Grandma Test: Creative Industries Van Oranje

G-TEST FIX copy

Creative Industries in The Netherlands: Strcture, Development, Innovativeness and Effect on Urban Growth

Pengarang                 : Erik Stam, Jeroen P. J. de Jong and Gerard Marlet

Tahun                         : 2008

Nama Jurnal             : Geografiska Annaler. Series B, Human Geography, Vol. 90, No. 2 (2008), pp. 119-132

 

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur industri kreatif di Netherlands, yakni terkait tingkat inovasi pada industri kreatif dibandingkan dengan industri lain, tingkat inovasi dari ketiga domain industri kreatif di Netherlands, yakni arts, media and publishing, dan creative business service, serta tingkat inovasi industri kratif di perkotaan dan pedesaan, selain itu juga bertujuan untuk mengganalisis bagaimana pengaruh adanya konsentrasi industri kreatif tersebut terhadap employment growth.


Metodologi

Untuk menganalisis tingkat inovasi perusahaan dalam indusri kreatif, data yang dianalisis disediakan oleh EIM Business and Policy Research, a Dutch Research Institute. Data dikumpulkan melalui survei tahunan yang mengukur bagaimana small and medium enterprises (SMEs) mengorganisir bisnis mereka. Survei tersebut mencakup beberapa topik, diantaranya mengenai marketing, strategi, managemen sumbar daya manusia, investasi dan hal-hal lainnya yang dapat dijadikan indikasi tingkat inovasi perusahaan tersebut. Survei dilakukan pada periode 2004 hingga 2006, yang terdiri dari 10.553 perusahaan, 924 perusahaan diantaranya merupakan industri kreatif dan sisanya bergerak di sektor lain seperti agrikultur, manufaktur, konstruksi, hotel dan restoran, transportasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan bisnis non-kreatif lainnya.

Analisis indikator tingkat inovasi dilakukan dengan tiga tahap dengan mengunakan one way analysis of variance. Tahap pertama untuk menguji apakah ada perbedaan signifikan tingkat inovasi antara industri kreatif dengan industri non-kreatif, tahap kedua untuk menguji apakah ada perbedaan yang signifikan tingkat industri pada ketiga domain industri kreatif, yakni arts, media and publishing, dan creative business service, dan tahap ktiga dugunakan untuk mengetahui tingkat inovasi industri kreatif yang berada di perkotaan dan pedesaan. Sedangkan analisis pengaruh adanya konsentrasi industri kreatif terhadap employment growth dilakukan dengan metode analisis regresi.


Hasil Penelitian

Dari analisis data survei di ketahui struktur dan perkembangan industri kreatif seperti tertera pada gambar berikut:

Feature Ketiga Domain Industri Kreatif

Pada tabel tersebut dijelaskan feature yang terdapat pada ketiga domain industri kreatif, yakni arts, media and publishing, dan creative business service.

Creative Industries in the Netherlands

Tabel 2 tersebut menjelaskan perkembangan dan struktur dari industri kreatif pada ketiga domain.

Dari tahun 1994 hingga 2002 jumlah industri kreatif menunjukkan pertumbuhan positif sebelum pada periode 2002 hingga 2004 mengalami penurunan. Pada tahun 2004 jumlah industri kratif mencapai 56.900 dari 642.900 total industri di berbagai sektor atau sekitar 9% dari keseluruhan industri dari Dutch business population. Mayoritas dari industri kreatif tersebut berskala kecil dengan sedikit pekerja dan didominasi oleh bisnis kreatif yang merupakan self-employed entrepreneur atau bisnis yang dikelolah oleh individu.

Figure 1

Gambar 1 menjelaskan distribusi pekerja di industri kreatif pada domain arts, media and publishing, dan creative business service.

Creative industri terpusat pada kota metropolitan, konsentrasi terkuat ditemukan pada bagian utara dari Randstad, yang merupakan pusat aglomerasi dari Netherlands. Dari ketiga domain, creative business service lebih tersebar merata, karena creative business service bekerja untuk pelangan dalam berbagai bidang, seperti pemerintahan, manufaktur dan hampir di segala sektor.

Selanjutnya, analisis menegenai indikator tingkat inovasi terdiri atas tiga tahap.

Tiga Tahap Indikator Peningkatan Inovasi

Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inovasi dibagi menjadi dua bagian utama yakni input dan output dari industri kreatif tersebut, Inputnya meliputi strategi inovasi, penggunaan jaringan luar, kerjasama dengan inovasi yang sedang berkembang, pekerja spesialis inovasi, dan pengeluaran untuk training dan pendidikan terkait inovasi. Pada bagian output meliputi produk baru yang dihasilkan, produk atau jasa yang disalurkan pada industri, tahapan proses inovasi, dan inovasi dalam sistem distribusi. Pada tahap pertama diuji apakah ada perbedaan yang signifikan dari tingkat inovasi antara industri kreatif dengan industri non-kreatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kreatif industri memiliki tingkat inovasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan industri non-kreatif.Hal tersebut tercermin pada semua indikator kecuali pada indikator pengeluaran untuk training dan pendidikan terkait inovasi yang tidak signifikan.

Tahap kedua untuk menguji apakah ada perbedaan yang signifikan tingkat inovasi antara ketiga domain industri kreatif, yakni arts, media and publishing, dan creative business service. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga nya yakni pada indikator strategi inovasi dimana pada creative business service strategi inovasinya lebih baik daripada kedua domain lainnya, selain itu perbedaan juga terdapat pada indikator pekerja spesialis inovasi dimana creative business service memiliki tingkat lebih baik dibanding kedua domain lainnya, perbedaan lainnya terjadi pada indikator produk inovasi dan proses inovasi, selebihnya tidak terdapat perbedaan.

Tahap ketiga untuk menguji apakah ada perbedaan tingkat inovasi antara industri kreatif di perkotaan dan dipedesaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa industri kreatif di perkotaan lebih inovatif daripada industri kreatif di pedesaan. Hasilnya signifikan pada tiga indikator yakni penggunaan jaringan luar, inovasi sistem distribusi dan pada proses inovasi, sedangkan tidak signifikan pada indikator lainnya.

Penelitian selanjutnya untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi industri kreatif dengan employment growth.

Hubungan Konsentrasi Industri Kreatif dengan Employment Growth

Pada model yang terdapat industri kreatif (II) pengujian terbukti signifikan, hal ini berarti bahwa terdapat hubungan positif antara keberadaan industri kreatif dengan employment growth. Pada model yang ditambahkan adanya creative class (III) pengujian terbukti sigifikan, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif pula antara industri kreatif dengan employment growth dan antara creative class dengan employment growth. Namun saat Amsterdam titarik dari sample (IV) pengujian tidak signifikan, hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara keberadaan industri kreatif dengan employment growth di daerah tersebut, meskipun hubungan antara creative class dengan employment growth terbukti signifikan dan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa positive employment effect dari industri kreatif hanya terjadi pada area kota metropolitan di Amsterdam. Sehingga creative class dianggap lebih berdampak daripada creative industri itu sendiri. Creative class adalah orang-orang yang bergelut dalam profesi kreatif sehingga creative class tersebut merupakan pelaku aktif dalam menciptakan inovasi dalam berbagai bidang.


Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, diketahui bahwa di Netherlands Industri kratif lebih inovatif daripada industri non-kreatif dan industri kreatif di perkotaan lebih inovatif daripada industri kreatif di pedesaan. Keberadaan industri kreatif berkorelasi positif terhadap employment growth, namun tidak signifikan saat kota metropolitan Amsterdam ditarik dari sampel. Keberadaan creative class lebih berkorelasi positf pada employment growth daripada keberadaan industri kreatif pada kota metropolitan.


Diulas oleh:
Ghany Ellantia
Staff Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in