Dialog Ekonomi Taman Makara (Dialektama): Kemunculan Industry 4.0 – Tonggak Baru Perekonomian Indonesia

7 - Dialektama 1

Dialog Ekonomi Taman Makara (Dialektama) adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh Divisi Kajian Kanopi, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia dalam rangka membahas isu-isu ekonomi hangat yang terjadi di Indonesia atau pun luar negeri. Kegiatan ini selalu menghadirkan pakar-pakar ekonomi terkemuka dan atau pelaku bisnis dan atau pengambil kebijakan di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru dan mendalam kepada para peserta agar mendapatkan pengetahuan lebih dalam mengenai isu tersebut. Dialektama yang diadakan pada hari Rabu, 18 Mei 2016 ini bertemakan “Kemunculan Industry 4.0: Tonggak Baru Perekonomian Indonesia”. Dialektama diadakan di Ruangan PGN, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Depok pada pukul 09.00 – 11.00 WIB yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa FEB UI serta instansi, fakultas, dan, univeristas lainnya.

Dialektama ini mengundang dua pembicara yang berasal dari sektor reel dan yang bergerak dalam sektor pendidikan dan penelitian. Pembicara pertama adalah Bapak Prio Utomo, Kepala Bidang Business Development, Smart+Connected Communities di Cisco Systems Indonesia. Pembicara kedua adalah T.M. Zakir Machmud, Ph.D, Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan juga dosen di departemen Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia. Moderator dalam Dialektama ini adalah Rifqi Alfian Maulana S.E..

Di berbagai aspek kehidupan, dampak dari perkembangan teknologi digital sudah semakin nyata dan dirasakan setiap orang. Tidak terkecuali dalam dunia industri, pemanfaatan teknologi digital telah menciptakan perkembangan baru dalam bentuk “Industry 4.0”. Dikenal sebagai Revolusi Industri Keempat yang didefinisikan sebagai internet of things dan industrial internet, menjadi gambaran bagaimana internet dan dunia virtual memegang peranan dalam kemunculan industri ini. Di beberapa negara maju, terutama Eropa dan Amerika, “Industry 4.0” sudah menjadi hal yang krusial untuk mendorong perekonomian dan industri. Salah satu inovasi yang muncul dari industry 4.0 adalah 3-Dimension (3D) Printer. Keberadaan 3D Printer memungkinkan barang diproduksi hanya dari rancangan dan desain virtual yang dibuat di dalam software. Kemunculan “Industry 4.0” memberikan dampak yang kompleks terhadap perekonomian global. Kemajuan teknologi ‘cyber-physical’ dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam proses produksi. Selain itu, akan muncul berbagai inovasi dalam proses produksi serta meningkatnya produktivitas manusia dan mesin. Namun, keberadaan ‘cyber- physical’ ini juga memberikan konsekuensi negatif, salah satunya perubahan struktur lapangan kerja. Dengan gagasan ‘internet of everything’, besar kemungkinan ada lapangan kerja yang sudah tidak dibutuhkan lagi karena pekerjaan tersebut sudah dapat di akses oleh software dan teknologi. Perubahan ini dapat berdampak negatif terhadap struktur perekonomian serta meningkatkan jumlah pengangguran.

Menurut kedua pembicara untuk sampai saat ini Indonesia masih belum siap menghadapai keberadaan Industry 4.0 bahkan, Indonesia masih tertinggal dan masih tertatih-tatih dalam fase Industri 3.0. Menurut mereka dengan memanfaatkan bonus demografi yang disertai dengan dukungan pemerintah dalam sektor pendidikan yang dapat menyiapkan generasi selanjutnya dalam mempersiapkan Indonesia dalam bersaing dengan negara-negara tetangga agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar pembeli saja dan ketakutan atas phones become smarter and people become dummer and dumber juga tidak terjadi. Kemudian, harus adanya keseimbangan antara jumlah teknisi dengan ekonom supaya ada koordinasi yang lebih baik dalam menghadapi tantangan di era yang baru. Selain itu untuk mencapai ke Industri 4.0, peraturan pemerintah masih harus dibenahi untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi agar tidak menjadi batu sandungan.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in