Peningkatan PDB Indonesia Melalui Investasi

Faris Maulana | Staff Ahli Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016 | Ilmu Ekonomi 2014

Gross Domestic Products (GDP) atau Produk domestik bruto (PDB) merupakan hasil akhir produksi barang dan jasa suatu negara selama setahun. Secara umum di dunia, PDB dijadikan indikator pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Pesatnya pertumbuhan suatu negara berbanding lurus dengan jumlah PDB-nya dalam setahun. Ada tiga metode yang digunakan untuk menghitung PDB suatu negara. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan Pengeluaran dengan menggunakan formula “Y=C+I+G+(X-M)” dimana Y adalah PDB/Pendapatan Nasional, C adalah konsumsi, I adalah investasi, G adalah Government Spending atau pengeluaran pemerintah, X adalah ekspor, dan I adalah impor.

Dengan Memproyeksikan PDB indonesia pada akhir tahun 2013 menggunakan metode pendekatan pengeluaran, berdasarkan data yang diambil dari Badan pusat statistik, PDB indonesia mencapai Rp9.084,0 triliun. Dengan komponen konsumsi Rp5.071,1 Triliun, Pengeluaran Pemerintah Rp827,2 triliun, investasi Rp2.876,3 triliun, dan komponen ekspor dan impor berturut-turut Rp2.165,8 triliun dan Rp2.338,1 triliun. Dari hasil proyeksi tersebut, dapat dilihat bahwa komponen PDB yang paling dominan adalah komponen konsumsi. Komponen konsumsi yang mencapai angka Rp5.071,1 triliun dari total PDB Rp9.084,0 triliun atau 55%. Angka ini tercermin dari perilaku masyarakat indonesia yang dari tahun ke tahun semakin konsumtif. Hal ini merupakan hal yang bagus jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, artinya komponen konsumsi di indonesia sudah lumayan dimaksimalkan. Tetapi jika dilihat komponen lain, seperti investasi, pengeluaran pemerintah, dan neraca perdagangan seharusnya masih dapat diperbaiki lagi untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran pemerintah yang bahkan tidak mencapai 1 persen dari PDB indonesia disebabkan karena sebagian besar pengeluaran pemerintah berasal dari utang luar negeri. Dan neraca perdagangan yang defisit disebabkan karena jenis barang ekspor kita yang sebagian besar adalah barang mentah, dan impor yang sebagian besar adalah barang jadi. Kedua komponen ini memang sulit diperbaiki untuk saat ini. Artinya, satu-satunya komponen PDB yang tersisa di indonesia yang dapat dimaksimalkan adalah investasi.

Memang jika dilihat dari proyeksi tersebut, investasi di indonesia sudah lumayan baik hingga dapat mencapai angka Rp2.876,3 triliun dari total Rp9.084,0 triliun atau 34%. Tetapi, melihat potensi yang dimiliki indonesia, seharusnya indonesia dapat meningkatkan tingkat investasinya, terutama investasi dari luar negeri. Dibandingkan dengan negara tetangga kita, malyasia, menurut data World Bank, pada tahun 2012, investasi langsung dari luar negeri di malaysia mencapai 5% dari total PDB-nya. Sedangkan di indonesia pada tahun yang sama, investasi langsung dari luar negeri hanya dapat mencapai angka 2,2% dari PDB total negara kita. Sebagai negara yang secara geografis dan berlatar belakang kebudayaan relatif sama dengan malaysia, seharusnya indonesia bisa menyamai tingkat investasi luar negeri malaysia. Bahkan secara geografis, indonesia terletak lebih strategis dibandingkan malaysia, sumber daya alam yang melimpah di indonesia dan tenaga kerja yang relatif murah dibandingkan dengan negara lain, ditambah dengan perilaku masyarakat indonesia saat ini yang konsumtif, seharusnya indonesia dapat menjadi negara yang dipandang oleh investor asing. Padahal jika indonesia dapat memacu laju investasi asing ke indonesia, hal ini akan menyebabkan Snowball effect terhadap laju investasi asing kedepannya nanti, karena dengan meningkatnya investor asing yang berinvestasi di indonesia, maka sentimen positif dari investor asing lainnya di indonesia akan meningkat dan dapat meningkatkan komponen investasi pada PDB indonesia. Indonesia harus bisa mencontoh Republik Rakyat Cina yang persentase investasi asingnya pada tahun 2012 mencapai angka 8,7 dari total PDB-nya. Tetapi, pada kenyataannya indonesia bahkan tidak dapat mencapai setengah dari negara tetangganya malaysia. Dari data-data diatas, dapat disimpulkan bahwa tingkat investasi asing ke indonesia belum dapat dikatakan maksimal. Padahal jika komponen investasi dapat dimaksimalkan, bersamaan dengan peningkatan komponen konsumsi di indonesia yang sudah tinggi, pertumbuhan ekonomi indonesia dapat meningkat dengan signifikan.

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in