Grandma Test: Hola! 안녕! こんにちは!

infografis-gtest-5-januari-copy

Brand Analysis of a US Global Brand in Comparison with Domestic Brands in Mexico, Korea and Japan

 

Pengarang                 : Min Young Lee, Dee Knight, and Youn Kyung Kim

Tahun                          : 2008

Nama Jurnal            : Journal of Product and Brand Management 17/3 page 163-174

Tujuan Penelitian

Seiring dengan pasar dunia yang semakin kompleks, kompetisi antar brand juga meningkat. Hal ini membuat perusahaan lokal maupun global harus memiliki strategi branding dan marketing yang sesuai dengan target konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efek dari karakteristik konsumen di ketiga negara dengan perkembangan ekonomi yang berbeda yaitu Mexico (low), Korea Selatan (Middle) dan Jepang (High) terhadap jenis brand (global dan local) di pasar.

 

Metodologi

Penelitian ini melakukan analisis dengan jenis negara dan brand yang berbeda. Jenis negara ada tiga yaitu Mexico, Korea Selatan dan Jepang. Responden dari penelitian ini yaitu mahasiswa di universitas besar.

  • Mexico di Monterrey : 275 responden
  • Korea di Pusan dan Seoul : 235 responden
  • Jepang di Tokyo : 172 responden

Sedangkan jenis brand yaitu global brand dan domestic brand. Global brand yang digunakan adalah Polo karena brand ini sudah mendunia dan memiliki strong presence di ketiga negara tersebut. Domstik brand diketahui dengna menanyakan brand casual terpopuler di negara tersebut. Penelitian ini menggunakan analisa hipotesis berdasakan brand analysis framework:

gt1

  • Brand Specific Associations

Hal ini untuk melihat keuntungan yang konsumen rasakan dalam menkonsumsi barang. Penelitian ini melihat dari nilai kualitas dan nilai emosional untuk mendapatkan tujuan tersebut. Untuk mengetahui nilai keuntungan yang dirasakan, peneliti menanyakan mengenai alasan membeli dan perbedaan brand tersebut dengan brand lain. Untuk mengetahui nilai emosional, peneliti menanyakan mengenai perasaan yang dimiliki saat mengkonsumsi brand tersebut.

  • General Brand Impression

Pandangan konsumen terhadap brand tersebut yang dilihat dari kesadaran terhadap keberadaan brand dan citra brand tersubut. Brand Awareness dilihat dari kemampuan konsumen membedakan dan mengingat brand.

  • Brand Commitment

Untuk melihat sejauh mana konsumen terlibat dalam membeli brand tersebut. Hal ini dapat dilihat dari loyalitas brand atau kesetiaan terhadap suatu brand dan niat untuk membeli.

Hipotesis

  1. Pengaruh jenis negara dan jenis brand pada brand specific associations.
  • H1a : Jenis negara merupakan pengaruh utama pada nilai emosional dan kualitas yang dirasakan konsumen
  • H1b : Jenis brand merupakan pengaruh utama pada nilai emosional dan kualitas yang dirasakan konsumen
  • H1c : Hubungan antara jenis negara dan brand mempengaruhi nilai emosional dan kualitas yang dirasakan konsumen
  1. Pengaruh jenis negara dan jenis brand pada general brand associations.
  • H2a : Jenis negara merupakan pengaruh utama pada brand awareness dan citra brand tersebut menurut pandangan konsumen
  • H2b : Jenis brand merupakan pengaruh utama pada brand awareness dan citra brand tersebut menurut pandangan konsumen.
  • H2c : Hubungan antara jenis negara dan brand mempengaruhi brand awareness dan citra brand tersebut menurut pandangan konsumen
  1. Pengaruh jenis negara dan jenis brand pada brand commitment.
  • H3a : Jenis negara merupakan pengaruh utama pada kesetiaan terhadap suatu brand dan niat untuk membeli.
  • H3b : Jenis brand merupakan pengaruh utama pada kesetiaan terhadap suatu brand dan niat untuk membeli.
  • H3c : Hubungan antara jenis negara dan brand mempengaruhi kesetiaan terhadap suatu brand dan niat untuk membeli.

Penelitian eksperimental ini menggunakan Cronbach’s aplhas dan ANOVA terhadap repeated measures factor (brand type) dan grouping factor (country factor). Model linier yang digunakan adalah :

gt2

 

Hasil Penelitian

gt3

gt4

Tabel pertama menunjukkan bahwa semua variable yang peneliti gunakan terbukti terpercaya. Tabel kedua menunjukkan semua hipotesis peneliti signifikan kecuali hipotesis H3c yaitu hubungan antara jenis negara dan brand mempengaruhi kesetiaan terhadap suatu brand dan niat untuk membeli.

gt5

Grafik emotional value diatas menunjukkan bahwa konsumen Mexico memiliki nilai emosional yang lebih tinggi dalam mengkonsumsi Polo diikuti oleh Jepang lalu Korea Selatan. Sedangkan untuk produk domestik, Jepang memiliki nilai emosional yang lebih tinggi dibandingkan negara lain yang diikuti oleh Mesico lalu Korea Selatan. Nilai emosional konsumen Mexico pada produk global lebih tinggi daripadan domestik. Nilai emosional konsumen Korea Selatan antara produk global dan domestic tidak signifikan berbeda. Sedangkan nilai emosional konsumen Jepang

Grafik perceived value diatas menunjukkan bahwa konsumen Mexico memiliki nilai keuntungan yang lebih tinggi dalam mengkonsumsi Polo diikuti oleh Korea Selatan lalu Jepang. Sedangkan untuk produk domestik, Korea Selatan memiliki nilai emosional yang lebih tinggi dibandingkan negara lain yang diikuti oleh Jepang lalu Mexico. Konsumen Mexico dalam mengkonsumsi produk global lebih mendapatkan kualitas yang tinggi dibandingkan dengan produk domestic. Sedangkan pada konsumen Jepang dan Korea Selatan tidak ada perbedaan yang signifikan

gt6

Grafik brand awareness diatas menunjukkan bahwa konsumen Mexico memiliki kesadaran terhadap brand yang lebih tinggi dalam mengkonsumsi Polo diikuti oleh Korea Selatan lalu Jepang. Sedangkan untuk produk domestik, Korea Selatan memiliki kesadaran terhadap brand yang lebih tinggi dibandingkan negara lain yang diikuti oleh Jepang lalu Mexico. Konsumen Mexico memiliki brand awareness yang tinggi terhadap produk grobal dibandingkan dengan produk domestic. Sedangkan pada konsumen Jepang dan Korea Selatan tidak ada perbedaan yang signifikan

Grafik brand image diatas menunjukkan bahwa konsumen Mexico memiliki citra brand yang tinggi terhadap Polo diikuti oleh Korea Selatan lalu Jepang. Sedangkan untuk produk domestik, Jepang memiliki nilai emosional yang lebih tinggi dibandingkan negara lain yang diikuti oleh Korea Selatan lalu Mexico. Konsumen Mexico dan Korea Selatan memiliki brand image yang tinggi terhadap produk grobal dibandingkan dengan produk domestic. Berbanding terbalik dengan konsumen Jepang.

gt7

Grafik brand loyality diatas menunjukkan bahwa konsumen Jepang memiliki kesetiaan terhadap brand domestic dan global lebih tinggi daripada dua negara lain yaitu Korea Selatan yang diikuti Mesico. Namun, pada ketiga negara tersebut cenderung setia kepada produk domestic dibandingkan dengan produk global.

Grafik purchase intention diatas menunjukkan bahwa konsumen Jepang memiliki niat untuk membeli brand domestik dan global lebih tinggi daripada dua negara lain yaitu Mesico yang diikuti Korea Selatan. Namun, pada ketiga negara tersebut cenderung lebih memebeli produk domestic dibandingkan dengan produk global.

Kesimpulan

Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa karakeristik dan respon konsumen di setiap negara pada jenis brand berbeda-beda. Walaupun dengan mengkonsumsi brand global memberikan keuntungan lebih dan citra yang lebih baik bagi konsumen Mesico, namun mereka lebih sering menggunakan brand domestic ketimbang brand global. Hal ini karenakan harga barang global yang lebih mahal, keberadaan dan jumlah brand domestic yang lebih banyak dan persepsi terhadap produk domestic yang baik. Menurut peneliti, perusahaan global harus coba menanggapi sensitivitas harga konsumen Mexico dan tetap meningkatkan kualitas brand. Sedangkan perusahaan domestic disarankan untuk meningkatkan strategic alliances, licensing agreements, atau joint ventures dengan perusahaan global agar meningkatkan status, kualitas serta persepsi konsumen Mexico. Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak.

Pada Korea Selatan, Brand global sangat popular, namun brand domestic juga memiliki posisi yang signifikan dengan kualitas dan citra yang baik. Untuk menarik konsumen negara ini, produsen global harus melakukan pendekatan consumer-oriented seperti membawa trend baru yang menarik konsumen. Sedangkan brand domestic disarankan untuk memfokuskan pada aspek budaya, selera dan passion konsumen dengan marketing stategi, menghasilkan produk baru dan menghasilkan produk yang bergengsi.

Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa konsumen Jepang lebih menyukai brand domestic dibandingkan dengan brand global. Hal ini diduga karena Jepang sebagai negara maju memiliki produk domestic Jepang berkualitas bagus yang telah mendunia seperti Canon, Sony dan Toyota. Menurut peneliti, pasar global harus menemukan jalan efektif untuk mendiferensiasi produk mereka dari produk domestic dan menghasilkan brand yang bergengsi.

Diulas Oleh:
Felicia Faustine
Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016

Ilustrasi Gambar Oleh:
Auliya Devaldi Wiratama
Kepala Biro Penerbitan dan Informasi Kanopi FEB UI 2016

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in