Diskusi Buku: Behavioral Economics

12 - Disbuk 2

Diskusi Buku adalah program kerja Divisi Kajian Kanopi yang diselenggarakan setahun sekali. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan insights kepada stakeholder KANOPI FEB UI mengenai dari buku-buku yang membahas isu-isu ekonomi terkini. Tema Diskusi Buku tahun ini adalah behavioral economics. Hal ini didasarkan dari adanya peningkatkan ketertarikan terhadap topik ini, terlebih dalam membahas sisi psikologis manusia dalam menghadapi keadaan ekonomi yang global yang kini kurang menentu. Secara teknis, akan ada dua penyaji buku dalam diskusi ini dan masing-masing penyaji secara bergantian akan mempresentasikan buku yang telah dibaca. Sesi presentasi ini akan diikuti oleh sesi tanya jawab oleh peserta diskusi. Diskusi buku ini diadakan pada hari Rabu, 5 Okobter 2016 di Aula Student Center FEB UI, dimulai dari pukul 17.00 dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa FEB UI.

12 - Disbuk 3

Penyaji pertama dalam Diskusi Buku ini adalah Marcel S. Kriekhoff, dimana dirinya mempresentasi buku karangan Christopher F. Chabris dan Daniel Simons yang berjudul The Invisible Gorilla. Walaupun buku ini baru terbit pada tahun 2010, buku ini adalah hasil dari riset yang dilakukan oleh kedua penulis sejak tahun 1999. Buku ini secara umum membahas bagaimana ilusi bisa menipu diri kita masing-masing dan dampaknya ke kehidupan sehari-hari, termasuk ke dalam bidang ekonomi. Dalam buku ini, Chabris dan Simons membahas lima jenis ilusi yang mampu menipu manusia setiap harinya, yaitu attention (perhatian), memory (ingatan), confidence (kepercayaan diri), knowledge (pengetahuan), dan potential (potensi diri).

Dalam diskusi ini, Marcel memilih untuk fokus ke attention dan knowledge. Inti dari ilusi perhatian adalah ketika manusia seringkali berpikir bahwa mereka melihat semua yang dilihat, tetapi pada kenyataanya manusia hanya melihat sebagian kecil dari yang dilihatnya. Ilusi perhatian ini berbahaya, karena dalam contoh ekonomi yang diberikan oleh buku ini, Resesi Ekonomi 2008 akan terhindarkan apabila Bank Sentral AS (The Fed) tidak berpikir bahwa mereka melihat semuanya. Lalu, ilusi pengetahuan berbicara mengenai bahwa manusia acapkali berpikir bahwa semakin banyak hal yang diketahuinya, maka semakin benar dan amanlah dirinya. Namun kenyataanya, mengetahui terlalu banyak informasi bukan berarti bahwa orang tersebut akan mengambil keputusan yang tepat. Contoh nyata dari ilusi pengetahuan adalah investasi. Menurut The Invisible Gorilla, investor yang memiliki lebih sedikit informasi tentang keadaan ekonomi menghasilkan return portofolio lebih tinggi dibanding investor yang memiliki lebih banyak informasi.

12 - Disbuk 4

Sebagai penyaji kedua, Salsabila Bratandari membawakan buku yang terbit 2011 pada tahun berjudul Thinking, Fast and Slow yang ditulis oleh Daniel Kahneman, seorang pemenang hadiah Nobel di bidang ekonomi. Buku setebal 499 halaman ini bertujuan untuk membuat psikologi, persepsi, intuisi, pengambilan keputusan, ketidakstabilan ekonomi, statistik, illogical thinking, dan tentunya behavioral economics untuk lebih mudah dimengerti, atau singkatnya, bagaimana manusia dapat berpikir lebih lambat supaya dapat mengambil keputusan yang tepat.

Ada beberapa bagian dari buku ini yang Salsabila tekankan dalam diskusi. Pertama, penyaji membahas mengenai prospect theory, sebuah teori yang dibuat oleh Kahneman sendiri. Teori menyatakan bahwa ada kesalahan dalam traditional utility theory oleh Daniel Bernoulli. Menurut Bernoulli, misalanya dalam kasus probabilitas memenangi sesuatu, kenaikan probabilitas untuk menang sebesar x persen akan menaikan utilitas seseorang sebesar x persen juga. Karena manusia cenderung untuk risk averse, maka teori Bernoulli tidak lagi berlaku. Kenaikan probabilitas dari 0% ke 10%, 45% ke 55%, dan 90% ke 100% menghasilkan perubahan tingkat utilitas yang berbeda-beda. Lalu, Salsa menekankan bahwa menurut Kahneman, cara kerja otak manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem 1 yang berpikir cepat tapi seringkali membawa manusia ke arah yang salah dan sistem 2 yang berpikir lambat tetapi mendorong manusia mmebuat keputusan yang benar. Kemudian, Salsa juga menjelaskan mengapi manusia sulit berpikir secara statistis dan terakhir berbicara mengenai solusi supaya manusia bisa berpikir secara lambat tapi benar.

Kesimpulannya, kedua buku memberikan insights yang sangat berguna bagi pembaca, terutama dalam hal bagaimana mengambil keputusan. Buku pertama, The Invincible Gorilla, walaupun tidak fokus ke behavioral economics secara spesifik, menjelaskan bahwa bagaimana ilusi manusia dapat menipu manusia untuk mengambil keputusan yang salah dan terkadang fatal di kehidupan sehari-hari. Thinking, Fast and Slow, walaupun beberapa mungkin merasa buku ini kurang cocok untuk mereka yang terbiasa berpikir cepat dan terdapat istilah-istilah ekonomi yang belum tentu semua orang mengerti, menjelaskan secara dalam dan jelas bagaimana cara berpikir yang seharusnya. Oleh karena itu, menurut kedua penyaji, kedua buku ini adalah kedua buku yang sangat direkomendasikan untuk mengerti behavioral economics, khususnya kepada civitas academica FEB UI.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in