Grandma Test: Do You Love Me Or My Money?

Nanda255

Love and Money by Parental Matchmaking: Evidence from Urban Couples in China

Pengarang                 : Fali Huang, Ginger Zhe Jin and Lixin Colin Xu

Tahun                         : 2012

Nama Jurnal             : The American Economic Review, Vol. 102, No. 3, PAPERS AND PROCEEDINGS OF THE One Hundred Twenty Fourth Annual Meeting OF THE AMERICAN ECONOMIC ASSOCIATION (MAY 2012), pp. 555-560

Publisher                   : American Economic Association

Abstraksi

Marriage formation (perjodohan) adalah sebuah proses memasangkan seorang laki-laki dan perempuan yang bertemu secara random melalui sebuah agen. Dalam jurnal ini agen tersebut adalah orang tua yang secara sengaja memberikan pengaruh terhadap pilihan sang anak. Fakta yang sering dilupakan adalah perjodohan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan dua keluarga yang akan mempengaruhi kesejahteraan orang tua mereka. Eksternalitas tersebut sudah menjadi sorotan penting sejak zaman dahulu dan tetap menjadi sorotan di negara-negara berkembang. Adanya eksternalitas tersebut membuat orang tua sering kali terlibat dalam perjodohan anaknya. Jurnal ini menunjukkan studi empiris mengenai pengaruh perjodohan terhadap marriage outcome dari sisi ekonomi.

Data dan Metodologi

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah OLS (Ordinary Least Square). OLS ini adalah metode regresi sederhana untuk mengukur tingkat signifikasi pengaruh satu variabel terhadap variabel lain.  Penelitian yang dilakukan di Cina ini menggunakan metode stratified random sampling untuk memilih rumah tangga di satu kotamadya (Shanghai) dan enam provinsi (Guangdong, Sichuan, Jilin, Shandong, Shanxi, and Ningxia yang tersebar di seluruh penjuru Cina. Pengumpulan data juga dibagi ke dalam beberapa tingkatan umur yaitu 18-25, 26-30, 31-35, 36-40, 41–45, 46-50, 51-55, dan 56 ke atas. Mereka memperlakukan provinsi-provinsi tersebut sebagai pasar pernikahan yang berbeda, didukung dengan adanya sistem Hukou yang secara efektif menghambat orang dalam bermigrasi antar kota dan desa. Struktur ekonomi dan gaya hidup juga membedakan secara drastis antara area urban dan rural yang akan mempengaruhi metode perjodohan dan hasilnya (outcome). Peneliti mengambil data dari 3,900 pasangan rumah tangga sebagai sample penelitian

Salah satu variabel penting dalam penelitian ini adalah parental involvement index yang dihitung sebagai berikut:

  • mengenal pasangan dari orang tua atau kerabat diberi poin 1
  • mengenal pasangan dari teman diberi poin 0
  • mengenai pasangan dengan bertemu secara pribadi diberi poin 0
  • mengenal pasangan dengan cara lain diberi poin 0

Variabel lainnya adalah outcome dari pernikahan itu sendiri yaitu economic outcome yang dihitung berdasarkan gabungan pendapatan suami-istri dan  harmony index yang menunjukkan tingkat dan kualitas kecocokan dari suami-istri dan dapat merepresentasikan rasa ketertarikan. Namun menghitung aspek emosional sulit untuk dihitung kuantitatif secara akurat karena aspek tersebut adalah hal yang abstrak dan subjektif. Namun peneliti berusaha untuk mengukur aspek tersebut dengan cara mengajukan pertanyaan kepada pasangan rumah tangga yaitu tentang bagaimana mereka berkonsiliasi dengan pasangan mereka. Poin dihitung sebagai berikut:

  • jika mereka tidak pernah mengalami konflik diberi poin 2
  • memiliki konflik tapi diselesaikan dengan kompromi bersama-sama diberi poin 1
  • memiliki konflik tapi diselesaikan dengan kompromi sepihak atau menggunakan mediasi diberi poin 0

Karena yang menggunakan  mediasi hanya 3% dari data, peneliti tidak membedakan dengan kompromi sepihak. Hasil regresi menunjukkan hasil yang sama untuk 7 area dan 7 tingkatan umur.

Hasil Penelitian

 hshshs

Dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa parental involvement berpengaruh negatif terhadap keharmonisan rumah tangga (harmony index) namun berpengaruh positif terhadap pendapatan gabungan pasangan suami-istri (couple income). Pasangan yang melalui proses parental involvement tidak lebih harmonis dari pasangan pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari angka -0,05 pada difference di harmony index yang menunjukkan hasil yang signifikan. Namun, pasangan yang melalui proses parental involvement akan lebih sejahtera secara ekonomi dibandingkan dengan pasangan pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari angka 0,04 pada difference di couple income yang menunjukkan hasil yang signifikan.

Penjelasan rasional dari munculnya perjodohan oleh orang tua (yang cenderung fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi) adalah gabungan pendapatan dari pasangan suami-istri lebih mudah dirasakan oleh anggota keluarga lain dibandingkan ketertarikan satu sama lain pada pasangan. Ketertarikan antara dua individu yang merepresentasikan keharmonisan merupakan sesuatu yang abstrak dan tidak bisa dievaluasi oleh orang lain. Berbeda dengan economic and household output yang bisa dibagikan atau dilihat oleh orang lain. Bahkan orang tua yang altruistik (tidak egois dan memikirkan kepentingan orang lain) peduli tentang bagaimana pendapatan potensial dari seorang istri ketimbang seberapa menarik dia bagi anak laki-lakinya.

Parent matchmaking bersifat endogenus (dipengaruhi oleh faktor dalam), biasanya terjadi saat human capital (skill) anak laki-laki lebih rendah, besarnya biaya mencari jodoh, orangtuanya memiliki derajat sosial yang tinggi, atau orangtuanya lebih kompeten dalam mencarikan jodoh dibanding anaknya. Dalam fixed marriage market ada dua macam self-selection: adverse selection (penuh resiko dan informasi yang tidak simetris)  oleh anak laki-laki dan  positive selection (membawa keuntungan) oleh orang tua. Oleh karena itu, anak laki-laki dengan human capital yang rendah tapi memiliki orang tua yang lebih capable atau lebih termotivasi akan menyerahkan urusan perjodohan pada orang tuanya. Sample unik dari pasangan kota di Cina menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam memilih pasangan berpengaruh negatif pada keharmonisan rumah tangga namun berpengaruh positif terhadap gabungan pendapatan pasangan.

Diulas oleh: Daniera Nanda Ariefti, Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Rifqi Ramadhan, Staff Divisi Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in