Monthly Economic Discussion (MEcD): More Integrated ASEAN? Think Again

5 - ASEAN 1

Monthly Economic Discussion (MEcD) adalah program kerja bulanan dari Divisi Kajian Kanopi FEB UI yang membahas isu-isu ekonomi terkini. Penyaji akan memberikan gambaran masalah dan beberapa pertanyaan yang menjadi pemicu diskusi, kemudian peserta dengan moderator akan berusaha menemukan jawaban untuk masalah tersebut. Tema yang diangkat dalam MEcD kali ini adalah “More Integrated ASEAN? Think Again”. MEcD diadakan di Selasar Mualamat, Gedung B, FEB UI pukul 18.00 yang dihadiri puluhan mahasiswa, baik dari FEB UI maupun instansi lainnya.

Mulainya ASEAN Economic Community (AEC) pada awal tahun ini merupakan nyata kerja sama negara-negara ASEAN selama bertahun-tahun. Diawali dengan berlakunya ASEAN Free Trade Area sejak 1993, kemudian ditandatanganinya Bali Concord III (yang menyataan bahwa AEC harus dimulai paling lambat tahun 2020), lalu Cebu Declaration pada tahun 2007 yang memunculkan pernyataan bersama bahwa AEC harus dimulai pada akhir tahun 2015, ini semua adalah jalan panjang menuju berlakunya AEC. Namun integrasi ASEAN tidak berhenti disini. Ditandatanganinya AEC Blueprint 2025 adalah langkah selanjutnya menuju terciptanya satu identitas ASEAN dengan cara melakukan integrasi yang lebih intensif lagi – mirip dengan integrasi Uni Eropa (UE) yang memunculkan satu identitas Eropa.

Rasanya tidak ada salah dengan lini waktu di atas. Namun, bila dibandingan dengan UE, proses integrasi Eropa dari terbentuknya European Economic Community (dapat dikatakan sebagai AEC-nya Eropa) hinga benar-benar terintegrasi menjadi satu Eropa dibawah UE berlangsung selama 36 tahun, tetapi ASEAN bercita-cita untuk melakukannya hanya dalam satu dekade. Lebih jauh lagi, ASEAN menghadapi apa yang UE tidak hadapi: gap yang begitu jauh antar anggotanya. Semua negara anggota UE adalah negara demokratis, sedangkan beberapa negara ASEAN masih menganut sistem satu partai. Secara ekonomi, jurang perbedaan antar anggota negara UE tidak selebar ASEAN yang satu sisi terdapat Singapure dengan PDB per kapita mencapai sekitar USD 55.000 dan Kamboja yang hanya USD 1000. Tetapi di tengan dunia yang semakin kompetitif dan terintegrasi, kehadiran AEC dianggap diperlukan, terutama bagi negara-negara ASEAN yang kurang maju (least developed) agar tidak tertinggal. Dengan kondisi yang relatif lebih baik di Eropa, tetap saja UE masih mengalami masalah yang serius, seperti krisis ekonomi Yunani, krisis migran, dan terjadinya Brexit. Maka topik utama yang didiskusikan adalah apakah ASEAN harus mengikuti langkah UE dengan tempo yang lebih cepat dan perbedaan yang lebih beragam.

Secara umum, semua enam kelompok focus group discussion setuju bahwa AEC harus lebih terintegrasi lagi dengan alasan bahwa integrasi AEC mendorong negara anggota ASEAN untuk lebih kompetitif dan melindungi negara-negara yang secara ekonomi masih lemah dari kuatnya arus globalisasi. Akan tetapi, terdapat keberagaman mengenai sejauh mana ASEAN harus berintegrasi. Beberapa setuju bahwa integrasi ASEAN harus sampai ke level yang mirip dengan UE ketika perbedaan antar anggota tidaklah terlalu jauh dengan alasan untuk membuat negara anggota ASEAN makin kompetitif dan tidak tertinggal arus globalisasi, tetapi yang lain berpendapat bahwa ASEAN tidak perlu melakukan integrasi sejauh UE karena hal ini mengakibatkan hilangnya kedaulatan sebuah negara dalam hal membuat beberapa kebijakan yang strategis, seperti kebijakan moneter dan fiskal, dimana negara berkembang dan maju membutuhkan kebijakan moneter dan fiskal yang berbeda karena mempunyai fokus yang berbeda.

Dengan segala keterbatasan yang ada, tidaklah mudah untuk mencapai satu kesimpulan secara utuh dan menyeluruh. Integrasi ASEAN haruslah dipandang tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, dan sisi lainnya. Tetapi satu hal yang jelas adalah semua negara anggota ASEAN harus bekerja sama dalam mengambil langkah-langkah untuk mengatasi jarak dan perbedaan yang masih terlalu besar untuk melakukan integrasi yang lebih jauh lagi. Penitng bagi ASEAN untuk melihat kenyataan bahwa dengan waktu persiapan yang relatif lebih lama dan perbedaan antar anggota yang tidak sebesar ASEAN, UE masih berkutat dengan banyak permasalahan serius.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in