Grandma Test: Economics, Religion, and Happiness

Grandma Test - Economics, Religion, and Happiness

Economics, Religion, and Happiness

 

Pengarang                : Lasse Steiner, Lisa Leinert, Bruno S. Frey

Tahun                        : 2010

Nama Jurnal            : Zeitschrift für Wirtschafts- und Unternehmensethik Vol. 11

 

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Switzerland, dengan tujuan untuk melihat dua pendekatan penelitian ekonomi terhadap agama (religion). Pengujian pertama dilakukan untuk melihat dampak keberadaan agama terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pengujian kedua dilakukan untuk menjelaskan perilaku keagamaan dengan menggunakan model ekonomi dan untuk menunjukkan utilitas yang diperoleh dari agama dan kegiatan keagamaan.

 

Metodologi

Data yang digunakan bersumber dari survey Swiss Household Panel 2007. Responden survey ini merupakan penduduk yang berkewarganegaraan Swiss sejak lahir dan berusia diatas 18 tahun (karena keikutsertaan dalam kegiatan beragama bagi anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun terkadang tidak diikuti secara sukarela). Denominasi yang digunakan juga hanya mencakup pengakuan agama yang dipeluk, apakah responden beragama Kristen (Katolik dan Protestan), atau tidak beragama. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bias karena adanya perbedaan budaya dan sekte agama.

Penelitian ini menggunakan teknik regresi OLS (ordinary least square) sebagai metode pengolahan datanya. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengakuan agama Kristen (Katolik dan Protestan), religiusitas internal (berdoa secara individu), dan religiusitas eksternal (kehadiran di ibadah gereja dan kehadiran di kegiatan gereja). Sedangkan variabel terikatnya adalah subjective well-being. Variabel yang digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, status kesehatan, status perkawinan, jumlah teman, edukasi, status pekerjaan, dan pendapatan. Karena hasil regresi dengan variabel kontrol tersebut menunjukkan hasil sesuai dengan prediksi dan tidak memiliki dampak khusus terhadap variabel yang diteliti, maka hasil regresi dengan variabel kontrol tidak ditampilkan dalam jurnal ini.

 

Hasil Penelitian

Pengujian pertama yang bertujuan untuk menguji dampak agama terhadap kondisi kesejahteraan sesorang menunjukkan bahwa responden yang mengakui agama Kristen memiliki subjective well-being yang lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak memiliki agama. Hasil regresi juga menunjukkan koefisien bertanda positif dan korelasi yang signifikan antara agama dengan tingkat kesejahteraan. Sesuai penelitian yang sudah ada, responden yang beragama Kristen Protestan cenderung lebih bahagia dibandingkan responden yang beragama Katolik. Hasil regresi dapat dilihat di tabel 1 (estimation 1).

Pengujian kedua yang dilakukan untuk melihat tingkat religiusitas eksternal dari responden, dan dampaknya terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas eksternal memiliki korelasi positif yang siginifikan dengan tingkat kesejahteraan seseorang secara subjektif. Jika dibandingkan dengan faktor lain yang dapat meningkatkan kebahagiaan, pergi ke gereja sekali seminggu dapat meningkatkan kebahagiaan sebesar 0,59 poin. Hal ini merupakan faktor kedua terbesar yang mempengaruhi kebahagiaan sesorang setelah status kepemilikan pekerjaan yang meningkatkan kebahagiaan sebesar 1,02 poin. Hasil regresi dapat dilihat di tabel 1 (estimation 2).

Pengujian ketiga menunjukkan hasil bahwa kebiasaan berdoa secara individu yang dilakukan oleh responden tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Berdasarkan hasil regresi di tabel 1 (estimation 3), intensitas sesorang melakukan doa harian cukup tinggi di Swiss menunjukkan kondisi orang tersebut yang sedang dilanda masalah, atau kurang bahagia. Semakin bahagia seseorang, maka intensitas doa hariannya akan semakin rendah.

Regresi berganda juga dilakukan terhadap seluruh variabel dan menunjukkan hasil yang konsisten dengan regresi setiap variabel secara terpisah (tabel 1, estimation 4). Variabel agama Kristen memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat kebahagiaan, sedangkan berdoa tidak menunjukkan korelasi signifikan dengan kebahagiaan sesorang.


Tabel 1

Tabel 2

 

Kesimpulan

Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa di Switzerland, agama dan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri seseorang memberikan dampak yang positif terhadap output perekonomian. Pengujian kedua dalam penelitian ini juga dilakukan untuk menjelaskan perilaku religius seseorang dalam model ekonomi. Metode riset kebahagiaan modern (modern happiness research) menunjukkan bahwa subjective well-being (kesejahteraan) merupakan proxy yang baik untuk menunjukkan tingkat kepuasan seseorang yang didapat dari agama dan perilaku religius. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa agama yang dipeluk oleh sesorang dan tingkat religiusitas eksternal seseorang (dilihat dari kehadiran dalam ibadah gereja dan kehadiran dalam kegiatan gereja) memberikan dampat positif yang signifikan terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Sedangkan tingkat religiusitas internal seseorang tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kebahagiaan seseorang. Kehadiran seseorang dalam kegiatan gereja di Switzerland rupanya memberikan pengaruh yang besar terhadap tingkat kebahagiaan seseorang.

 

Diulas oleh:

Fransiska Herline N

Wakil Kepala Divisi Penelitian Kanopi FEB UI 2016

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in