Grandma Test: “You Will Never Win” -Casino

1234

Have Casinos Contributed to Rising Bankruptcy Rates?

 

Penulis                : Ernie Goss, Edward A. Morse, dan John Deskins

Tahun                  : 2009

Nama Jurnal    : International Advances in Economic Research (2009) 15:456-469

Tujuan Penelitian

Dalam dua dekade terakhir, jumlah kasino legal di Amerika Serikat bertumbuh dengan pesat. Keberadaan kasino di Amerika Serikat meningkat sekitar 281,86% dari tahun 1990 ke tahun 2005. Hal ini diikuti oleh kenaikan sekitar 181,69% kebangkrutan dari tahun 1990 ke tahun 2005. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara perjudian kasino dan tingkat kebangkrutan pada kelurahan (counties) di Amerika Serikat yang dihipotesiskan akan berbeda dampaknya dari waktu ke waktu.

Metodologi

            Penelitian ini menggunakan data panel Amerika Serikat dari tahun 1990 sampai tahun 2005. Data bangkruptcy didapat dari Administrative Office of The US Bangkruptcy Courts. Data ini terdiri dari data bangkrut dikarenakan bisnis dan bangkrut tidak dikarenakan bisnis pada tahun 1990 dan 2005. Metode analisa yang digunakan adalah muticariate reggession untuk mengetahui faktor-faktor yang meningkatkan tingkat kebangkrutan dengan fokus pada keberadaan kasino dan variabel kontrol ekonomi dan demografi lainnya dari tahun ke tahun. Model regresinya sebagai berikut :

1

 

(1)

Keterangan :

– i : negara

– t : tahun

 

Variabel dependent adalah individual bankruptcy rate yang yang merupakan per ribu populasi. Variable independentnya adalah keberadaan kasino (Casino), socioeconomic (X), negara (C), dan time (T). Selain itu, variabel independent yang digunakan untuk mengontrol kemungkinan efek dari kasino pada bankruptcy rate berubah dari waktu ke waktu adalah jumlah tahun kasino telah beroperasi (Years of Casino Operation), durasi kasino dalam kuadrat (Years of Casino Operation2).

2

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa adanya korelasi positif antara bankruptcy rate dengan kehadiran kasino. Pada tahun 1990, bankruptcy rate yang disebabkan oleh kasino lebih tinggi 54% jika dibandingkan dengan bangkrut yang tidak disebabkan oleh kasino. Pada tahun 2005, orang yang bangkrut akibat kasino tetap lebih besar namun jaraknya (gap) mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 1990.

Fokus utama penelitian ini ialah variabel “casino” (dummy variabel) yang menunjukan kehadiran kasino (tribal dan commercial) pada suatu negara dalam waktu t. Data “casino” fokus pada kasino baru yang ada di pasar, maka dari itu data kasino di Nevada counties dan Atlantic pada New Jersey counties yang keberadaannya telah ada sejak lama, tidak digunakan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengujian variabel “casino” yang lebih kuat dibadingkan faktor lainnya. Dari tabel 1 dapat diketahui bahwa hanya sekitar 2,04% counties yang memiliki kasino di tahun 1990. Keberadaan kasino ini meningkat mencapai sekitar 7.79% pada tahun 2005. Secara umum, counties yang memiliki kasino memiliki kepadatan penduduk yang lebih rendah, lebih tinggi tingkat pekerja namun juga memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, lebih rendahnya persentasi populasi orang hitam dan lebih banyak orang yang berumur dibawah 20 tahun.

Data kontrol variabel lain menggambarkan socioeconomic dari negara tersebut yang dapat memberi efek kepada bankruptcy. Dalam menggambarkan aspek sosial, digunakan data kepadatan penduduk yang dapat membedakan antara rural  dan urban counties. Dalam menggambarkan aspek ekonomi dalam dapat menjelaskan bankruptcy, digunakan variabel pendapatan per kapita, employment dan tingkat pengangguran. Dalam menggambarkan aspek demografi,  digunakan variabel  distribusi umur dan pernsentase populasi masyarakat yang berkulit hitam.

3

Hasil Penelitian

4

Hasil regresi dari model regresi 1 dapat dilihat pada tabel 3. Model menunjukan bahwa kasino berhubungan dengan bankruptcy rates yaitu keberadaan satu kasino pada tahun pertama dapat meningkatkan country bankruptcy rates  0,36 per 1000 residen. Setelah tahun pertama, efek kasino tersebut mengikuti persamaan berikut :

     5

(2)

Hasil dari persamaan diatas dapat digambarkan pada Fig.1. Setelah tahun pertama, efek kasino terhadap bankruptcy menurun hingga terjadi pertumbuhan kasino yang negatif pada kebangkrutan di tahun keempat. Pertumbuhan negatif dapat diartikan dengan lebih sedikit jumlah kebangkrutan yang disebabkan oleh kasino jika dibandingkan dengan non-kasino. Hubungan negatif ini terus terjadi sampai tahun kedelapan. Setelah itu, kasino kembali meningkatkan kebangkrutan.

6

Terdapat pasal dalam federal bankruptcy laws (AS) yang mengatakan bahwa ketika telah melakukan liquidasi semua asetnya untuk membayar hutang namun tetap tidak mampu membayar hutangnya, hutang yang tidak mampu untuk dibayar tersebut tidak akan ditagih atau dianggap lunas. Namun, hukum ini tidak berlaku untuk kedua kalinya dalam 6 tahun kedepan. Hal ini berarti ketika belum sampai 6 tahun setelah bangkrutnya yang pertama dan ia mengalami kebangkrutan lagi, maka ia harus berusaha sendiri untuk melunasi hutangnya. Namun setelah 6 tahun kebangkrutannya yang pertama, lalu ia mulai bangkrut lagi maka peraturan tersebut kembali berlaku.

Penulis berpendapat bahwa hasil penelitian ini berhubungan dengan peraturan tersebut. Pada awal kasino dibuka, banyak orang yang datang untuk berjudi maka dari itu dapat meningkatkan bankruptcy rate. Namun, ketika para penjudi bangkrut atau tidak mampu membayar hutangnya, maka mereka terpaksa berhenti berjudi selama sekitar 6 tahun. Setelah itu mereka dapat kembali berjudi dan berpotensi mengalami kebangkrutan sehingga meningkatkan bankruptcy rate.

Keberadaan kasino jika dilihat dari variabel-variabel lainnya memberikan hubungan positif dan negatif terhadap bangkruptcy rate. Keberadaan kasino dapat meningkatkan bankruptcy rate dengan adanya lebih banyak pengangguran, lebih banyak orang berkulit hitam dan tingginya pendapatan per kapita. Keberadaan kasino juga dapat menurunkan bankruptcy rate dikarenakan banyaknya jumlah orang bekerja, kepadatan penduduk yang tinggi dan tingginya populasi yang berumur lebih dari 65 tahun maupun kurang dari 20 tahun.

Kesimpulan

Penelitian ini menggunakan model ekonometika untuk mengetahui hubungan antara kehadiran kasino di suatu county dan bankruptcy rates. Hasil penelitian ini menunjukan hubungan positif antara kasino dan bankruptcy. Hubungan ini bergantung pada berapa lama kasino tersebut beroperasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kehadiran kasino pada tahun pertama beroperasi meningkatkan bankruptcy rates. Seiring beroperasinya kasino, efek tersebut mengalami penurunan hingga pada tahun keempatnya efek terhadap bankruptcy rates rendah hingga kontribusinya berada dibawah non-casino counties. Namun setelah tahun ke delapan, kasino kembali memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan bangkruptcy rates.

Diulas oleh: Felicia Faustine, Kepala Divisi Penelitian

Ilustrasi oleh: Calista Endrina Dewi, Staff Biro Penerbitan dan Informasi

Kanopi FEB UI 2017

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in