menjelaskan mengapa wanita dapat sukses dalam program lembaga kredit mikro bersama faktor lainnya dan permasalahan statistik utama yaitu masalah endogenitas, dapat teratasi.                                                                                                            

Metodologi

            Di dalam jurnal ini, peneliti melakukan dua kali uji statistik yang terdiri dari pengujian faktor-faktor pada marriage market dan faktor-faktor kesuksesan wanita pada lembaga kredit mikro.1

Pada pengujian pertama, peneliti menggunakan data yang berasal dari survei rumah tangga  yang dilakukan di 87 desa di 29 distrik di Bangladesh, pada tahun 1991 hingga 1992. Sampel terdiri dari 29 distrik yang mewakili 381 distrik di Bangladesh, dimana dari 29 tersebut, 24 distrik memiliki satu atau lebih lembaga kredit mikro dan 5 distrik sisanya tidak memiliki satupun.

            Tabel diatas menunjukkan sampel yang digunakan. Metode stratified random sampling dilakukan kepada target penelitian yang terdiri dari mereka yang berpartisipasi dalam satu atau lebih lembaga kredit mikro dan tidak. Survei ini dilakukan tiga kali pada musim panen dari tahun 1991 hingga 1992, dan informasi mengenai harga pada setiap desa pun dikumpulkan di waktu yang sama.

Model Assortative Mating

            Model assortative mating yang dapat menjelaskan kondisi marriage market dijelaskan pada persamaan berikut,

2

CHARh adalah variabel yang menjelaskan karakter suami yang diinginkan oleh wanita. Variabel ini terdiri dari dua karakteristik, yakni tingkat pendidikan suami dan akumulasi kekayaan yang dimiliki oleh suami.  WSCHOOL adalah variabel bebas yang menjelaskan tingkat pendidikan dari calon mempelai wanita, MARITALw adalah usia wanita saat menikah, dan PARENTAL menjelaskan karakteristik orang tua dari calon mempelai wanita.

3

Pada tabel diatas, ditemukan bahwa tingkat pendidikan calon mempelai wanita signifikan mempengaruhi kualitas calon pasangan dari segi pendidikan dan ekonomi secara positif. Di sisi lain, usia wanita saat menikah secara positif mampu menjelaskan tingkat pendidikan calon suami secara signifikan tetapi tidak cukup signifikan menjelaskan sisi ekonomi dari calon mempelai laki-laki. Usia menikah wanita yang lebih tinggi, diduga dikarenakan wanita menunda pernikahannya untuk belajar sehingga dapat menemukan pasangan hidup yang memiliki kualitas pendidikan yang lebih tinggi. Karakteristik orang tua yang digambarkan dengan tingkat pendidikan ayah ternyata signifikan mempengaruhi baik tingkat pendidikan calon mempelai pria dan tingkat kekayaan calon mempelai pria. Namun, nilai koefisien yang rendah menunjukkan bahwa pendidikan calon mempelai perempuan lebih dihargai dibanding tingkat pendidikan dari ayah sang mempelai perempuan. Karakteristik orang tua kedua, yakni pekerjaan ayah ternyata memiliki respon yang berbeda tergantung berasal dari manakah sektor dia berkerja.

Model Performa Wanita dalam Lembaga Kredit Mikro

Untuk mengukur performa wanita dalam lembaga kredit mikro, digunakan total pengeluaran untuk barang konsumsi makanan dan non-makanan di setiap rumah tangga. Seperti yang dijelaskan pada teori klasik, tingkat konsumsi dipengaruhi oleh harga dan pendapatan, atau dijelaskan dalam persamaan C=f(P,Y). Pada kasus ini, digunakan persamaan yang lebih spesifik menyesuaikan dengan kondisi aktual dan ketersediaan data.

4

Sesuai dengan persamaan sebelumnya, tingkat konsumsi yang direpresentasikan oleh C dipengaruhi oleh tingkat harga dan pendapatan, pada kasus ini, tingkat harga dijelaskan melalui variabel Vill yang menggambarkan karakteristik pedesaan. Sedangkan tingkat pendapatan dijelaskan oleh variabel CREDIT, Lm, Ow, Uw, dan HH yang secara berurut melambangkan jumlah kredit pinjaman, durasi berpartisipasi dalam program kredit mikro, observed characteristics dari istri, Unobserved characteristics dari istri, dan karakteristik rumah tangga.

Model Ekonometrika

Untuk melihat signifikansi setiap variabel independen, digunakan persamaan dibawah untuk menguji setiap variabel independen.

5

Dimana CONSUM, AGEIV, WSCHOOL, dan £ menggambarkan secara berurut tingkat pengeluaran konsumsi, usia istri, tingkat pendidikan istri, dan unobserved characteristics dari model ekonometrika assortative mating. Beberapa variabel lain digunakan untuk menguji model ekonometri diatas seperti jarak rumah tangga terhadap akses lembaga kredit mikro, dan lain-lain, yang dijelaskan lebih detail pada hasil penelitian. Begitupun permasalahan ekonometrika pada kasus ini, yakni endogenitas, juga diuji pada model persamaan ekonometri dan akan dijelaskan lebih lengkap pada bagian hasil penelitian.

Hasil Penelitian

6

            Sebelum melakukan regresi, uji statistik untuk melihat endogenitas pada kasus ini dilakukan, dan ditemukan bahwa Estimates (3) yang telah memasukkan unobserved factors dari pasar pernikahan, terbebas dari masalah endogenitas.

Berdasarkan gambar disamping, pada persamaan 3, tidak ditemukan hubungan yang signifikan diantara tingkat pendidikan wanita (WSCHOOL) dengan kesuksesan wanita dalam program kredit mikro. Hal ini menjelaskan kondisi bahwa kemampuan seorang wanita lebih diandalkan dibanding gelar pendidikan wanita tersebut. Usia wanita (AGE) tidak terlalu berpengaruh terhadap performa mereka di dalam lembaga kredit mikro. Kredit (LCREDIT) seperti yang diekspektasikan, memiliki hubungan positif terhadap konsumsi peserta lembaga kredit mikro. Jarak antara rumah tangga dengan rumah orang tua (DISTPAR) ternyata tidak ditemukan hubungan yang signifikan. Jumlah anggota keluarga (HMEM) signifikan mempengaruhi performa wanita dalam kredit mikro. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang harus dibiayai, maka terdapat tuntutan bagi wanita untuk melakukan performa yang lebih baik. Kehilangan pasangan hidup (NSPOU) ternyata tidak signifikan mempengaruhi performa wanita dalam lembaga kredit mikro. Tingkat pendidikan kepala keluarga (EDUHEAD), mampu mempengaruhi performa wanita secara signifikan. Tambahan anggota keluarga perempuan (ADFEM) terlihat memberikan efek negatif terhadap performa wanita dalam kredit mikro namun tidak signifikan. Adanya rural health center (RURLTH) dan family planning center (FAMPLN) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan wanita dalam program kredit mikro. Jarak rumah tangga terhadap jalan yang baik dan siap digunakan atau teraspal (DISTRD) dan rata-rata upah laki-laki (AMWG) meskipun signifikan tetapi tidak memberikan dampak yang berarti. Ketersediaan listrik (ELEC) signifikan mempengaruhi jumlah pengeluaran dan performa wanita dalam lembaga kredit mikro secara positif. Variabel unobserved characteristics yakni HEDURES dan HLNDRS yang didapat dari persamaan pada assortative mating ternyata signifikan mempengaruhi performa wanita dalam lembaga kredit mikro.

Kesimpulan

            Meskipun pada studi ini peneliti bertujuan mencari determinan-determinan yang mampu menjelaskan kesuksesan wanita dalam program kredit mikro, terdapat hal yang bisa dijadikan rujukan bagi Pemerintah untuk mengurangi kesenjangan diantara wanita dan laki-laki dan mengurangi tingkat kemiskinan. Tidak hanya menggalakkan program kredit mikro kepada wanita dikarenakan mereka memiliki akses yang terbatas untuk masuk ke dalam pasar tenaga kerja, peran Pemerintah untuk menyediakan fasilitas layanan kesehatan, advokasi keluarga berencana, fasilitas pendidikan, dan menyediakan suplai listrik  juga penting untuk mendukung kesuksesan wanita dalam program kredit mikro dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

Diulas oleh: Aby Dwi Prasetya, Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Kanty Raviandra, Staff Biro Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in