GRANDMA TEST: Determinants of Corruption in Developing Countries

gtest

Determinants of Corruption in Developing Countries

Penulis            : Ghulam Shabbir and Mumtaz Anwar

Tahun              : 2008

Jurnal             : The Pakistan Development Review, Vol. 46, No. 4, Papers and Proceedings PARTS Iand II Twenty-third Annual General Meeting and Conference of the Pakistan Society ofDevelopment Economists Islamabad, March 12-14, 2008 (Winter 2007), pp. 751-764

Tujuan Penelitian

Pada tahun 1990 an kasus korupsi terjadi di seluruh negara yang ada tidak terkecuali negara maju seperti Korea Selatan, France, Italy, Amerika dan negara-negara lainnya. Kemudian salah satu organisasi dunia yaitu Transparancy International (TI) memberikan indeks yang bisa mengukur tingkat korupsi di setiap negara yaitu Corruption Percieved Index (CPI). Survey CPI dilakukan terhadap 163 negara di dunia dan hasilnya pada tahun 1995 New Zealand menjadi negara yang paling sedikit kasus korupsi dan Indonesia menjadi Negara paling korup di dunia. Namun setelah tahun tersebut kasus korupsi semakin meningkat dan survey selanjutnya menunjukan negara-negara berkembang seperti Nigeria, Cameroon, Bangladesh, Hait. Hingga akhirnya pada tahun 2006 CPI merilis survey yang baru bahwa hampir semua negara berkembang memimpin urutan tingkat korupsi tertinggi di dunia.

Kemudian peneliti mulai mencari tau alasan kenapa negara berkembang selalu menjadi negara terkorup di dunia. Selama ini korupsi secara umum hanya terjadi karena alasan government activity sehingga muncul penelitian untuk mencari determinant penyebab kasus korupsi dengan asumsi tidak berfokus pada government tetapi aspek ekonomi dan non ekonomi. Serta dalam penelitian ini ingin tau factor apa saja yang mungkin mampu mengurangi korupsi.

Data dan Metodologi

Pengumpulan data dilakukan dengan cross section of data untuk melakukan analisis terhadap 41 negara berkembang yang memiliki tingkat korupsi cukup tinggi di dunia berdasarkan data CPI

Penelitian ini membagi dua determinant yaitu factor ekonomi yang terdiri dari economic freedom, globalisation (international integration), education level, level of development and income distribution.

CORR = F(EF,GL,ED,DV,YD)

CORR = Level of Perceived Corruption

EF = Economic Freedom

GL = Globalisation

ED = Level of Education

 DV = Level of Development

 YD = Income Distribution.

Equation :1

Faktor non ekonomi terdiri dari  social politic dan religion seperti  form of democracy, press freedom and share religion .

CORR = f(PF,DM,RG)

PF = Press freedom

DM = Degree of democracy

RD = Share of population affiliated with particular religion

Equation :

2

CORR = α0+ α0PF + α0DM

Hasil penelitian :

3

Dari data diatas hampir semuanya memiliki data yang significant kecuali pendidikan dan income distribution. Namun walaupun tidak significant pendidikan memiliki korelasi positif dengan korupsi sehingga ketika pendidikan suatu negara berkembang meningkat maka tingkat korupsi akan naik sedangkan untuk globalisasi, kebebasan ekonomi, pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi negatif yang artinya faktor tersebut bisa menjadi faktor penurun korupsi.

4

Kemudian faktor non ekonomi menunjukan hasil yang tidak significant dan memiliki korelasi negatif dengan korupsi

Kesimpulan

Dari data yang ada disimpulkan bahwa determinant yang bisa digunakan untuk menurunkan perceived level of corruption di negara berkembang adalah faktor ekonomi dibandingkan faktor non ekonomi sehingga pemerintah diharapkan mulai berfokus pada faktor ekonomi yang ada dalam menentukan setiap policy yang ada terutama dalam hal globalization, economics freedom dan economics development yang akan menjadi faktor penurun korupsi dan untuk tingkat pendidikan diharapkan tetap meningkatkan pendidikan yang ada namun harus ada intervensi atau pengawasan yang ketat dalam pemberian pengajaran yang sesuai untuk meminimalizir efek tingkat pendidikan yang memiliki korelasi positif dengan korupsi.

Diulas oleh: Aditya Bagus Saputra, Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Calista E. Dewi, Staff Divisi Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in