Grandma Test: Kisah Kasih yang Kasihan

Grandma Test - Kisah Kasih yang Kasihan

Who Is Watching? The Market for Prostitution Services

 

Pengarang     : Marina Della Giusta, Maria Laura di Tommaso and Steinar Strøm

Tahun            : 2007

Nama Jurnal : Journal of Population Economics , Vol. 22, No. 2 (Apr., 2009), pp. 501-516

 

Tujuan Penelitian

Riset ini dilaksanakan untuk menjelaskan ekonomi yang terjadi dibalik pasar prostitusi secara umum, dengan menggunakan faktor reputasi sebagai salah satu faktor utama bagi tindakan supplier maupun demander dari prostitusi itu sendiri.

 

Demand Side

Dalam tulisan ini, peneliti mencoba merumuskan apa yang menyebabkan seseorang akan menjadi seorang demander dari prostitusi, yaitu pengguna dari jasa prostitusi itu sendiri. Untuk seorang pengguna untuk memutuskan menggunakan jasa prostitusi, ia perlu mengukur beberapa faktor. Pertama, dalam penjabaran, dijabarkan bahwa konsumsi total dari seorang pribadi adalah konsumsi biasa dan konsumsinya akan prostitusi.

Konsumsi akan prostitusi sendiri ditentukan, dengan mempertimbangkan reputasi. Reputasi dari orang tersebut pun dibagi menjadi reputasi awalnya dikurangi dengan jumlah prostitusi yang ia gunakan. Dengan demikian, asumsi dasar dalam permodelan ini adalah bahwa semua orang akan tahu jika ada seseorang yang menggunakan prostitusi, menurunkan reputasi orang tersebut, dan bahwa semakin banyak prostitusi yang digunakan oleh seseorang, maka akan semakin rendah juga reputasi yang ia miliki. Dengan mengetahui hal tersebut, maka seseorang akan melakukan keputusan yang memaksimalkan utillitasnya, atau kepuasannya.

Kurva Demand Side

Pada akhirnya, keputusan orang tersebut untuk menggunakan jasa prostitusi atau tidak, akhirnya akan mempertimbangkan apakah willingness to pay darinya lebih tinggi daripada harga dari prostitusi tersebut ditambah dengan turunnya utilitas orang tersebut, ketika mengalami penurunan reputasi yang disebabkan oleh penggunaan prostitusi tersebut. Hal tersebut menyebabkan sebuah kurva permintaan yang berbentuk downward sloping, yang juga dibuktikan konkavitasnya dalam model ini, sebagai berikut. Dalam kurva tersebut, w adalah harga prostitusi, dan Sc adalah jumlah prostitusi yang disewa.

 

Supply Side

Dari sisi supply sendiri atau mengapa seseorang memilih untuk menjadi seorang pekerja prostitusi sendiri, konsep yang digunakan kurang lebih sama dengan demand side dari pasar ini. Jika pada bagian sebelumnya, dijelaskan bahwa determinan utama yang menyebabkan seseorang melakukan demand pada jasa prostitusi adalah pertimbangan mereka antara willingness to pay mereka dibandingkan beban-beban yang mereka tanggung, maka dalam perihal supply hal yang mirip terjadi di pasar.

Sebagai seorang pekerja, seseorang pasti dipertemukan dengan pilihan antara untuk bekerja atau untuk menikmati leisure. Tidak terkecuali dengan pekerja prostitusi, maka dengan mengetahui kondisi tersebut, maka seorang pekerja prostitusi akan mempertimbangkan apakah lebih baik mereka menikmati leisure mereka atau bekerja sebagai prostitusi, karena, sama seperti pengguna/demander dari prostitusi, maka reputasi seorang pekerja prostitusi akan mengalami penurunan pada reputasi.

Kurva Supply Side

Maka, keputusan apakah seseorang akan menyuplai jasa prostitusi atau tidak, dipilih berdasarkan perbandingan yang mirip pada sisi demand diatas. Jika seorang pekerja tersebut merasa bahwa harga yang ia terima dengan menjual dirinya, dikurangi oleh berkurangnya reputasinya, masih lebih tinggi dari kepuasan yang ia terima saat dia melakukan leisure, maka seseorang akan cenderung menjadi seorang pekerja prostitusi tersebut. Keputusan tersebut menghasilkan kurva supply seperti terlihat.

 

Ekuilibrium

Kurva Ekuilibrium

Dengan mengetahui kondisi diatas, maka dapat dilihat bahwa pertemuan antara supply dan demand dari prostitusi akan mengikuti keadaan dalam kurva terkait. Peneliti dalam kasus ini menyimpulkan bahwa jumlah prostitusi yang diperjualbelikan di pasar (S) akan menjadi S optimum atau S* pada pertemuan berikut.

Kesimpulan dan Interpretasi

Penelitian yang dilakukan oleh di Tommaso, Giusta, dan Strøm menjelaskan, bahwa reputasi adalah salah satu komponen utama yang dipertimbangkan saat seseorang memilih untuk terjun ke dunia prostitusi. Pertimbangan cost dan benefit sendiri menjadi cara yang digunakan oleh baik penyuplai maupun pengguna prostitusi, apakah net benefit yang diterima dengan melakukan prostitusi melebihi net benefit yang ia dapatkan dengan tidak melakukan prostitusi.

Hal tersebut sendiri bisa menjadi gambaran kasar mengapa masih sangat banyak orang yang memilih menjalani gelapnya dunia prostitusi, sesederhana karena dengan mempertimbangkan net benefit, maka orang-orang tersebut dapat dengan mudah menikmati peningkatan pendapatan dengan menjual dirinya dibanding jika ia bekerja dengan cara biasa.

Selain itu, peneliti juga memberikan sebuah pernyataan yang cukup menantang, bahwa mereka juga melihat bahwa hasil penelitian ini merupakan gambaran umum mengapa sebagian besar dari pekerja seks di dunia ini didominasi oleh perempuan. Alasannya, adalah karena secara umum, pendapatan perempuan pada pekerjaan biasa lebih rendah daripada laki-laki, sehingga perempuan tersebut akhirnya lebih mudah memilih untuk menjadi seorang pekerja seks, dibanding menjadi pekerja biasa yang underappreciated.

Setuju?

Notes:
Beberapa bagian dari jurnal terkait dan ulasan telah sedikit disesuaikan oleh pengulas agar lebih netral dan dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat luas, berikut norma yang berlaku. Jurnal terkait sendiri adalah tulisan yang sangat baik dan komperhensif, dan penulis sangat menyarankan pembaca untuk membaca isi jurnal tersebut untuk melihat gambaran penuh dari jurnal tersebut.

 

Diulas oleh:
Natanael Waraney Gerald Massie
Kepala Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in