Monthly Economic Discussion (MEcD): Tepatkah Menyulut Harga Rokok?

10 - MEcD Rokok 2Monthly Economic Discussion, atau yang akrab disebut sebagai MEcD, merupakan program kerja rutin yang dilaksanakan oleh Divisi Kajian Kanopi yang dilaksanakan sekali setiap bulan demi membahas isu – isu ekonomi terkini. Program kerja ini dilaksanakan demi menjadi salah satu sarana bagi peserta diskusi untuk berdiskusi mengenai isu – isu ekonomi yang sedang hangat dibahas. Kegiatan ini diawali dengan penyaji yang menyampaikan materi dan pemicu diskusi, kemudian dibentuk FGD yang terdiri atas peserta – peserta dan seorang moderator yang berasal dari Divisi Kajian Kanopi. Setelah berdiskusi dalam FGD, peserta yang ditunjuk sebagai presenter dalam FGD tersebut menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka dalam forum.

Tema yang diangkat dalam MEcD kali ini adalah “Tepatkah Menyulut Harga Rokok?”, yang merupakan isu yang panas dalam masyarakat oleh karena wacana kenaikan harga rokok. MEcD edisi bulan September ini dilaksanakan di Selasar Muamalat, Gedung B FEB UI dan dimulai pada pukul 18.45 – 20.15. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa, yang didominasi oleh mahasiswa FEB UI.

Isu kenaikan harga rokok naik ke permukaan sejak diterbitkannya hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Ekonomi & Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Menurut Prof. Hasbullah Thabrany, Guru Besar FKM UI yang memimpin penelitian tersebut, sebanyak 82 % responden setuju apabila harga rokok dinaikkan demi mendanai BPJS. Lebih lanjut lagi, sebanyak 72 % dari responden setuju akan berhenti merokok ketika harga rokok dinaikkan menjadi Rp. 50.000,-. Hasil penelitian ini menjadi isu yang panas dalam masyarakat, terlebih lagi ketika pejabat publik dari Kementerian Keuangan mnyerukan wacana untuk menaikkan harga rokok.

Tak pelak, panasnya isu ini disebabkan oleh besarnya peran rokok dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut riset Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, jumlah perokok di Indonesia mencapai 58.750.592 orang,. Lebih parah lagi, sekitar 19.4 % penduduk Indonesia yang berada di sekitar usia 13 – 15 tahun telah menjadi perokok aktif (WHO, 2014).

Peran rokok yang besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia tercermin pada fakta – fakta ekonomi terkait rokok, yang jumlahnya menakjubkan. Sebut saja, penjualan rokok di Indonesia pada tahun 2014 menyentuh angka Rp 274 trilliun. Selain penjualan yang besar, industri rokok juga berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan dalam pemasukan negara melalui pajak. Terbukti, industri rokok di Indonesia secara keseluruhan berhasil menyerap 5,98 juta tenaga kerja dan memberikan pemasukan total Rp 154 trilliun dalam bentuk cukai, PPN, PPH, & PD (2014).

Melihat besarnya peran rokok dalam kehidupan masyarakat Indonesia tersebut, wacana kenaikan harga rokok ini tentunya dapat menghasilkan dampak yang positif maupun negatif yang berdampak besar bagi masyarakat. Dampak positif yang kenaikan harga rokok yang paling utama adalah mengurangi jumlah perokok. Selain itu, kenaikan harga rokok juga mampu meningkatkan alokasi dana untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) & memperbaiki kualitas lingkungan. Sementara itu, dampak negatif yang berpotensi muncul adalah pemotongan tenaga kerja industri rokok, adanya pasar penjualan rokok illegal, hingga memicu inflasi.

Dalam MEcD, mayoritas dari peserta setuju apabila pemerintah ingin menaikkan harga rokok, terlebih lagi dengan fakta bahwa harga rokok di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan negara – negara lain. Eksternalitas negatif berupa kesehatan masyarakat yang terganggu yang disebabkan oleh rokok juga menjadi salah satu alasan utama mengapa mayoritas peserta mendukung kenaikan harga rokok. Akan tetapi, patut diperhatikan juga dampak – dampak negatif yang berpotensi muncul. terutama yang terkait dengan daya beli masyarakat miskin yang telah terikat dengan rokok.

Oleh sebab itu, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa tindakan pemerintah dalam menaikkan harga rokok dapat dikatakan tepat. Akan tetapi, kebijakan pemerintah ini harus diikuti dengan kebijakan – kebijakan pendukung yang dapat mengurangi dampak negatif dari kenaikan harga rokok, agar tidak menjadi bumerang bagi pemerintah dan juga masyarakat.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in