Grandma Test: Corruption, Democracy & Economic Growth

Corruption, Democracy, and Econ Growth

Corruption, Democracy, and Economic Growth

 

Pengarang                    : A. Cooper Drury, Jonathan Krieckhaus and Michael Lusztig

Tahun                           : 2006

Nama Jurnal               : International Political Science Review / Revue internationale de science politique,Vol. 27, No. 2 (Apr., 2006), pp. 121-136

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses politik di suatu negara,yakni sistem demokrasi yang dianut, serta prilaku korupsi yang terjadi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Pada penelitian-penelitian terdahulu, didapat hasil bahwa sistem demokrasi yang dianut suatu negara tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara langsung, dan adanya prilaku korupsi di suatu negara memiliki dampak langsung yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti ingin membuktikan bahwa sistem demokrasi yang dianut oleh suatu negara memiliki efek terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni dengan menekan efek negatif yang ditimbulkan sebagai dampak prilaku korupsi sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut, sehingga secara secara tidak langsung, demokrasi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

 

Dampak Negatif Korupsi

Korupsi didefinisikan sebagai suatu tindakan penyalahgunaan jabatan publik untuk kepentingan pribadi. Korupsi memiliki dampak negatiif, diantaranya; menurunkan investasi di sektor privat (Mauro,1995), menimbulkan banyak distorsi, korupsi dapat menganggu dana yang seharusnya dapat digunakan untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi.

 

Manfaat tidak langsung sistem demokrasi

Beberapa manfaat dari sistem demokrasi diantaranya dapat menghindarkan dari pemimpin yang buruk, perlindungan terhadap kebebasan dan hak dasar pada masyarakat dalam sistem demokrasi dapat menjamin keamanan masyarakat sehingga memotivasi untuk bekerja, menabung dan berinvestasi sehingga dapat menciptakan peluang-peluang ekonomi, menurunkan resiko usaha dan berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi, kebebasan yang diberikan juga mencakup kebebasan berusahan sehingga berkembang industri berskala kecil milik masyarakat sehingga lebih merata.

 

Metodologi

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time-series cross-section dari lebih dari 100 negara selama 16 tahun dari tahun 1982-1997. Dependent variable pada penelitian ini adalah pertumbuhan GDP yang diukur berdasarkan the World Bank’s World Development Indicators (2003). Independent variable yang pertama adalah korupsi yang diukur dengan indeks bedasarkan International Country Risk Guide’s (ICRG) dengan range enam hingga nol, enam untuk negara dengan tingkat korupsi tertinggi dan nol untuk negara dengan tingkat korupsi terrendah. Independent variable yang kedua adalah demokrasi dengan menggunakan tida index yang sering digunakan, yakni: Pertama, menggunakan data Polity IV (Marshall and Jaggers, 2000) yang mengukur level demokrasi, autocrasi, dan ukuran lainnya sehingga menghasilkan suatu range -10 untuk level terendah hingga 10 untuk level tertinggi. Yang kedua, dengan menggunakan Freedom House measure of democracy, menggunakan variabel hak-hak politik dan kebebasan sipil sebagai ukuran demokrasi dengan hasil skor 2 – 14. Yang ketiga, menggunakan Index of democracy created by Alvarez, Cheibub, Limongi, and Przeworski (ACLP) , yang membagi negara menjadi dua jenis, yakni negara demokrasi dan non-demokrasi. Suatu negara dikatakan demokrasi jika, 1. Kepala negara dipilih melalui pemilihan umum, 2. Legislator dipilih melalui pemilihan umum, dan 3. Terdapat lebih dari satu partai politik.

Selain itu, terdapat enam variabel kontrol, yakni: 1. The log of initial GDP , merupakan salah satu proxy untuk capital stock yang digunakan sebagai salah satu bahan utama analisis pertumbuhan; 2. Life expectancy, dalam hal ini kesehatan pekerja akan mempengaruhi produktivitas sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi; 3. Government consumption, konsumsi pemerintah mempengaruhi perpindahan resources dari sektor privat ke sektor publik sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan baik dari segi perpajakan, produktivitas, dan efektivitas; 4. population growth, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi; 5. trade openness, yang diharapkan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara positif; 6. Tropical climate, sebagai dummy variable yang dianggap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dari segi agrikultur dan kesehatan.

 

Hasil Penelitian

Untuk menguji perbedaan antara non-demokrasi dan demokrasi, pertama peneliti menginteraksikan antara demokrasi dengan variabel korupsi. Hal tersebut untuk membandingkan efek dari korupsi pada pertumbuhan ekonomi pada negara demokrasi dan non-demokrasi. Kemudian data dibagi menjadi sample terpisah, yang pertama hanya untuk non-demokrasi dan yang kedua hanya untuk demokrasi. Dengan data tiga jenis ukuran demokrasi, analisis dilakukan terdadap ketiganya.

Table 2
Table 3

Table 4

Secara keseluruhan ketiga tabel menunjukkan hasil yang hampir sama, ketiga model/kolom (interaction, non-democracies, and democracies) terbukti signifikan pada level 0,001, meskipun tidak terlalu kuat dengan R2 statistik antara 0,07 – 0,17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi memiliki dampak negatif terhadap rezim otoritas (non-demokrasi) tetapi tidak pada rezim demokrasi. Kolom pertama pada tabel 2-4 menunjukkan hasil interaksi antara demokrasi dan korupsi. Untuk Polity and Freedom House measures, hasilnya mendukung argumen peneliti bahwa sistem demoktasi menekan negatif efek dari korupsi sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Insignifikan terdapat pada tabel 4 dikarenakan terbatasnya data yang hanya mencapai tahun 1990, hampir setengah dari data lainnya.

Efek negatif dari korupsi ditekan melalui proses politik pada sistem demokrasi, yakni pada sistem pemilihan pemimpin dimana saat terdapat pemimpin yang melakukan korupsi dapat langsung diganti secara demokratis serta dengan mengawal jalannya kepemimpinan dari pemimpin terpilih sehingga saat terjadi kesalahan, kesalahan tersebut dapat dihilangkan sehingga mereduksi dampak negatif yang ditimbulkan saat terjadi korupsi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara sistem politik yang dianut seuatu negara terhadap pertumbuhan ekonomi. Sistem demokrasi dapat mengurangi efek negatif yang ditimbulkan akibat korupsi sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

Diulas oleh:
Ghany Ellantia
Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in