PRIMERA: Preferensi Mata Kuliah Non-Jurusan

 

KANOPI_PrimeraJurusan

Anak IE BelajarPengma? No Way! (Or Yes Way) – Preferensi Mata Kuliah Non-Jurusan

            Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, rumah kita semua yang kita cintai ini diwarnai oleh beberapa jurusan dan program studi yang beragam, mulai dari Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Islam, hingga Ilmu Ekonomi Islam. Namun, terlepas dari keberagaman tersebut, ada satu hal yang menyatukan kita semua, yaitu mata kuliah untuk tahun pertama yang sudah ditentukan oleh Biro Pendidikan dan wajib hukumnya untuk semua mahasiswa FEB UI ambil. Tentunya, pendapat mahasiswa FEB UI mengenai fakta ini pun beragam, dan pada kesempatan kali ini, kami dari Divisi Penelitian KANOPI FEB UI melakukan penelitian mengenai mata kuliah non-jurusan tersebut.

            Kebijakan mengenai mata kuliah non-jurusan tersebut berarti mahasiswa-mahasiswa FEB UI harus mengambil beberapa mata kuliah yang sebenarnya bukan mata kuliah yang berhubungan secara langsung dengan jurusannya, seperti mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Manajemen yang diwajibkan mengambil mata kuliah Pengantar Akuntansi dan mahasiswa Akuntansi yang diwajibkan mengambil mata kuliah Pengantar Bisnis. Terlepas dari kewajiban ini, apakah yang sebenarnya dipikirkan oleh mahasiswa FEB UI? Apakah mereka merasa kebijakan ini penting dan berguna? Dan apakah persepsi kalian terhadap penting atau tidak pentingnya mata kuliah-mata kuliah non-jurusan tersebut mempengaruhi kemauan kalian untuk belajar, mengikuti les, dan membeli buku-buku?

            Dalam penelitian kali ini, kami menyebarkan kuesioner kepada 107 responden yang terdiri dari 62 perempuan dan 45 laki-laki. Proporsi jurusan dari responden kuesioner kami adalah 31% Akuntansi, 30% Manajemen, 26% Ilmu Ekonomi, 7% Bisnis Islam, dan 6% Ilmu Ekonomi Islam. Angkatan yang mengisi pun beragam, dimana 32% adalah dari angkatan 2016, 29% dari angkatan 2015, 24% dari angkatan 2014 dan 15% dari angkatan 2013.

            Fokus kami dalam penelitian ini adalah kepada 6 mata kuliah yang khusus, yaitu Pengantar Akuntansi, Statistika Ekonomi dan Bisnis, Matematika Ekonomi dan Bisnis, Pengantar Ekonomi, Pengantar Bisnis, dan Pengantar Manajemen untuk mahasiswa dari jurusan selain jurusan utama masing-masing mata kuliah. Mata kuliah apa yang sebenarnya dirasa paling penting atau paling tidak penting bagi mahasiswa terlepas dari jurusannya? Ternyata, mata kuliah non-jurusan yang dirasa paling tidak penting untuk mahasiswa non-jurusan tersebut adalah Pengantar Manajemen dimana 20% responden mengatakan bahwa mata kuliah tersebut sangat tidak penting untuk mahasiswa non-Manajemen. Di lain sisi, mata kuliah yang dianggap paling penting terlepas dari jurusannya adalah Pengantar Ekonomi, dimana 50% mengatakan bahwa mata kuliah tersebut sangat penting bagi mahasiswa dari jurusan selain Ilmu Ekonomi. Hal ini mungkin bukan suatu kejutan, mengingat Pengantar Ekonomi memang memberikan fondasi pengetahuan tentang ekonomi, apalgai mengingat tempat kita di Fakultas Ekonomi.

            Secara lebih detail, untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi bagi mahasiwa jurusan non-Akuntansi, 6.35% merasa mata kuliah tersebut sangat tidak penting, 25.19% kurang penting, 8.89% biasa saja, 21.77% cukup penting, dan 37.71% sangat penting. Untuk mata kuliah Statistika Ekonomi dan Bisnis, bagi mahasiswa jurusan selain Ilmu Ekonomi, 10.81% merasa mata kuliah tersebut sangat tidak penting, 12.16% kurang penting, 16.22% biasa saja, 24.32% cukup penting, dan 36.49% sangat penting. Untuk mata kuliah Matematika Ekonomi dan Bisnis, 10.81% responden merasa mata kuliah tersebut sangat tidak penting bagi mahasiswa selain jurusan Ilmu Ekonomi, 13.51% kurang penting, 20.27% biasa saja, 29.73% cukup penting, dan 25.68% sangat penting. Untuk mata kuliah Pengantar Ekonomi bagi mahasiswa non-Ilmu Ekonomi, 4.05% menganggapnya sangat tidak penting, 16.22% menganggap kurang penting, 6.76% merasa biasa saja, 22.97% menganggapnya cukup penting, dan 50% menganggapnya sangat penting. Untuk mata kuliah Pengantar Bisnis, 18.58% menganggapnya sangat tidak penting bagi mahasiswa selain jurusan Manajemen, 24.29% menganggapnya kurang penting, 28.57% biasa saja, 14.28% cukup penting, dan 14.28% lagi menganggapnya sangat penting. Terakhir, untuk mata kuliah Pengantar Manajemen, 20% responden merasa mata kuliah tersebut sangat tidak penting bagi mahasiswa non-Manajemen, 21.43% merasa kurang penting, 20% merasa biasa saja, 27.14% merasa cukup penting, sedangkan 11.43% merasa sangat penting.

            Tentunya persepsi mahasiswa-mahasiswa FEB UI terhadap mata-kuliah non jurusan diatas akan mempengaruhi kemauan dan pilihan belajar mereka. Dari mata-kuliah mata-kuliah diatas, yang dirasa paling membutuhkan belajar adalah Pengantar Akuntansi, dimana 55% responden mengatakan mata kuliah tersebutlah yang paling membutuhkan belajar. Ini diikuti oleh Statekbis dengan 38%, kemudian Matekbis dan Pengbis dengan masing-masing 3%, dan PE dengan hanya 1%. Terkait dengan alokasi waktu belajar, 35% responden merasa bahwa PA membutuhkan alokasi waktu belajar yang paling lama, diikuti oleh Statekbis (25%), Matekbis (14%) dan Pengma (14%), PE (8%), dan Penbis (4%). Dalam mempelajari mata-kuliah tersebut, 65% merasa cara belajar yang paling efektif adalah untuk belajar dengan peer group, sedangkan 22% memilih untuk belajar sendiri, 7% untuk mengikuti bimbingan belajar, dan hanya 6% memilih untuk tidak belajar.

            Persepsi mahasiwa tentang kebutuhan belajar dapat terlihat pula dari kerelaan untuk mengikuti bimbingan belajar berbayar dan membeli buku penunjang. 51% dari responden mengatakan bahwa mereka rela mengikuti bimbingan belajar tersebut sedangkan 49% mengatakan bahwa mereka tidak rela. Terkait buku, 58% merasa tidak rela untuk membeli buku mata kuliah non jurusan sedangkan hanya 42% yang merasa rela. Bagi yang rela, 71% dari mereka menunjukkan willingness-to-pay untuk membeli sebesar Rp 100.000 hingga Rp 199.000. 11% hanya rela mengeluarkan dibahwah Rp 100.000 untuk mata kuliah tersebut, sedangkan 10% masih rela mengeluarkan lebih dari Rp 300.000.

            Dapat dilihat bahwa persepsi mahasiswa tentang mata kuliah non jurusan beragam. 48% dari responden bahkan mengatakan bahwa mereka merasa terbebani dengan adanya mata kuliah non-jurusan, sedangkan 52% merasa tidak terbebani. 48% dari responden tersebut pun merasa bahwa mata kuliah non jurusan perlu dikurangi sedangkan 52% merasa bahwa mata kuliah non jurusan tidak perlu dikurangi.

            Dapat disimpulkan bahwa memang ada sedikit ketidakpuasan terhadap beberapa mata kuliah non-jurusan. Meskipun demikian, nampaknya proporsi mahasiswa yang sebenarnya merasa terbebani kurang lebih sama saja dengan yang tidak. Rupanya mahasiswa FEB UI tetap memiliki tekad dan ambisi yang kuat terlepas dari mata kuliahnya dan akan memberi usaha yang cukup baik untuk apapun yang dihadapkan kepada mereka.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in