Grandma Test: The Role Of Gender In Economic Education

Grandma Test Cesa

An Econometric Model of the Role of Gender in Economic Education

Pengarang      : Julia A. Heath

Tahun               : 1989

Nama Jurnal : The American Economic Review, Vol. 79, No. 2, Papers and Proceedings of the Hundred and First Annual Meeting of the American Economic Association, pp. 226 – 230.

Tujuan Penelitian                              

Hingga saat ini, banyak sekali penelitian yang membahas mengenai perbedaan jenis kelamin sebagai dependent variable yang kemudian dikaitkan dengan berbagai hal sebagai independent variable. Salah satunya, yaitu pengaruh dari jenis kelamin seseorang terhadap kemampuan akademisnya. Tetapi, hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa hal ini tidak berlaku untuk anak yang masih duduk di tingkat sekolah dasar (Donald Davidson dan John Kilgore, 1971; William Walstad, 1979) atau sekolah menengah pertama (Michael MacDowell et al., 1977; Stephen Buckleas and Vera Freeman, 1984). Dalam hal pendidikan ekonomi sendiri, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin signifikan pula efek dari perbedaan jenis kelamin terhadap kemampuan belajar dan kemampuan akademisnya (Robert Highsmith, 1974; Daniel Thornton and George Vredeveld, 1977; M. E. Moyer and D. W. Paden, 1968).

Dua pertiga dari penelitian yang telah dilakukan juga menunjukan adanya perbedaan yang signifikan, dimana laki – laki cenderung memiliki kemampuan akademis yang lebih baik dibandingkan dengan perempuan. Namun, perbedaan dari hasil yang didapatkan dari beberapa penelitian ini hanya berlaku ketika pertanyaan terkait pengetahuan ekonomi yang diberikan berbentuk pilihan berganda. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan esai, perempuan cenderung lebih baik karena memiliki kemampuan verbal yang juga lebih baik dibandingkan dengan laki – laki yang justru memiliki kemampuan spasial dan kuantitatif yang lebih baik (Keith Lumsden dan Alex Scott, 1987).

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian – penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa kemampuan akademis yang dimiliki oleh laki – laki lebih baik dibandingkan dengan perempuan mengakibatkan terjadinya bias karena adanya variabel – variabel penting yang tidak diperhitungkan, misalnya pemilihan kelas yang belum tentu dilakukan sesuai dengan keinginan dari siswa tersebut. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh dari perbedaan jenis kelamin dengan kemampuan akademis siswa terkait dengan pengetahuan ekonomi, dengan memperhitungkan self – selectivity bias.

                                                                                                                                               

Metodologi

             Dependent variable yang digunakan dalam model penelitian ini, yaitu nilai siswa yang didapat dari Test of Economic Literacy (TEL) yang merupakan tes penyetaraan antar negara untuk siswa sekolah menengah keatas sebagai bagian dari National Assessment of Economic Education (NAEE). Sebagai tambahan data siswa yang digunakan, ada juga data mengenai guru serta sekolah siswa tersebut.  Independent variables yang digunakan, termasuk di dalamnya terdapat dummy variables yang menunjukkan jenis kelamin siswa dan guru; apakah siswa tersebut berencana untuk melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, apakah siswa tersebut sebelumnya sudah mengambil mata pelajaran business dan algebra, serta partisipasi sekolah tersebut dalam Developmental Economic Education Program (DEEP). Selain itu, terdapat juga data nilai rata – rata siswa, lamanya periode guru mengajar, serta jumlah sks yang diambil oleh guru semasa ia kuliah.

            Dalam penelitian ini, sample yang digunakan terdiri dari siswa yang membutuhkan mata pelajaran ekonomi sebagai syarat kelulusan dan yang tidak membutuhkan. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

1

dimana persamaan (1) menunjukan nilai siswa sedangkan persamaan (2) merupakan persamaan yang menggambarkan z* sebagai latent variable terkait dengan apakah siswa tersebut mengambil mata pelajaran ekonomi sebagai syarat kelulusan. Variabel z disini sebagai dummy variable, dimana:2

Untuk persamaan pertama, sample yang digunakan hanyalah siswa yang mengambil mata pelajaran ekonomi sebagai syarat kelulusan untuk menghindari terjadinya bias, yaitu sebanyak 3.266 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu ordinary least square.

Hasil Penelitian

Hasil pengujian untuk persamaan (2) ditunjukan oleh kolom pertama di tabel berikut ini.

3

            Laki – laki memiliki kecenderungan lebih untuk mengambil mata pelajaran ekonomi dibandingkan dengan wanita. Kemudian semakin tinggi nilai rata – rata yang didapat oleh siswa, semakin tinggi pula peluang siswa untuk mengambil mata pelajaran ekonomi. Selain itu, pengambilan mata pelajaran business dan algebra meningkatkan kecenderungan siswa untuk mengambil mata pelajaran ekonomi, sedangkan partisipasi sekolah dalam DEEP justru sebaliknya.

            Selanjutnya, kolom kedua dan ketiga di tabel1 menunjukkan corrected results dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara laki – laki dan perempuan, yaitu sebesar 10 poin. Nilai yang didapatkan oleh siswa juga menunjukkan korelasi positif dengan apakah siswa tersebut berencana untuk melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, sedangkan pengambilan mata pelajaran business dan algebra serta partisipasi sekolah dalam DEEP tidak memiliki signifikansi dengan performa siswa .

            Hasil tes siswa juga secara signifikan lebih tinggi jika diajar oleh guru perempuan. Sedangkan pengalaman mengajar guru yang ditunjukkan oleh lamanya ia mengajar justru memiliki korelasi negative dengan nilai siswa, yang mungkin saja disebabkan oleh metode mengajar yang digunakan oleh guru yang lebih muda cenderung baru dan lebih interaktif. Kemudian, jumlah sks ekonomi yang diambil oleh guru ketika ia kuliah juga berkorelasi positif dengan nilai siswa.

Kesimpulan

            Meskipun analisis empiris yang dilakukan terkait dengan perbedaan gender ini secara konsisten menunjukkan bahwa siswa laki – laki selalu lebih unggul dibandingkan dengan siswa perempuan di bidang akademik, bisa saja terjadi understated dalam perhitungan dikarenakan hasilnya sangatlah bergantung pada hal – hal yang dijadikan sebagai independent variable dalam penelitian tersebut. Dan setelah melakukan penelitian dengan memperhitungkan adanya self-selectivity bias ini, dapat disimpulkan bahwa factor self-selection ini sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan akademis siswa terkait dengan pengetahuan ekonomi, terlepas dari jenis kelamin yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Diulas oleh: Amalia Cesarina, Wakil Ketua Divisi Penelitan Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Adimas Bagus Wisesa, Staff Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in