GRANDMA TEST: How Economics Education Effect Your Greed?

Gtest 27_4

Economics Education and Greed

 

Penulis                         :Long Wang (City University of Hong Kong) ; Deepak Malhotra (Harvard Business School) ; J. Keith Murnighan (Northwestern University)

Tahun                          : 2011

Nama Jurnal               : Academy of Management Learning & Education, 2011, Vol. 10 . No.4, 643 – 660

 

Tujuan Penelitian

Pada decade pertama abad ini, tercatat  banyak kasus terkait tindakan keserakahan manusia. Financial Times (2002) melaporkan bahwa 25 kebangkrutan terbesar antara tahun 1999 – 2001 menghasilkan penghapusan $210 milyar nilai pemegang saham dan hampir 100.000 pekerjaan. Dibalik kebangkrutan ini, top management malah mendapat uang kompensasi mencapai $3.3 milyar. Pada tahun yang sama, Fortune melaporkan bahwa jajaran eksekutif dan direksi perusahaan dari 1.035 perusahaan mengantongi $ 66 milyar bahkan karena harga saham perusahaan mereka turun lebih dari 75%). Paul Volker, mantan ketua Federal Reserve Board berkomentar bahwa keserakahan korporasi meningkat pesat di luar ekspetasi pada tahun 1990 (Cassidy, 2002). Ekonomi adalah ilmu yang memiliki asumsi fundamental yaitu maksimalisasi self-interest. Adam Smith Bapak Ekonomi Klasik telah menanamkan pandangan bahwa seseorang melakukan sesuatu berdasarkan atas motif pemenuhan kepentingan pribadi, tanpa melihat eksternalitas negative yang mungkin ditimbulkan. Keserakahan adalah bentuk pemenuhan kepentingan pribadi (self interest) yang berlebihan. Pada penelitian ini ingin mengetahui pengaruh pendidikan ekonomi dengan persepsinya terhadap keserakahan dan perbuatan serakah.

Metodologi  

Pada penelitian ini akan menguji 2 hipotesis yaitu :

  • H1 : Peningkatan pemberian pendidikan ekonomi akan berhubungan dengan kenaikan tingkah keserakahan dan berkurangnya perhatian pada keadilan.
  • H2 : Peningkatan pemberian pendidikan ekonomi akan berhubungan dengan kenaikan pada pandangan positif mengenai keserakahan.

Kedua hipotesis di atas akan diuji lewat 3 studi yaitu :

  • Studi 1 : partisipan sejumlah 112 mahasiswa Midwestern University, terbagi atas dua jurusan yaitu ekonomi dan pendidikan. Partisipan akan membuat sebuah keputusan yang berhubungan dengan mengalokasikan jumlah uang yang dimiliki (Dictator Game). Selain itu partisipan akan mengisi kuisioner yang menunjukkan alasan yang mendasari keputusannya. Penelitian ini menggunakan metode membandingkan mean diantara 2 populasi yaitu mahasiswa ekonomi dan mahasiswa pendidikan.
  • Studi 2 : partisipan sejumlah 166 mahasiswa Midwestern University yang terdiri atas 60% wanita, 44% berkulit putih dan 34% adalah mahasiswa jurusan ekonomi. Partisipan menceritakan 2 pengalaman pribadinya yaitu saat dia menolak melakukan tindakan serakah dan  saat dia melakukan tindakan serakah serta menjelaskan alasan atas tindakan tersebut. Setelah itu, mereka memberi nilai mengenai keserakahan dengan skala 1-7 (1 =immoral ; 7 = moral) dan mendefinisikan serakah menurut pandangan pribadi. Analisis ini berfokus pada 3 dependent variable yaitu the post hoc feeling index dari cerita yang mereka tentang keserakahan, pandangan moral dari serakah dan definisi serakah yang mencakup dampak negative dari terjadinya keserakahan. Pada penelitian ini menggunakan metode ANOVA dan regresi logit untuk mengetahui tingkat signifikansi hubungan antara gender, jurusan dan exposure
  • Studi 3 : partisipan terdiri dari 92 mahasiswa non ekonomi dan tidak pernah mendapat pendidikan formal mengenai ekonomi, 69% diantaranya adalah wanita. Partisipan diberikan kesempatan membaca 3 buah pernyataan yaitu pernyataan positif, negative dan netral mengenai self interest lalu membuat kesimpulan dari apa yang dibaca. Setelah itu, mereka diberikan 8 poin pertanyaan dengan mengurutkan keuntungan dari keserakahan dan opini secara umum tentang nilai moral dari keserakahan. Metode yang digunakan untuk menguji hasilnya adalah ANOVA (gender dengan teks) untuk menguji pandangan moral mengenai keserakahan memiliki efek yang signifan dengan teks.

 

Hasil Penelitian

Studi 1 :

1

Pada studi 1 mendukung klaim hipotesis yang mengatakan bahwa mempelajari ekonomi akan mendorong Anda untuk menjadi lebih mengutamakan self-interest dan berpontensi lebih serakah. Mahasiswa di kelas ekonomi cenderung menyimpan uang lebih banyak untuk kepentingan pribadi. Hal ini berlaku pula pada mahasiswa non ekonomi yang telah mengambil kelas ekonomi selama beberapa lama. Mereka akan bertindak seperti mahasiswa ekonomi, lebih memilih menyimpan uang untuk dirinya sendiri daripada untuk orang lain.

Studi 2 :

2

2a2b

2c

Pada studi 2, mendukung klaim hipotesis yang menyatakan bahwa pendidikan ekonomi akan memiliki korelasi positif dengan persepsi mengenai keserakahan. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi perilaku pribadi mengenai keserakahan yaitu frekuensi mengikuti kelas ekonomi, pilihan jurusan ekonomi dan gender. Menjadi mahasiswa ekonomi memiliki efek dalam pandangan kita mengenai definisi keserakahan. Frekuensi pengambilan kelas ekonomi ≥ 3x memiliki korelasi positif dengan persepsi kita tentang moralitas dari tindakan serakah. Studi 2 juga menunjukkan perempuan memiliki pandangan yang lebih negative tentang kebiasaan serakah dibandingkan laki – laki (Eckel & Grossman, 1998 ; Seguino, Stevens, & Lutz, 1996).

 

Studi 3 :

3

Pada studi 3 menunjukkan perbedaan pernyataan (positif, negative, netral) tidak mempengaruhi secara signifikan pandangan seseorang mengenai keuntungan melakukan tindakan serakah serta tidak memiliki efek signifikan dari jumlah poin positif yang ditulis tentang keserakahan. Namun, pernyataan  positif  mengarahkan pada  kenaikan perilaku serakah Dengan kata lain pendidikan ekonomi meningkatkan tingkat penerimaan atas perilaku keserakahan. Sedangkan, gender tidak memiliki efek yang signifikan terhadap pandangan moral mengenai serakah. Survey ini menunjukkan bahwa membaca hal positif mengenai self-interest bisa mempengaruhi perilaku dan opini seseorang menyangkut keserakahan.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan korelasi positif antara pendidikan ekonomi dengan perilaku serakah. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam menciptakan culture organisasi. Seperti halnya pada pendidikan ekonomi, organisasi bisa meningkatkan frekuensi untuk mengkomunikasikan peraturan atau norma di perusahaan yang berkaitan dengan maksimalisasi laba, tanggung jawab pekerjaan dan kemampuan untuk bertahan dalam pekerjaan.  Dengan analogi yang sama dengan pendidikan ekonomi dan tindakan serakah, organisasi bisa memperoleh hasil yang positif pula. Perusahaan menekankan bahwa “greed” dalam arti positif adalah suatu kebutuhan dan bisa menguntungkan  bagi kinerja perusahaan. Di sisi lain, sekolah bisnis dan ekonomi harus membuat strategi untuk meminimalisir kerugian dari kurikulum yang mereka ajarkan seperti keserakahan yang meningkat dan ketidakpedulian akan nilai keadilan di masyarakat.

Diulas oleh: Ni Putu Cyntia Suryadewi, Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2017

Ilustrasi oleh: Kanty Raviandra, Staff Biro Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2017

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in