Jokowi : Sinyal positif untuk Perekonomian Indonesia?

Nadia Amalia / Staff Kajian Kanopi

 

Pemimpin menurut saya pribadi bukan hanyalah seorang yang qualified, pintar, berkharisma tetapi juga seseorang yang dapat memberikan kepercayaan kepada warganya yang dipimpin sehingga menjadikan ia memiliki sebuah fondasi yang solid dalam memimpin suatu negara. Memasuki tahun pemilu, sebagai pemuda calon penerus bangsa sangatlah diperlukan bagi kita untuk melihat prospek yang dapat diberikan para calon-calon RI 1 untuk lima tahun mendatang terlebih lagi pada masa kepimimpinan presiden mendatang adalah tahun-tahun dimana yang sangat penting untuk mempersiapkan bonus demografis serta persaingan ekonomi asean pada tahun 2015 mendatang. Prospek ekonomi apakah yang dapat diberikan oleh para calon pemimpin bangsa sehingga dapat memberikan kepada masyarakat untuk memilih mereka?

Pada kali ini, saya akan membahas salah satu calon presiden yang pencalonannya telah ditunggu-tunggu dan pengunguman resmi dirinya menjadi calon presiden bahkan memberikan sentimen positif pada pasar finansial yang dibuktikan dengan melonjaknya IHSG(Indeks Harga Saham Gabungan) pada penutupan perdagangan sebesar 152 poin ke level 4.878 meskipun pada pembukaan perdagangan hari tersebut IHSG dibuka pada zona merah. Ia tidak lain ialah Joko Widodo yang kini menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, sebagai seorang gubernur Jokowi cenderung jarang berbicara tentang masalah perekonomian bahkan masalah tersebut lebih sering diulas oleh bapak wakil Gubernur Ahok sehingga masih banyak orang terutama di bidang ekonomi dan usaha yang meragukan kemampuannya untuk menangani perekonomian negara.

Namun, selama masa pemerintahannya di Jakarta Jokowi membuat beberapa gebrakan baru  dalam bidang ekonomi yang cukup mengagetkan bagi orang-orang dalam berbagai kalangan. Perannya sebagai pemimpin lebih condong sebagai pemimpin yang pro rakyat kecil dapat dilihat dari kebijakan kenaikan UMR Jakarta untuk tahun 2014 yang mencapai 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya setelah tahun sebelumnya juga menaikkan UMR jakarta sebesar 40% menjadi Rp 2,2 juta. Secara teori, kenaikan UMR tersebut dapat mendorong shortage pada demand dari tenaga kerja sendiri dan menjadikan terjadinya kelebihan tenaga kerja tetapi jika dilihat dari data pengangguran terbuka Jakarta pada tahun 2013 terjadi penurunan sebesar 0,86 persen. Namun, jumlah pengangguran terbuka yang menurun tidak dapat dijadikan acuan karena terjadi penurunan pada jumlah pencari kerja di Jakarta pada 2013  sejumlah 53,34 ribu orang. Selain kebijakan UMR, jokowi juga menanamkan optimisme pada pertumbuhan ekonomi dengan mematok target ekonomi sebesar 7 persen meskipun sebelumnya pada tahun 2013  pertumbuhan PDRB Jakarta hanyalah 6,11 persen. Beberapa gebrakan lain yang dibuat oleh Jokowi ialah pembangunan transportasi massal yang lebih memadai untuk megurangi jumlah mobil pribadi pribadi di Jakarta serta pembatasan BBM bersubsidi.

Salah satu kenaikan yang saya nilai terlihat signifikan pada masa kemimpinan Jokowi ialah memperdayakan potensi daerah yang ada yakni dengan menghadirkan berbagai festival di Jakarta seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JF3), PRJ baru di Monasi, Car Free Day Night Festival, Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) dan lain-lainnya. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari PDRB DKI Jakarta pada lapangan usaha perdagangan hotel dan restoran.

 

PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000

 

 

Sumber : jakarta.bps.go.id

 

Jika dilihat dari tabel tersebut terlihat laju pertumbuhan PDRB DKI jakarta untuk sektor perdagangan, hotel dan restoran pada 2013 menaik sejumlah 5 persen menjadi 16 persen dari laju pertumbuhan pada tahun 2012 yang sejumlah 11 persen dengan jumlah kenaikan pada tahun 2013       Rp 37.085,14 (dalam milyar) dan pada tahun 2012 sejumlah Rp 23.562,35 (dalam milyar).

Secara umum, jumlah pertumbuhan ekonomi DKI jakarta terbilang tidak berbeda jauh dengan periode gubernur sebelumnya. Tetapi, melainkan melihat kuantitas yang dihasilkan jika dilihat dari kualitas kebijakan Jokowi semasa pemerintahannya membuatnya dinilai oleh banyak masyarakat cocok sebagai calon presiden seperti dengan penyaluran dana pendidikan yang penting untuk persiapan bonus demografis yang akan dihapadapi Indonesia dan pengeluaran dana yang besar untuk transportasi massal yang sebelumnya yang dinilai tak mungkin dijalankan. Secara makro, dari kebijakan-kebijakan yang sebelumnya telah dilakukan jokowi di DKI Jakarta saya melihat bahwa dalam pemerintahannya jika terpilih Jokowi akan fokus pada masalah pemerataan ekonomi serta mendorong sektor UMKM di Indonesia. Selain itu, terlihat dari dua daerah yang dipimpinnya Jokowi berhasil menarik potensi pariwisata dari daerah tersebut dari berbagai acara yang direncanakannya hal tersebut dapat dijadikan harapan jika ia terpilih dapat menarik sektor pariwisata Indonesia yang belum optimal dapat terdorong untuk mencapai potensinya. Perekonomian negara yang begitu kompleks dapat menjadi salah satu tantangan bagi calon presiden nantinya. Kondisi Indonesia yang masih rentan perlu berbagai kebijakan yang tepat sasaran yang dinilai beberapa pengamat cocok dengan gaya kepemimpinan Jokowi yang sering terjun langsung pada permasalahan dan langsung mengambil penanganan yang cepat.

 

Sumber:

 www.jakarta.bps.go.id

http://www.vemale.com/ragam/23013-jokowi-buat-perubahan-untuk-jakarta-apa-saja.html

http://www.merdeka.com/uang/menengok-lima-pandangan-dan-kebijakan-ekonomi-ala-jokowi/pasang-target-ekonomi-tinggi.html

 

 

 

  • Gunakan kalimat yang baik
    You must be logged in to comment. Log in